Akibat Diteriaki Virus Corona, Mayat Diindramayu Tidak Ada Yang Berani Evakuasi

INIKECE - Akibat dari penyebaran virus corona tersebut banyak sekali menjadi orang ketakutan dan lebih memilih untuk menjaga diri dan jauhi orang-orang terlebih dahulu. Banyak orang sekarang lebih memilih dirumah saja.

Keajaiban Bumi Yang Belum Terpecahkan Hingga Sampai Sekarang, Menjadi Misteri Bumi

INIKECE - Bumi selalu memiliki keajaiban, hingga fenomena alam yang luar biasa, sampai ada suatu tempat dimana tidak dapat diteliti keajaiban bumi tersebut dikarena masih menjadi misteri teka-teki bagi para ilmuan.

Cerita Power Girl! Pesona Sang Gadis Jagoan

INIKECE - Suara gaduh dan teriakan terdengar dari ruangan penuh matras dengan tulisan Ruang Latihan Judo itu. Terlihat seorang gadis dengan rambut kuncir kuda sedang bergulat dengan lelaki yang memiliki ukuran tubuh sedikit lebih besar darinya.

Ramalan April Hari Ini Berdasarkan Zodiak, Simak Yuk!

INIKECE - Diakhir pekan ini, ramalan zodiak hari ini meminta Scorpio dan Aquarius untuk lebih peka terhadap pasangan jika tidak ingin hubungan menjadi buruk. Sementara itu, Virgo diharapkan lebih waspada karena berisiko terkan alergi. .

Romance Remaja! So I Love My Ex - Dia Bukan Lagi Si Cungkring, Part 2

INIKECE - Aluna menarik dan membuang napasnya. Ia memalingkan wajah saat melihat keberadaan Zello. Oke, Aluna memang tahu Zello kuliah di tempat yang sama dengannya, tetapi dia tidak pernah tahu bahwa Zelo ada di Fakultas Ekonomi.

Episode 4!, Sinopsis Film Itaewon Class, Sebuah Pengakuan

Episode 4!, Sinopsis Film Itaewon Class, Sebuah Pengakuan

INIKECE - Sae Ro-Yi mencoba untuk bersabar menghadapi ejekan dari Geun Won. Ia mengungkapkan bahwa sudah punya rencana selama 15 tahun sampai kasusnya yang dulu itu kedaluwarsa. Sae Ro-Yi meminta Geun Won untuk menunggunya.

Di SMA Yonggak, Geun Soo dan Jo Yi Seo berlari berdua mengelilingi lapangan. Geun Soo mengatakan bahwa hukuman yang mereka terima hanya menulis permintaan maaf dan berlari sedangkan Sae Ro-Yi malah harus menutup tokonya. Ia heran mengapa Sae Ro-Yi bisa tidak marah pada mereka. Jo Yi Seo membalas bahwa ia hanya pamer sok dewasa.


Mereka berdua melanjutkan hukuman dengan menulis permintaan maaf di keras. Di kertas tersebut, Jo Yi Seo malah menggambar sosok Park Sae Ro-Yi.

Di Kedai Jangga yang tutup, Seung Kwon menghantamkan kepalanya berkali-kali ke meja. 

Delapan tahun yang lalu, saat Seung Kwon dipenjara...

Seung Kwon mengenalkan diri pada tahanan yang lain. Tahanan yang paling dihormati, Kim Hee Hoon mengatakan bahwa Seung Kwon lebih muda dari Sae Ro-Yi jadi ia harus menjaganya. Sae Ro-Yi sendiri sibuk membaca buku biografi dari Jang Dae Hee.


Seung Kwon menanyakan apa yang dilakukan Sae Ro-Yi, ia ingin tahu buku apa yang dibacanya dan apa gunanya. Sae Ro-Yi bilang ia ingin banyak hal meski terlahir tak punya apa-apa.

Sae Ro-Yi juga mengatakan bahwa sebagai narapidana juga harus berusaha. Seung Kwon rupanya tak suka diceramahi, ia marah dan memukuli Sae Ro-Yi. Petugas kemudian menghentikannya. Sae Ro-Yi berteriak pada Seung Kwon bahwa ia bisa memulai jadi apa saja meski nanti bekas narapidana. Ia berkata bahwa hidupnya baru dimulai.


Keluar dari penjara, Seung Kwon tetap menjadi mafia. Ia menjadi anak buah dari mantan tahanan yang lain yaitu Kim Hee Hoon. Mereka datang saat Sae Ro-Yi baru membuka Kedai Danbam.

