Akibat Diteriaki Virus Corona, Mayat Diindramayu Tidak Ada Yang Berani Evakuasi

INIKECE - Akibat dari penyebaran virus corona tersebut banyak sekali menjadi orang ketakutan dan lebih memilih untuk menjaga diri dan jauhi orang-orang terlebih dahulu. Banyak orang sekarang lebih memilih dirumah saja.

Keajaiban Bumi Yang Belum Terpecahkan Hingga Sampai Sekarang, Menjadi Misteri Bumi

INIKECE - Bumi selalu memiliki keajaiban, hingga fenomena alam yang luar biasa, sampai ada suatu tempat dimana tidak dapat diteliti keajaiban bumi tersebut dikarena masih menjadi misteri teka-teki bagi para ilmuan.

Cerita Power Girl! Pesona Sang Gadis Jagoan

INIKECE - Suara gaduh dan teriakan terdengar dari ruangan penuh matras dengan tulisan Ruang Latihan Judo itu. Terlihat seorang gadis dengan rambut kuncir kuda sedang bergulat dengan lelaki yang memiliki ukuran tubuh sedikit lebih besar darinya.

Ramalan April Hari Ini Berdasarkan Zodiak, Simak Yuk!

INIKECE - Diakhir pekan ini, ramalan zodiak hari ini meminta Scorpio dan Aquarius untuk lebih peka terhadap pasangan jika tidak ingin hubungan menjadi buruk. Sementara itu, Virgo diharapkan lebih waspada karena berisiko terkan alergi. .

Romance Remaja! So I Love My Ex - Dia Bukan Lagi Si Cungkring, Part 2

INIKECE - Aluna menarik dan membuang napasnya. Ia memalingkan wajah saat melihat keberadaan Zello. Oke, Aluna memang tahu Zello kuliah di tempat yang sama dengannya, tetapi dia tidak pernah tahu bahwa Zelo ada di Fakultas Ekonomi.

Jatuh Hati Kepada Pria, Inilah Yang Unik Menjadi Ketetarikkan Perempuan

Jatuh Hati Kepada Pria, Inilah Yang Unik Menjadi Ketetarikkan Perempuan

INIKECE - Jatuh cinta terkadang tak terduga, tapi ada juga beberapa faktor yang bisa ditebak mengapa kita bisa jatuh cinta pada seorang pria. Bahkan terkadang hal itu tak ada hubungannya dengan wajahnya yang ganteng.

Ini hal tak biasa pada pria yang mudah membat perempuan tertarik adalah,

1. Memiliki Hewan Peliharaan


Pria yang sayang binatang, terutama jika ia punya peliharaan anjing atau kucing. Gampang sekali membuat perempuan jatuh cinta. Karena memiliki hewan peliharaan menjadi tanda bahwa pria tersebut berhati lembut, penyayang, perhatian dan bertaggung jawab.

2. Pria Lebih Tua


Pria lebih tua terlihat matang dan dewasa. Sikap tenang dan dan sabar membuat pria lebih tua menarik di mata perempuan. Setiap perempuan ingin dimanja dan diemong, hanya dengan pria lebih tua lah perempuan bisa merasa kembali seperti anak-anak.

3. Memiliki Perkejaan Bergengsi


Siapa yang tak suka punya pacar dokter, arsitek atau mungkin tentara? Pria seperti ini memang terlihat menarik karena memiliki skill yang tak dimiliki pria kebanyakan.

Mereka bukan hanya terlihat berkelas tapi juga cerdas dan manly. Pria seperti ini biasanya juga lebih mandiri dan stabil secara finansial. Tak heran jika perempuan ingin bergantung pada pria seperti ini.


4. Pria Dengan Pakaian Merah


Secara penampilan, terlepas dari ganteng tidaknya seseorang. Pria yang memakai baju merah memang mudah menarik perhatian perempuan. Tak hanya yang berani memakai baju mencolok, dan ini menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi.

5. Suka Tarik Ulur


Pria yang tampak sulit didapatkan akan membuat beberapa perempuan semakin tertantang mendekatinya.

Ada sesuatu yang menarik dari pria yang bersikap hard to get. Apalagi jika mereka punya wajah yang menarik, secara alami mudah jatuh hati.

6. Suara Pria Yang Dalam


Suka mendengarkan pria dengan suara rendah dan dalam? Uniknya, banyak perempuan jatuh cinta pada pria yang memiliki suara berat seperti ini karena terkesan manly dan berbadan besar. Perempuan suka dilindungi dengan pria seperti ini. Suara yang husky memang lebih menangkan di telinga perempuan.

7. Pria Berkaca Mata


Sebuah statistik menunjukkan bahwa sebanyak 38% perempuan ternyata melihat pria berkacamata lebih menarik dan tapak seksi dibanding pria yang pakai kontak lens atau yang tap pakai kacamata.

Kesempatan Audrey Yu Jian Hui Kembali Ke Tanah Air, Indonesia Untuk Mengabdi Menjadi Seorang?

Kesempatan Audrey Yu Jian Hui Kembali Ke Tanah Air, Indonesia Untuk Mengabdi Menjadi Seorang?

INIKECE - Ditolak berbagai universitas Indonesia, karna umur yang terlalu muda. Audrey Yu Jian Hui adalah orang Surabaya, Indonesia. Ia adalah anak muda yang sangat jenius dan pintar di usia yang sangat muda.

Presiden Jokowi mengumbar wacana mau menggaet kaum muda milenial untuk masuk dalam jajaran menteri kabinet dalam periode kedua kepemimpinannya, 2019-2024. Ide tersebut mendapat respons positif dari warganet.

Sebagai timbal-balik, warganet mewacanakan sejumlah sosok milenial yang dinilai cocok menjadi menteri dalam kabinet Jokowi, salah satunya adalah Audrey Yu Jian Hui.

Audrey adalah warga Surabaya, Jawa Timur, dan viral di media sosial sebagai sosok yang disebut-sebut baik menjadi menteri termuda Jokowi.

Ia menjadi salah satu dari 72 Ikon Berprestasi Indonesia yang dinobatkan dalam Festival Prestasi Indonesia. Ajang itu digelar oleh Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Sejak saat itu, perempuan bernama lahir Maria Audrey Lukito tersebut beken di mata masyarakat Indonesia.

"Audrey, calon menteri termuda yang cintai mati kepada Indonesia," kata akun Twitter Aditya Wisnu, mengusung Audrey sebagai menteri milenial Jokowi.

Akun itu menjelaskan, Audrey Yu Jian Hui adalah warga asli Surabaya yang mempunyai kecerdasan otak luar biasa.

"Kecerdasannya luar biasa. SD ditepuh 5 tahun, SMP 1 tahun dan SMA 11 bulan. Lulus SMA di usia 13 tahun, tidak ada Universitas di Indonesia yang menerima karena usianya terlalu muda," jelasnya.


Kekinian, Audrey disebut akun tersebut bekerja di NASA, badan antariksa Amerika Serikat. Sementara akun Facebook Wahyu Sutono juga menominasikan Audrey sebagai menteri termuda Jokowi.

"Kandidat ketiga menteri termuda. Si jenius yang cinta mati kepada Pancasila. Dia adalah Audrey Yu Jia Hui, seorang patriot muda keturunan Tionghoa yang dikenal jenius, berbakat, dan penulis buku yang sangat mencintai tanah kelahirannya meski kini harus berkarier di luar negeri," tulisnya.

Lantas, bagaimana profile Audrey yang disebut-sebut sebagai "anak ajain/jenius" asal Surabaya itu? Wahyu Sutono menjelaskan panjang lebar dalam satu tulisan berikut ini :

Si jenius yang cintai mati kepada Pancasila

Dia adalah Audrey Yu Jia Hui, seorang patriot muda keturunan Tionghoa yang dikenal jenius, berbakat, dan penulis buku yang sangat mencintai tanah kelahirannya meski kini harus berkarir di luar negeri.

Lahir di Surabaya pada 1 Mei 1988, dan sejak balita sudah memperlihatkan tanda-tanda kecerdasan yang tak lazim untuk seusianya, dan ketika usia tiga tahun, dirinya sangat kesulitan mendapat teman lantaran 'pemikiran aneh' yang ada dalam benarnya, serta dianggap tidak sesuai dan jauh dari hal normal anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun.

Tak ayal, pada usia yang masih belia, dirinya harus merasakan susahnya depresi ala orang dewasa dan stress yang berkepanjangan.


Seabagai pelipur, ia mencurahkan perhatiannya pada buku-buku sastra dan kamus yang sering dibacanya. Ia juga selalu mengingat pesan gurunya semasa SD, bahwa setiap cita-cita, pasti akan tercapai jika diiringi dengan sikap giat belajar. Berbekal petuah ini, dia pun berhasil lulus kuliah pada usia yang masih cukup belia, yakni 16 tahun.

Gadis jenius yang juga mengagumi tokoh kemerkedaan India, Mahatma Ghandi, berhasil lulus sekolah dengan cara 'melompati' jenjang pendidikan formal yang berlaku di Indonesia.

JENIUS

Tercatat, dirinya berhasil menamatkan pendidikan SMP yang ditempuh hanya dalam waktu satu tahun, dan SMA-nya ditempuh dalam waktu sebelas bulan.

Saat menginjak usia 16 tahun, ia berhasil lulus kuliah secara Cumlaude pada jenjang S1 di The College of Wiliam and Mary, Virginia, Amerika Serikat jurusan Fisika.

Uniknya ia tidak memerlukan bimbingan seorang guru ketika dirinya menghadapi beragama tes dan segala bentuk ujian akademik.

Ingin Jadi TNI

Atas sederet prestasinya tersebut, dirinya sempat menjadi seorang guru di Shanghai, Tiongkok. Disana, ia mengajar bahasa Inggris dan mendampingi siswa yang akan masuk ujian SAT.

Karena keinginannya untuk mempunyai teman yang banyak, ia berencana ingin masuk sebagai anggota TNI. Cita-cita ini terinspirasi dari banyaknya siswa Indonesia yang pernah belajar di Amerika Serikat yang memilih masuk militer ketika pulang ke Tanah Air.

Dalam benaknya, lingkungan militer yang mengusung prinsip egaliter atau 'semua sama rata' dinilai sebagai jalan yang mulus baginya untuk mendapatkan teman atau bahkan kekasih.

Sayangnya, rencana tersebut pupus seiring datangnya berbagai penolakan terhadap dirinya. Selain ingin mendapatkan teman, keinginan untuk berkarier di militer karena didasari oleh sikap patriotiknya dalam membela dan mencintai Indonesia.

Bahkan, meski nantinya diterima di kemiliteran, ia tidak ingin menjadi pasukan perang yang membunuh banyak musuh di medan laga. Hati kecilnya menyuruh agar ia bisa mengabdi sebagai tentara yang mengurus di bagian logistik, administrasi maupun perbekalan.

Dalam perjalanannya menggapai impian menjadi seorang tentara, dirinya mengakui ada banyak halangan dan penolakan yang harus dihadapinya.

Tak hanya itu, dirinya bahkan harus menerima kenyataan pahit, menjadi bulan-bulanan kebencian oleh orang di sekitarnya, bahkan ditinggalkan dan niat mulianya itu dianggap sebagai main-main.

Sikap diskriminatif tersebut sungguh dialami oleh Audrey semenjak kecil. Pada saat Orde Baru ditumbangkan oleh gerakan reformasi, dirinya yang merupakan keturunan Tionghoa, mengaku mengalami peristiwa yang cukup sulit kala itu.

Anggapan tidak nasionalis dan bukan pribumi asli, sering dialaminya. Walau ia mengaku bahwa dirinya merupakan sosok yang Pancasilais, tak ada yang mau menggubrisnya pada saat itu.

Gagal berdinas di TNI, ia merubah haluan menjadi seorang penulis, dan beberapa buku telah ia terbitkan.

Di antaranya, "Indonesia Tanah Airku" dan "Aku Cinta Indonesia". Salah satu yang menarik perhatian adalah bukunya yang berjudul 'Mencari Sila Kelima' atau tong bao dalam bahasa Tiongkok.

Dalam buku tersebut, dirinya menekankan bahwa pentingnya nilai-nilai Pancasila untuk diamalkan, bukan sekedar menjadi teori ideologi belaka. Masih dalam buku yang sama, dirinya seolah ingin membuka cakrawala pemikiran orang Indonesia pada lingkup yang lebih luas.

Indonesia yang disatukan oleh prinsip yang bernama Pancasila, harus menampakan esensi dari nilai-nilai ideologi itu sendiri.

Ditawari Masuk BNPT oleh JOKOWI

Tak salah jika dirinya kemudian terpilih sebagai salah satu dari 72 ikon berprestasi Indonesia oleh komite Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi-Pancasila (UKP-P), selaku penggagas acara Festival Prestasi Indonesia.

Meski sempat mengalami berbagai penolakan di Indonesia, hal tersebut tak membuat Audrey lantas membenci Indonesia. Berbekal kejeniusan dan semangatnya akan nilai luhur Pancasila, dirinya berusaha bangkit dan menepis segala tuduhan yang menyudutkan dirinya.

Bahkan, melalui karya tulisnya, dirinya mampu menjadi contoh nyata yang membuka mata hati orang Indonesia asli, tentang bagaimana menghayati Pancasila tanpa harus membenci latar belakang etnis tertentu.

Setelah menyelesaikan program S-3 di Paris dengan mengambil 2 jurusan langsung, yakni Fisika dan Bahasa, Audrey langsung diterima di Badan Antariksa Amerika ( NASA ) dengan gaji sekitar 200 juta puer bulannya.

Namun, saat bertemu dengan Presiden Jokowi saat KTT G20 di Osaka Jepang, Audrey ditawari pulang Indonesia untuk bergabung dengan BPPT.

Audrey sangat antusias dan tanpa berfikir panjang langsung terima tawaran tersebut berapa pun bayarannya. Audrey mengatakan: "Indonesia I Love You. Aku datang untuk mengabdi padamu."