Setelah itu Seung Kwon jadi sering minum di Kedai Danbam. Ia mengatakan senang melihat Sae Ro-Yi kerja di sana. Seung Kwon rupanya ingin memulai hidup yang benar seperti dirinya.

Di rumah Jo Yi Seo, ia mencoba mencari tahu tentang Park Sae Ro-Yi di internet namun tak menemukan apapun. Ia lalu mencari tahu tentang Jang Geun Won dan menemukan artikel ia pernah mengalami percobaan pembunuhan.


Jang Geun Won berbincang dengan ayahnya di rumah, mereka bermain catur tradisional cina. Ia bercerita bahwa adiknya, Jang Geun Soo beberapa waktu lalu mendapat masalah karena pergi ke kedai milik Park Sae Ro-Yi walau masih di bawah umur. Karena hal itu akhirnya Sae Ro-Yi dilarang berjualan selama dua bulan.

Di suatu tempat karaoke, Sae Ro-Yi menyanyi dengan riang. Ia ditemani Seung Kwon dan Hyun Yi. Mereka kemudian minum-minum bersama Seung Kwon meminta maaf berkali-kali.


Di perusahaan Jangga, para pejabat mengatakan bahwa mereka terkejut saat pemimpin perusahaan menampar anaknya, Geun Won. Mereka juga khawatir karena Presdir Jang sudah tua dan penerusnya anak yang tidak bisa diharapkan. Mereka mengatakan bahwa akan mendukung Dikektur Kang. Namun Direktur Kang tampaknya kurang menyukainya. Ia mengatakan Geun Won masih terlalu muda untuk menjadi tameng para direksi.



Jo Yi Seo pergi mengikuti perayaan tahun baru. Bersama dua orang temannya, Jo Jo Yi Seo pergi ke restoran untuk minum-minum, saat itu usianya sudah 20 tahun. Ia diterima di semua universitas yang dilamarnya.

Ia menyebut mau berteman dua orang gadis itu karena latar belakang orang tuanya. Tiba-tiba seorang pria duduk disampingnya dan meminta agar mereka duduk bersama dengan rekan-rekan prianya.

Jang Geun Soo mengirim pesan untuk Jo Yi Seo namun tidak dibalas. Tak jauh dari sana, ayahnya yaitu Jang Dae Hee melihatnya dari balik kaca mobil. Ia mendapat informasi bahwa Geun Soo tinggal di tempat yang sempit.

Jo Yi Seo minum-minum dengan para pria asing itu. Ia merasa bosan bersama dengan mereka yang dianggapnya bodoh. Ia lalu teringat dengan Park Sae Ro-Yi. Sejak bertemu denganya, ia tak tertarik dengan apa pun.

Sementara itu, Park Sae Ro-Yi datang menemui Soo Ah. Mereka minum bersama. Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia masih mengejar Soo Ah. Soo Ah sendiri mengungkapkan bahwa ia tetap mendukungnya.


Jo Yi Seo pergi sendirian, ia lalu dikejar oleh pria yang mengajaknya tadi. Namun Jo Yi Seo mengatakan ia tak suka hal semua darinya, jadi ia pergi saja. Rupanya pria itu tetap menahannya, ia mengatakan harga minuman tadi mahal.

Yi Seo kemudian melemparkan uang padanya untuk pengganti. Pria itu tersinggung dan menamparnya. Yo Seo mengeluarkan kemampuan bela dirinya dan membanting pria itu. Ia berlari tapi terus dikejar.

Di sebuah toilet, Jo Yi Seo malah bertemu dengan Park Sae Ro-Yi. Pria itu juga tiba di sana memintanya untuk pergi dengannya, ia mengatakan Yi Seo pacarnya.


Sae Ro-Yi menyadari pipi Yi Seo bengkak. Pria itu memintanya tak ikut campur. Sae Ro-Yi lalu bertanya pada Yi Seo apa ini berarti ikut campur. Yi Seo tersenyum menjawab bahwa ia meminta ditolong. Sae Ro-Yi kemudian menggandeng Yi Seo dan mengajaknya pergi. Pria itu mengejar mereka.

Sae Ro-Yi dan Yi Seo berlari, Soo Ah lalu diajak ikut berlari bersama mereka. Mereka bertiga berlari melewati jalanan kecil di Itaewon.

Setelah berhenti di tempat yang aman, Yi Seo kemudian ingin mentraktir Sae Ro-Yi minum kopi untuk balas budi. Yi Seo mengatakan ingin membantu untuk promosi kedainya karena itu adalah keahliannya.