Kini saatnya negara memberikan kesempatan bagi patriot sejati seperti Audrey untuk mengabdikan ilmu dan pengalamannya bagi tanah kelahirannya, Indonesia tercinta.

Cerita - Memori Masa Lalu

Cerita - Memori Masa Lalu

INIKECE - Hari ini merupakan hari pertamaku bekerja di sini. Aku membuka tirai jendela dan kurasakan hangatnya sinar mentari menembus kamar. Aku menatap ke arah jalan dan kulihat jalanan yang ramai dengan mekarnya bunga Sakura.

Seketika aku teringat dengan salah satu film animasi yang berjudul 5 cm per second. Aku masih ingat dengan jelas kutipan pada film itu yaitu "kecepatan bunga sakura saat jatuh adalah 5 cm per detik, pada kecepatan berapa aku harus hidup untuk dapat bertemu denganmu lagi?"

Aku kembali ke salah satu meja kecil dan melihat file perusahaan animasi tempatku akan bekerja. Aku tersenyum miris, mengingat seseorang yang meletakkan semua impiannya pada perusahaan ini tetapi malah aku yang bekerja disini. Samar-samar teringat rangkaian peristiwa pada masa itu, masa-masa yang cukup sulit untuk kulupakan.... (Tokyo,2017)

Indonesia, 2010

"Kak cepetan dong, hari ini kan hari pertama aku MOS. Aku nggak mau telat, nanti dihukum sama senior-senior." Aku berteriak sebal menunggu kak Algi keluar dari rumah.

"Sabar bawel.. Lagian siapa yang mau marahin kamu? Mereka nggak akan berani."

Aku mendengus sebal mendengar ucapannya. Ya iyalah, siapa juga yang berani sama kak Algi yang notabene adalah pentolan SMA Nusa Bangsa ini.

"Terserah, udah buruan ayo berangkat." Aku melangkah menuju mobil dan mempersiapkan segala sesuatu yang akan dipakai saat MOS nanti.

Sesampainya di sekolah, aku melihat beberapa anak baru yang sedang dihukum dan dengan panik aku melihat jam tangan. Jam 08.00 OMG pantesan saja, matilah....

"Kamu yang telat sini!" ucap salah seorang senior yang melihatku datang. Aku menunduk dan berjalan mendekat ke arahnya.

"Kamu tau nggak sekarang jam berapa? Mau jadi apa kamu kalau sekolah aja datengnya telat-telat gini?"

Masih menunduk dan hendak membuka suara, tiba-tiba ...

"Hai Ellen, sorry nih gue nggak tahu kalau hari ini MOS. Tadi gue bangun kesiangan gitu jadi adek gue juga ikut kesiangan. Dia usdah siap dari subuh kok, cuma gue aja yang lama."

Gosh, apalagi ini. Aku memutar bola mataku dan mendengus sebal.

"Eh...eh... hai kak Algi, Iya kak nggak apa-apa kok, tadi saya cuma mau nyapa dia aja hehe." Aku melihat kakak senior ku ini tersenyum canggung saat kulihat kak Algi berkata demikian dan merangkulku. The Power of kak Algi.

Kakak seniorku pun menyuruhku bergabung dengan anak-anak baru lainnya yang saat ini sudah berada di dalam kelas. Kejadiannya selalu seperti ini. Fast track seperti di Dufan.

***

Aku merasa setiap orang melihatku dengan canggung. Aku tahu rumor tentang kak Algi sudah menyebar di seluruh sekolah ini, bahkan sampai ke anak baru sekalipun. Algivara Anando Ribero, satu-satunya kakak laki-lakiku, king SMA Nusa Bangsa, pemenang olimpiade sains tingkat nasional, MVP basketball SMA Nusa Bangsa.

Pemegang sabuk hitam karate, bahkan saat ini sudah diterima di 3 Universitas ternama di Indonesia meskipun UN belum dilaksanakan. Sedangkan aku? Percayalah, aku hanya gadis biasa yang introvent. Hampir tidak mempunyai prestasi dan selalu hidup di bawah proteksi dan kekuasaan kak Algi, dan suasana seperti ini sudah biasa kurasakan.

Aku mencari tempat duduk yang aman, di bagian belakang dan tak lama kemudian kulihat seorang cowok -  yang tadi ada di barisan anak-anak yang telat - masuk ke dalam kelas dan duduk di sebelahku.

"Hai, gue Vanya." Kaktku sembari mengulurkan tangan kearahnya.

"Reino," katanya singkat, padat, jelas. Tanpa membalas uluran tanganku, tanpa menoleh ke arahku. Matanya fokus pada komik yang sedang dibacanya. Aku kembali menarik tanganku dan mengambil salah satu buku tulis dari dalam atas.

"Hmm.. Lo marah ya sama gue?" tanyaku dengan hati-hati. Aku tahu semua orang mungkin akan marah padaku karena peristiwa tadi.

"....." Hening, tidak ada jawaban darinya.

"Gue juga nggak mau kok, tapi kak Algi tuh gitu, gue ---"

"Siapa tuh?" kata memotong pembicaraanku.

"Siapa? Kak Algi?" dan dibalas anggukan olehnya. "Serius lo nggak tau kak Algi?" Kali ini dibalas dengan gelengan kepalanya.

Aku tersenyum, aku rasa aku menemukan orang yang tepat. Kalau dia tidak tahu siapa kak Algi otomatis dia tidak akan merasa canggung atau segan terhadapku.

"Lo dateng dari hutan ya? By the way mulai sekarang kita temenan ya? Lo mau kan jadi temen gue? ucapku dengan bersemangat.

"Cewek aneh." Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulutnya. Aku tersenyum lebar yang disambut dengan geleng-geleng dan senyum tipis dari bibirnya. Dan saat itulah masa-masa SMA-ku dimulai.

***

"Reeeiii, gue lupa bawa PR matematika. Gimana ini?" kataku dengan panik.

"Lupa bawa apa lupa ngerjain?" tanya Rei dengan nada sinis. Aku menoleh ke arahnya dan tersenyum sedikit.

"Hehe... ya lupaa.. Lo kan tahu semenjak kak Algi kuliah di Aussie, hidup gue jadi berantakan huhu," kataku dengan nada sedih.

"Heh lebay, dasar lo-nya aja yang males. Nih PR gue, ganti sampul bukunya pake sampul lo buruan sebelum bel masuk." Aku tersenyum senang dan mengambil buku Rei lalu mengganti sampulnya dengan sampul buku ku.

"Cinta banget pokoknya gue sama lo Rei." Aku melihatnya yang tampak tak peduli dengan ucapanku. Padahal ucapan itu benar-benar berarti untukku.

Sudah lebih dari dua tahun aku mengenal Reino. Dan selama itulah aku dan Reino menjadi dekat. Benar-benar dekat. Reino Alkandra Beckmann, cowok blasteran Indo-Jerman yang sangat tampan di mataku, tingginya nornaml untuk ukuan cowok blasteran, ketua ekstrakulikuler seni rupa, seseorang yang aktif tapi tetap terkesan cool dan satu-satunya yang selalu ada untukku, selain kak Algi.

Dia tidak pernah meninggalkanku atau bahkan menyekitiku. Dia benar-benar seorang teman yang baik. Dia membantuku menyesuaikan hari-hariku saat Kak Algi memutuskan untuk kuliah di Aussie, saat semua orang memandangku sebelah mata - karen aku adik Kak Algi - dia tetap memandangku sebagai apa adanya diriku.

Reino, seseorang yang sering terkena masalah di sekolah karena membantuku, iya membantuku memberikan PR ketika aku lupa mengerjakan, memberiku topi saat upacara bendera ketika aku tidak membawa topi, berpura-pura mengatakan bahwa aku sakit ketika aku mengantuk di kelas sehingga aku bisa tidur di UKS, menemaniku bolos saat hari di mana Kak Algi berangkat ke Aussie karena yang kulakukan hanya menangis sepanjang hari, membantuku memahami semua pelajaran sulit di sekolah, dan hal lainnya yang membuatku merasa spesial.



Reino benar-benar menepati janjinya pada Kak Algi bahwa dia akan menjadi teman yang baik untukku. Ia, hanya teman baik. Tapi hal itu sangat berarti untukku. Sejak hari saat aku duduk sebangku dengannya, hidupku perlahan berubah, Reino mengajarkanku banyak hal yang belum pernah kulakukan sebelumnya. Reino mampu membuat Kak Algi begitu percaya padanya hingga sampai saat ini selalu pergi dan pulang sekolah dengannya. Aku, Alvannya Ananda Ribero, seorang gadis biasa yang introvert menjadi gadis ceria yang selalu ingin tahu tentang dunia. 

Tahun ini merupakan tahun terakhir kami berada di SMA. Tahun yang berat, untuk menghadapi segala urusan kelulusan dan untuk menghadapi fakta bahwa mungkin tak selamanya aku bisa bersama dengannya.

Seringkali kamu mengunjungi bukit di belakang sekolah hanya untuk memandangi rangkaian alam yang luas, menghabiskan waktu untuk mengobrol dan bercanda tawa, mendengar antusiasnya ketika bercerita tentang mimpinya.

Reino selalu menceritakan impiannya yang ingin kuliah di jurusan animasi karena dia sangat menyukai komik dan anime. Reino pintar sekali menggambar, dan inspirasinya terdapat pada film-film animasi yang ditontongnya. Aku selalu senang menghabiskan waktu di sini melihatnya menggoreskan kuas pada sketchbook yang selalu dibawanya, menonton film-film animasi yang bahkan sebenarnya aku tidak mengetahui jalan ceritanya.

Aku selalu menyukai semua hal tentangnya. Walau begitu, aku tidak bisa mengatakan semuanya, mengatakan bagimana perasaanku kepadanya. Jangan ditanya, mengingat aku selalu menghabiskan waktu dengannya maka perasaanku untuknya sangat tergambar jelas, tapi aku tidak ingin merusak semuanya.

Aku lebih memilih menyimpan perasaanku asal dia tetap berada di sini bersamaku daripada aku mengatakan yang sebenarnya dan mengetahui fakta bahwa dia tidak memiliki perasaan yang sama kepadaku dan hal itu akan membuat suasana menjadi tidak baik. Tidak tidak, begini saja sudah cukup, aku menyukuri semua ini.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku tanpanya. Tidak mendengar suaranya yang lembut saat membangunkanku di pagi hari, tidak mendengar suara motornya yang selalu menjemputku setiap hari, tidak memandang wajahnya yang serius mengerjakan gambarnya, dan hal lainnya yang tidak ingin kubayangkan.


"Eh, katanya di kelas kita mau ada anak baru lho." Samar-samar aku mendengar suara teman-temanku yang sedang bergosip membicarakan rumor bahwa akan ada anak pindahan ke kelasku. Heran, sudah kelas 12 tetapi masih ada saja yang pindah.

Aku melangkah menuju tempat duduk dan kulihat Reino sedang asik dengan komik manga yang baru dibelinya kemarin. "Serius banget bacanya, belajar Rei belajar, udah kelas 12 juga masih aja hobi baca ginian," ucapku sembari mengambil komik itu dari tangannya.

"Rese, sini balikin komiknya. Lagian gue nggak belajar juga nilai gue udah bagus tuh. Nggak kaya elo," ucapnya sambil merebut kembali komiknya dari tangku.

Aku mendengus sebal dan berpura-pura tidak peduli dengan ucapannya. Tak alam kemudian guru yang mengajar di kelas kami pun masuk diikuti dengan seorang gadis di belakangnya. Ternyata rumor tentang murid pindahan itu benar adanya.

"Anak-anak, dikelas kalian kedatangan murid baru. Bapak harap kalian bisa saling membantu dan berteman dengan Alana. Alana silahkan perkenalkan diri kamu."

"Salamat pagi semuanya, nama saya Alana Caroline, pindahan dari Harriot International High, senang bertemu kalian dan mohon bantuannya," katanya seraya menunduk dan kemudian tersenyum.

Cantik. Satu kata yang bisa kudefinisikan untuknya. Rambut kecokelatan panjang yang ikal di bagian bawahnya, bulu matanya yang lentik dan bola matanya yang cokelat menambah kesempurnaan di dirinya. Dapat dilihat bahwa semua anak lelaki di kelasku sedang terkagum-kagum padanya. Seketika aku pun menoleh pada lelaki disebelahku ini, dan suprise, Alana sukses mengalihkan perhatiaanya dari komik kesayangannya.

Mata jelas terkunci pada sosok Alana, aku mendengus pelan dan melihat ke arah luar jendela, berusaha untuk tidak peduli dengan semua ini.

"Alana, silahkan duduk disitu dan anak-anak mari kita mulai pelajaran hari ini."

Kulihat Alana melangkahkan kakinya ke bangku yang ada didepanku, karena hanya itulah satu-satunya bangku kosong yang ada.

Alana yang sudah duduk di bangkunya kemudian menoleh ke arahku dan Reino. "Hai, gue Alana. Mohon bantuanya ya," katanya seraya mengulurkan tangan dan tersenyum.

"Reino," ucap reino membalas uluran tangannya dan balas tersenyum. Sial, dulu pas kenalan sama aku aja Reino boro-boro mau jabat tangan, nengok pun enggak.

"Vanya," ucapku kemudian dan mencoba memaksakan diri untuk tersenyum. Alana kemudian membalikkan badannya dan bersiap untuk memulai pelajaran.

Untuk pertama kalinya sepanjang hari aku merasa sangat kesal karena sepanjang hari itulah Alana dan Reino tiada henti-hentinya bercanda dan tertawa bersama. Ugh, aku melihat jam di pergelangan tanganku dan waktu pulang ternyata masih cukup lama. Tahan Vanya tahan, abaikan abaikan, aku mencoba memfokuskan diri ke buku Kimia yang ada di depanku.

"Kok lo mendadak jadi pendiem Van? Biasanya ngoceh mulu nggak berenti-berenti." Tiba-tiba Reino menyenggol tanganku dengan sikunya. "Baca buku kimia? Nggak salah? Lo sakit ya? Gue anter ke UKS ya," ujarnya sambil menaruh tangannya di kepalaku dan tertawa cekikikan.

"Apaan sih lo, lebay," Aku bangkit dari kursiku dan meminta izin pada Bu Irna untuk ke toilet. Entahlah, perasaanku hanya tidak tenang. Pasalnya, baru kali ini ada seseorang yang bisa membuat Reino mengobrol nyaman selain aku. Aku senang Reino mempunyai teman baru yang membuatnya nyaman tapi hatiku jelas menolaknya.

Aku melihat ke cermin toilet, melihat sosok gadis dengan rambut sebahu yang tidak bisa dibilang indah. Sangat berbanding terbalik dengan Alana sang bidadari, aku melangkah keluar dari toilet dengan perasaan sedih, mungkin saat ini bumi sedang tidak berpihak kepadaku.

***

Sudah 3 bulan sejak kepindahan Alana ke sekolah ini. Dan ternyata Alana merupakan gadis yang baik. Aku pun tidak menyangka bahwa saat ini kami teman dekat. Biasanya hanya ada aku dan Reino di bukit belakang saat pulang sekolah, kali ini ada Alana yang bergabung bersama kami. Aku senang, karena Alana merupakan orang yang baik.

Walaupun terkadang aku merasa jealous setiap kali Reino memperhatikan Alana dengan berlebihan. Dan Alana merupakan orang yang sangat mudah bercanda, tertawa, memulai pembicaraan, yang sangat jauh berbeda sekali dengan diriku. Tapi hal itu tidak membuatku membenci Alana, aku malah banyak belajar darinya untuk menjadi seseorang yang lebih percaya diri.

Malam ini Reino datang ke rumahku. Hal yang biasa dia lakukan setiap Jumat malam. Entah untuk belajar atau hanya mengobrol. Aku membawkan oreo milkshake untuknya ke pinggir kolam renang dan kulihat dia seperti sedang gelisah.

"Van, gue boleh ngomong sesuatu sama lo?" Katanya tiba-tiba. Deg, jantungku serasa berdetak lebih cepat, apa Reino akan bilang perasaannya kepadaku? Aduh Van jangan geer dulu deh.

"Ngomong aja kali, biasanya juga lo nggak pake minta izin dulu," kataku mencoba tetap tenang.

"Gue suka sama..." Deg, jantungku makin berdetak tidak karuan menunggu dia meneruskan kalimatnya.".. Alana."

Aku terdiam membisu. Tidak tahu harus berkata apa. Rasaya semua yang sudah kubangun selama ini hancur seketika. Aku bersusah payah menahan air mataku agar tidak menetes, berusaha tidak menampilkan perih dan kesedihan yang saat ini sedang kurasakan.

"Menurut lo gimana? Gue mau nembak dia besok. Kira-kira apa yang harus gue siapin? Bunga ya? Atau boneka?" Katanya dengan bersemangat. Aku harus kuat, aku tidak ingin menghancurkan semangat Reino.

"Kayaknya nggak perlu Rei, yang penting lo harus tunjukkin kalau lo benar-benar tulus sama dia. Gue rasa itu sudah cukup. Gue yakin Alana juga punya perasaan yang sama dengan lo," kataku mencoba tetap tenang.

"Gitu ya? Lo emang pengertian banget. Thanks ya Van lo emang sahabat terbaik gue," katanya sambil mengacak-acak rambutku dan mencubit pipiku.

Sahabat terbaik. Kata-kata itu terus terngiang di telingaku.

Sepulangnya Reino dari rumahku, aku menangis sejadi-jadinya. Meratapi kesedihan yang kurasakan. Salahku bila saat ini ada orang lain yang mengisi hati Reino. Salahku yang tidak pernah mengungkapkan padanya. 

Aku mengambil bingkai foto kecil yang selalu terletak di meja samping tempat tidurku, foto yang selalu kupandangi saat bangun dan hendak tidur. Kini tiada lagi artinya. Aku membanting foto itu ke lantai dan berteriak sekencangnya. Malam itu, benar-benar malam yang pedih untukku.

***

Tokyo, 2019

Aku memasang earphone di telingaku dan berjalan menuju kantor melintasi keramaian Tokyo. Kota yang ramai tapi tetap tenang dan teratur. Aku tersenyum, tidak pernah menyangka akan bekerja dan hidup sendiri di kota ini.

Setelah malam itu, keesokan harinya Reino benar-benar menyatakan cintanya pada Alana dan diterima dengan senang hati. Mereka terlihat sangat bahagia. Aku juga bahagia, tapi rasa sakit itu tetap mendominasi.

Walau bagaimanapun aku tetap mendukung mereka, sahabat-sahabat terbaikku. Tidak ada perubahan sikap di antara aku dan Reino, hanya saja saat itu aku mulai membiasakan diri pergi dan pulang sekolah dengan sopir pribadiku, karena sudah ada Alana yang menaiki singgsana motor Reino.

Setelah kelulusan, aku memutuskan untuk menyusul kak Algi ke Aussie dan diterima di jurusan Performing Arts of Communication di kampus yang sama dengan kak Algi.

Jurusan yang sangat kuminati karena sesuai dengan hobiku menulis novel, skenario film dan pertunjukan seni. Aku sangat menikmati masa-masa kuliah, aku bertemu dengan banyak teman yang baik. Namun untuk masalah perasaan, aku tidak pernah merasakan hal yang sama dengan apa yang kurasakan pada Reino. Aku tidak terlalu membuka diri pada siapapun, aku hanya takut akan merasakan sakit yang sama dengan saat itu.

Reino diterima di jurusan animasi di salah satu kampus ternama di Indonesia, sesuai dengan impiannya. Aku sangat bahagia mendengarnya. Sedangkan Alana memutuskan kembali ke kotanya dan mengambil jurusan business.

Hubungan Reino dan Alana pun masih tetap berlanjut walaupun mereka harus menjalani LDR. Sesekali kami bertukar pesan, menanyakan kabar dan menguncapkan rindu satu sama lain. Namun seiring berjalannya waktu, bertukar kabar rasanya semakin sulit hingga kebiasaan itu menghilang perlahan.

Setelah kelulusan aku mendapat tawaran pekerjaan di Tokyo yang tanpa ragu langsung kuterima. Aku bekerja sebagai director di salah satu perusahaan animasi di Tokyo. Miris bukan, aku yang ingin melupakan Reino malah diterima di perusahaan impiannya.

Semua hal ini mengingatkanku padanya, tapi aku berusaha untuk tidak menghiraukannya. Tahun ini adalah tahun ketigaku bekerja disini dan sudah lama sekali sejak kabar tearkhir dirinya. Sampai saat ini aku tidak tau dimana dia berada atau bagimana kabarnya.

Kadang aku merindukannya tapi aku menepis semua kerinduan itu dan percaya bahwa suatu saat aku bisa bahagia tanpa bayang-bayangnya. Semua kenangan tentangnya sudah kusimpan dan kututup rapat, kenangan yang paling indah dan juga menyakitkan.

Hidupku sekarang jauh lebih baik karena aku sudah lama mengikhlaskannya dan menjalani semua ini dnegan senang hati. Kadangkala kak Algi menanyakan tentang kehidupan asmaraku tapi aku hanya ingin fokus pada karieku saat ini.

Aku kembali fokus pada jalan raya dan melihat raya dan melihat betapa indahnya bunga sakura yang sedang berguguran. Sebelum memasuki kantor, aku berhenti sejenak di salah satu pohon sakura di depan kantor. Tidak ada yang kulakukan, hanya melihat keindahan kelopak sakura yang berjatuhan dari jarak dekat. Tiba-tiba ....

"Moshi moshi..." aku mendengar suara yang sangat familiar di telingaku. Suara yang sudah lama tidak kudengar, dan sangat kurindukan. Aku terdiam terpaku, tidak berani menolehkan kepalaku ke arah suara itu. Takut kalau itu hanya imajinasiku saja.

"Benar nggak kalau kecepatan bunga sakura jatuh itu 5cm per detik?" ucap suara itu lagi. Dan lagi ini aku memberanikan diri melihat ke arahnya.

Sosok lelaki jangkung yang tidak berkurang ketampanannya itu saat ini tersenyum menatapku. Aku diam tak bergeming, mencoba mencari kebenaran dari matanya bahwa yang kulihat memang benar dia.

"Watashi wa anata ga koishi, Vanya-chan..." Tanpa kusadari air mataku menetes.

Jelas aku juga merindukanmu. Aku tetap diam tak bergerak, masih takut kalau ini semua hanya mimpi. Tapi walaupun ini semua hanya mimpi, biarlah aku hanya ingin menikmati saat ini. Benar kan?

"Rei..."

***

Penulis lahir di Bandar Lampung, 14 Agustus 1996 dengan nama Radina Ajeng Prameswari. Satu-satunya anak perempuan dari tiga bersaudara. Impiannya ingin tinggal di luar Lampung tapi saat ini belum tersampaikan dan hanya tertuang dalam hobinya menulis dan mengarang bebas. Cerpen ini merupakan salah satu karya yang paling baru dari penulis.

Ngakak! Buka Bukaan Gaya Pacaran Dalam Chatting Kids Zaman Now

Ngakak! Buka Bukaan Gaya Pacaran Dalam Chatting Kids Zaman Now

INIKECE - Dimasuk asmara, seolah sudah lupa segalanya. Masalah dari segala hubungan percintaan itu, tidak selamanya dibumbuhi dengan ketulusan, alias ada maunya. Umumnya si kalau cowok, hanya ingin hubungan di ranjang saja.

Sebaliknya kalau cewek cuma ingin duitnya saja. Seperti kasua dua sejoli yang viral beberapa waktu waktu yang lalu. Usut punya usut sicowok punya niatan lain dalam menjalin hubungan dengan pasangannya. Bahkan dirinya meminta foto telanjang pada gebetannya itu.

"Anget-anget tai ayam", Cinta Mereka Lagi Kembang-Kembanganya


Penasaran Atau Manfaatin Kesempatan? Dasar Lelaki ...


Pacar sih Pacar, Gak Segitunya Kali, Halalin Aku Dulu Lah...


Iya, Benar Juga Ya Mbak... Ati-Ati


Astaga Mbak... Nyebut....



Sudah Dikasih Hati Masih Minta Jantung


Nah ini nih, Gunting Dalam Lipatan, Udang Dibalik Batu, Bisul Di Antara Ketiak


Noh Makan Tuh Dengkul Doang


Ya Kena Jebakan Batman Sih Cowoknya Ini, Salah Sendiri Sih


Serangan Makan Tuan, Jangan Sampai Deh Main-Main Sama Calon Emak-Emak


Kata Katamu Tak Lebih Dari Huruf Hijaiyah Tanpa Harokat Bang, "Tidak Bermakna"


Tuh kapok sendiri kan akibatnya, makanya kalau menjalin hubungan jangan main-main. Sekarang kena batunya juga kan. Ini juga bisa jadi pelanjaran buat kita agar lebih awas dalam menjalin hubungan, bukan karena cinta melainkan memang ada maunya. Hati-hati ya guys.

Traveling Unik Ala Pasangan Suami Istri Dengan Bus Sekolah

Traveling Unik Ala Pasangan Suami Istri Dengan Bus Sekolah

INIKECE - Traveling banyak dilakukan orang-orang untuk melepas stress dan melihat dunia luar yang begitu indah yang mengasikkan. Banyak orang yang telah banyak melakukan aktivitas di luar sana, seperti bekerja telah memakan waktu mereka yang begitu banyak.

Tak sedikit orang, untuk melepas suasana hati yang telah lelah dan membersihkan pikiran, orang-orang lebih memilih untuk melakukan traveling atau berjalan-jalan ke berbagai negara atau wilayah.

Beruntung Chase Green, 28 dan Mariajos Trejo, 25, berani membuat keputusan hebat dan mewujudkan impian serupa. Pasangan suami istri dan Nashville, AS tersebut berani 'menukar' pekerjaan dan menyerahkan rumah mereka dengan sebuah kehidupan yang penuh petualangan.

Chase dan Mariajos telah melakukan perjalanan dari Wisconsin ke Arizona, Puerto Rico ke Tennessee sambil menjadi pekerja freelance. Nggak cuma itu, mereka melakukannya dengan penuh gaya, yaitu dengan mengubah bus sekolah menjadi van mewah yang biaya perbaikannya bisa mencapai sekitar 49 juta Rupiah untuk traveling.


'Rumah Baru' mereka ini isinya lengkap banget, mulai dari tempat tidur king size, kamar mandi dengan toilet dan showe, tangki air, panel surya, lemari es, sampai dapur. Proses perbaikan ini membutuhkan waktu empat bulan.

"Kami telah menonton orang-orang yang mengubah bus dan van di YouTube." jelas Chase. "Semua ini terjadi berkat ayah saya yang  menunjukkan kepada kami beberapa video serupa dan kami berdua benar-benar menyukai gagasan ruang kecil. Padahal sebelum ini, kami tinggal di rumah yang sangat luas dan memiliki banyak kamar yang tidak pernah terpakai, itu jelas sia-sia."



Chase, yang bekerja sebagai desainer grafis dan Mariajos, seorang make-up artist dari Venezuela, memulai traveling sejak tahun lalu bersama dua anjingnya. Mereka telah membagikan semua petualangan mereka sejauh ini di akun Instagram mereka yang memiliki 18.000 pengikut.

Media sosial juga merupakan sumber pendapatan lain bagi mereka dengan melakukan endosement.


Di sisi lain, gaya hidup mereka yang terdengar indah ini tidak sepenuhnya lepas dari tekanan. Menemukan air minum yang cukup dan layak dikonsumsi adalah sebuah tantangan. 

Mencari tempat parkir juga bisa menjadi mimpi buruk. "Dibutuhkan banyak perencaan, banyak riset, dan kadang-kadang kami menemukan beberapa rencana yang meleset karena terhalang aturan baru yang berlaku di wilayah tertentu," tambah Chase.


"Terlepas dari kerumitan itu, kami tidak akan menukar kehidupan ini untuk kembali ke rutinitas awal yang mengharuskan kami bekerja selama jam 9 pagi sampai jam 5 sore." pada akhirnya, mereka hanya berharap agar bisa membeli tanah dan membangun rumah kecil, sambil tetap melakukan traveling.

Apkasi Otonomi Expo 2019, Telah Menjadi Perhatian Dari Fesyen Jember

Apkasi Otonomi Expo 2019, Telah Menjadi Perhatian Dari Fesyen Jember

INIKECE - Sepasang pria dan wanita berdiri mengenakan kostum cerah warna-warni dengan corak mencolok di sudut anjungan Kabupaten Jember yang terdapat di hall B JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7) siang itu. Beberapa pengunjung berfoto bersama kedua peraga busana itu.

Sembari menunjuk peraga busana wanita, Sri Wulan Nawang Sari dari Paguyuban Duta Wisata 'Gus dan Ning' Kabupaten Jember menjelaskan motif pakaian tradisional Kalimantan yang menjadi dasat desain kostum. 

Menurut Wulan, sang perempuan sedang mempromosikan even karnaval fesyen yang dinamai Jember Fashion Carnaval (JFC).

"Jember Fashion Carnaval diakui sebagai even karnaval terbesar ke-3 di dunia," kata Wulan di hadapan para putri perwakilan daerah kota atau kabupaten se-Indonesia yang mengikuti sesi tur anjungan.

Jember merupakan satu dari 156 kabupaten yang mempromosikan produk unggulannya dalam Apkasi Otonomi Expo 2019. Menurut Wulan, produk unggulan Jember dipromosikan dengan sebutan 4C, yakni coffe (kopi), chocolate (kokoa), cigar (tembakau), dan culture (budaya).

Tim kreatif JFC, Alit Bahtiar mengatakan, ide JFC berawal dari acara tahunan keluarga besar Dynand Fariz saat silaturahmi atau halal bihalal sesudah perayaan Idul Fitri. Para anggota keluarga ditentukan mengenakan model pakaian (dress code) yang seragam.

Lambat laun, gagasan Dynand Fariz itu mulai dilirik oleh pemerintah daerah dan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember. Berbasis kebiasaan keluarga Dynand itu, JFC diselenggarakan sebagai peragaan busana unik di halaman alun-alun kota Jember sejak 2001.

Sebagai ajang karnaval fesyen yang terkenal hingga mancanegara, JFC adalah ujung tombak produk budaya Jember. Berbasis kebiasaan keluarga Dynand itu, JFC diselenggarakan sebagai peragaan busana unik di halaman alun-alun kota Jember sejak 2001.

Sebagai ajang karnaval fesyen yang terkenal hingga mancanegara, JFC adalah ujung tombok produk budaya Jember. Hingga kini, kata Alit, JFC berkembang sebagai acara tahunan di Jember dengan jarak rute karnaval sepanjang 3,7 kilometer.

"Dana diupayakan secara pribadi oleh JFC. Setelah acara ini menarik perhatian masyarakat nasional dan internasional, Pemkab Jember lalu memfasilitasi perizinan, Kementerian Pariwisata juga membantu pendanaan sampai sekarang," tutur Alit.

Setiap penyelenggaraan JFC, kata Alit, tak luput dari liputan bermacam media masaa, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini semakin memperluas pamor JFC hingga disejajarkan dengan even karnaval busana serupa di negara lain.

Menurut Alit, kekhasan JFC adalah rancangan kostum yang dibikin dengan memadukan kekayaan corak tradisional Indonesia dan idiom rupa dari negara-negara lain.

Dia mencontohkan, desain kostum pasangan pria-wanita pada Apkasi Otonomi Expo 2019 berandkat dari corak Kalimantan yang dipadu-padankan dengan pola pakaian Suku Aztec, Meksiko.

Dengan penambahan aksesoris topeng dan rumbai-rumbai hijau, corak busana wanita khas Kalimantan diperkuat untuk menandakan karakter ritual Hudoq dalam masyarakat adat Kalimantan yang bertujuan mengusir gangguan atau nasib buruk.

"Adapun kostum pria bercorak pakaian khas suku pedalaman Aztec di Meksiko, Amerika Selatan. Sebagian besar modal desain kostum kami olah dari bahan yang sudah tidak terpakai lagi," ujar Alit.

Bahan-bahan bekas itu antara lain kain perca bekas taplak meja, karet bekas matras atau alas tidur, bulu-bulu ayam yang sudah rontok, dan tutup botol minuman kemasan.

Sebuah kostum umumnya dibikin selama 1-2 bulan, tergantung kesulitan dan detail rancanganny. Dalam pelaksaan JFC ke-18 pada 31 Juli-4 Agustus mendatang, Alit mengatakan, desain dan konsep JFC bertema tribal grandeur yang mengangkat kejayaan suku-suku bangsa di dunia.

- Terus Promosi

Menurut Alit, JFC cenderung lebih banyak menjadi pembiacaan di luar negeri ketimbang di Tanah Air. Karena itu, diperlukan pengenalan secara lebih meluas kepada masyarakat lewat ajang pameran produk daerah, seperti Apkasi Otonomi Expo.

"Rasa memiliki masyarakat terhadap kekayaan budaya di Indonesia perlu ditumbuhkan agar semakin peduli untuk menikmati sekaligus merawat seni budaya Tanah Air," kata dia.

Pelaksana tugas (Plt) Tata Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Jember Farisa Jamal mengatakan, Apkasi Otonomi Expo adalah kesempatan emas bagi para aparatur pemerintah daerah untuk saling berbagai ilmu. Ajang Apkasi juga jadi jalan mempromosi produk-produk inovatif.

"Dari tahun ke tahun penyelenggaraan Apkasi Otonomi Expo yang kami ikut, kami banyak menerima tawaran investasi luar Jember dan Internasionak. Ini bagus sekali untuk memperluas pasar produk daerah kami," ujar Farisa.

Keindahan Yang Sangat Menenangkan Hati Dan Pikiran!

Keindahan Yang Sangat Menenangkan Hati Dan Pikiran!

INIKECE - Menjadi salah satu keajaiban alam terindah, Pantai. Seolah dapat menyaksikan keagungan karya tangan Tuhan melalui sebuah wujud panorama, pantai jelas merupakan jawabannya.

Lepas dari semua gurauan ringan mengenai pantai sebagai tempat bersantai. Tidak dapat dipungkiri, pantai merupakan salah satu tempat kita tahu betapa luasnya dunia dan betapa kita sebagai manusia.

Tidak ada batas garis ukur untuk menakar besarnya dunia ketika kita memandang jauh ke bentangan laut biru di pantai. Juga tidak akan pernah takaran bentuk yang pasti untuk planet bumi.

Bulat, garis, atau apapun persepsi yang tercipta oleh manusia, semua muncul ketika menyaksikan ajaibnya bentang samudera di pantai. Lepas dari segala hal barusan, satu hal yang dapat dipastikan, pantai sungguh merupakan salah satu ciptaan alam yang paling menakjubkan.

Bagi anda para traveler, berikut keindahan pantai yang dapat menenangkan hati dan pikiran kita.

1. Hawai - Sunset Beach, Oahu

Tepat di Oahu, Honolulu. Dimana terletak sebuah titik pantai yang luar biasa cantik. Apalagi jika dikunjungi saat matahari tenggelam meninggalkan cahaya keemasan. Dan sesuai fakta tersebut, pantai ini bernama Sunset Beach.
2. Pulau Komodo - Pink Beach
Pasir merah muda dan indahnya bentangan luas samudera di Pink Beach, Pulau Komodo sungguh memukau. Pantai ini pun kerap menjadi destinasi favorit turis karena daya tarik warna pasir yang khas.
3. Bermuda - Horseshoe Bay Beach
Bermuda, tempat pantai dengan suasana yang sedikit lebih ramai. Tepatnya menuju keindahan pantai Horshoe Bay Beach yang dikenal dunia dengan pasir putih dan air laut sebening kristal.
4. Sydney - Bondi Beach
Angka dengan pengunjung yang terbilang cukup ramai. Apalagi saat memasuki musim liburan. Bondi Beach di Sydney, Australia, lebih dari layak untuk dicantumkan sebagai salah satu pantai terbaik dunia.
5. Nantucket, MA - North Male Atoll Siasconset Beach
Lokasi letak pantai indah di unggahan foto di atas. Pantai indah berusan bernama Siasconset Beach, berlokasi di Nantucket, MA.
6. Yunani - Elafonisi, Crete
Istimewa dari Elafonisi Beach di Yunani. Indah? Sudah pasti, keistimewaan lainnya, pantai ini merupakan habitat dari spesies kura-kura langka yang bernama Caretta-Caretta. Pantai ini dikategorikan sebagai kawasan alam terlindung di Yunani.
7. La Digue - Anse Source D' Argent
Gugusan karang batu yang unik menjadi karisma tersendiri dari pantai berikut ini. Anse Souce D'Argent di La Digue dikenal sebagai salah satu pantai paling menakjubkan di dunia.
Tidak percaya? Coba telurusi di internet mengenai pantai terindah dunia dan lihat urutan pertama nama yang muncul di hasil pencarian.
8. Cayman Island, Seven Mile Beach, Grand Cayman
Membahas keindahan pantai selalu menyenangkan. Untuk itu, mari menikmati pemandangan pantai spektakuler selanjutnya ke Seven Mile Beach di Pulau Cayman. Damai sekaligus memberikan ketenangan.
9. French Polynesia, Bora Bora

Nama Bora Bora juga telah mendunia. Tidak hanya di telinga para traveler, keindahan pantai di Frech Polynesia berikut ini bahkan telah sampai ke telinga masyarakat awam. Bicara pantai terindah, tentu saja nama Bora Bora spontan terlintas.

10. Maldives, North Male Atoll
Baik North Male Atoll, maupun South Male Atoll, keduanya indah tiada tara. Terletak di kepulauan Maldives, keduanya layak dilabelkan sebagai pantai terindah yang ada di dunia. 

Dikagumi Oleh Raksasa Online Tiongkok Hingga Maskapai Terbaik Singapura Dari Karya Livi Zheng

Dikagumi Oleh Raksasa Online Tiongkok Hingga Maskapai Terbaik Singapura Dari Karya Livi Zheng

INIKECE - Sebuah karya Livi Zheng menjadi sangat antusias bagi sejumlah negara. Singapore Airlines membeli hak tayang film karya Livi Zheng, Bali : Beats of Paradise. Maskapai penerbangan internasional yang memiliki jaringan destinasi penerbangan di 130 kota di dunia ini.

Telah menayangkan film Bali : Beats of Paradise di kursi-kursi penumpang sejak awal Mei 2019. Film yang sebelumnya mendapat apresiasi dari Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan tiga menteri di kabinet pemerintah Jokowi, direncakan juga akan ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia pada 22 Agustus 2019.


Pilihan Singapore Airlines menayangkan film Bali : Beats of Paradise, tentu tak hanya karena tayangan keindahan pariwista Bali dalam film tersebut. Namun, juga karena mengangkat kisah inspiratif pemain dan komposer gamelan Nyoman Wenten.

Mengejar mimpi sebagai seniman Bali di Amerika Serikat lewat musik gamelan Bali. Setelah 40 tahun malang melintang, Wenten yang akan kembali ke kampung halamannya di hari tuanya, ingin meraih sesuatu yang bisa membanggakan Tanah Air-nya, di antaranya berkolaborasi dengan pemenang Grammy Award Judith Hill.

Lewat film Bali : Beats of Paradise, Wenten dan Judith berhasil membuat perpaduan masuk tradisional Bali yang pentatonik dengan musik funk.

M. Jusuf Kalla, yang akrab disapa Pak JK sangat mendukung dan mengapresiasi karya Livi, yang sempat ditontonnya saat Livi menayangkan trailernya di rumah dinasnya pada bulan Februari 2019.

Setelah menonton tralier film Bali : Beats of Paradise, Pak JK terkesan dan meminta Livi agar terus menggali film yang berkisah tentang Indonesia. Pasalnya, film tersebut merupakan salah satu sarana ampuh untuk memperkenalkan Indonesia dan keragaman budayanya di dunia Internasional sehingga Indonesia lebih dikenal lagi dari pada sekedar pariwisata Bali.

Dukungan dan apresiasi yang sama juga diberikan tiga menteri kepada karya Livi, Bali : Beats of Paradise. Di acara "WOW Brand Festive Day 2019". yang dihadiri 500 undangan pemegang brand di Indonesia, di Jakarta, pada akhir Maret 2019, tiga menteri tersebut adalah Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Mereka tak hanya mendukung, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap Livi Zheng yang menerima penghargaan sebagai Tourism Marketeers of The Year 2019.

Penghargaan ini diberikan kepada Livi Zheng di acara tersebut, bukan hanya karena popular di Hollywood tetapi juga berjasa mengharumkan budaya dan nama Indonesia di dunia lewat film karyanya tersebut.

Apresiasi Perusahaan Online Terbesar China

Kabar terbaru yang juga membanggakan di antaranya karena Bali " Beats of Paradise baru-baru ini tanda tangan untuk didistribusikan olleh iQiyi, salah satu perusahaan online streaming terbesar di dunia, yang berbasis di Beijing, China.

Perusahaan milik taipan China, Baidu, yang memiliki 96,8 juta pelanggang di dunia tersebut, akan menyangkan Bali : Beats of Paradise yang sempat masuk seleksi nominasi Oscar untuk kategori The Best Picture.

Sebelumnya film Bali : Beats of Paradise sudah tayang di bioskop-bioskop Amerika dan Korea Selatan. Tidak banyak film seperti Bali : Beats of Paradise dapat ditayangkan di bioskop-bioskop komersil.

Livi Zheng snagat bersyukur filmnya kembali mendapat apresiasi tinggi dari sejumlah perusahaan Internasional. "Musik gamelan dan Indonesia akan semakin dikenal dan meluas ke seluruh dunia. Saya sangat bersyukur atas apresiasi perusahaan Internasional tersebut," ujar Livi.