Mereka bertiga akhirnya duduk di sebuah kedai kopi. Soo Ah mengatakan Sae Ro-Yi menyukainya sudah 10 tahun. Saat Sae Ro-Yi pergi untuk menelpon, Soo Ah bertanya mengapa ia mendekati pria seperti Sae Ro-Yi, apakah mungkin ia menyukainya.

Yi Seo tak tahu apakah ia suka padanya. Namun ia mengatakan tertarik pada Sae Ro-Yi. Yi Seo kemudian curiga pada Soo Ah. Ia bertanya apa mungkin Soo Ah yang melapor polisi waktu itu. Soo Ah terdiam, Yi Seo tertawa melihatnya. Yi Seo tak percaya dengan Soo Ah yang merupakan teman Sae Ro-Yi tapi berbuat seperti itu.


Saat Sae Ro-Yi datang kembali, Soo Ah mengaku padanya bahwa yang melaporkan ke polisi waktu itu adalah dirinya. Ia bertanya pada Sae Ro-Yi apakah ia masih menyukainya. Sae Ro-Yi mengatakan ia masih menyukainya, pasti ada alasan tersendiri, namun ia sedikit sedih.

Soo Ah memilih pergi lebih dulu. Menuju rumahnya, ia teringat saat pernah digendong oleh Park Sae Ro-Yi.

Di tempat lain, Yi Seo kembali mengajak Sae Ro-Yi untuk minum-minum. Yi Seo bertanya mengapa ia tak marah pada teman yang mengkhianatinya. Sae Ro-Yi menjawab bahwa itu bukan sebuah pengkhianatan. Yi Seo kemudian mengatakan ia seperti Gandhi.


Di Danbam, Seung Kwon mengajak Hyun Yi ke sauna. Ia minta digosok punggunya, namun Hyun Yi tak mau pergi. Seung Kwon mengatakan ukuran bukan segalanya, namun Hyun Yi tetap tak mau. Seung Kwon selama ini menganggap bahwa temannya itu adalah pria.

Di tempat minum-minum, Yi Seo memberitahu bahwa kedai Sae Ro-Yi punya banyak masalah sehingga tak sukses. Sae Ro-Yi kemudian minta dijelaskan. Yi Seo menyebut interior kedai terlihat berantakan, staf tidak berpengalaman sehingga kedai juga tak punya ciri khas.


Yi Seo bercerita ia mendapat uang lewat blog dan media sosial. Jadi ia sering pergi ke banyak tempat makan dan membandingkannya. Ia juga menyebut nama Danbam tak coock dengan Itaewon. Ia menanyakan mengapa memakai nama Danbam.

Sae Ro-Yi mengatakan hidupnya sangat pahit. Ia tak bisa tidur nyenyak karena rindu, kesepian, dan penuh amarah. Ia ingin hidupnya bisa lebih manis.


Sae Ro-Yi mencoba untuk berdiri dan berjalan namun ia malah jatuh pingsang. Yi Seo dengan tenang menghampirinya. Ia membuat hidup Sae Ro-Yi menjadi lebih manis. Yi Seo memegangi kepala Sae Ro-Yi, ia kemudian mencium bibirnya.

Sae Ro-Yi lalu terbangun di rumah sakit. Ia merasa bermimpi aneh.


Yi Seo berada di rumahnya bersama ibunya. Sang ibu mengatakan agar anaknya tidak pacaran. Ia lalu bertanya mengapa sang ibu dulu menikahi ayahnya. Ibunya menjawab bahwa saat itu ia mencintainya. Mereka bercerai karena ayahnya berubah setelah ibunya melahirkan, gedut, dan keriput.

Yi Seo bertanya bagaimana jika menyukai pria yang biasa saja. Ibunya menyela jangan merusak hidup karena cinta. Yi Seo tersenyum mengatakan ibunya seorang yang egois. Ibunya tersenyum juga mendengarnya.


Yi Seo kembali berdiri di tepi jembatan. Ia memegang sebuah koin, ingin melemparkannya. Jika bagian depan yang terlihat maka ia akan lakukan yang ibunya mau, namun jika bagian belakang yang terlihat maka ibunya akan menangis. Sebelum koin itu berhasil ditangkap, koin itu malah terjatuh ke dalam air.


Yi Seo berlari sambil tersenyum. Ia berhenti di depan Kedai Danbam. Di depannya ada Park Sae Ro-Yi. Sae Ro-Yi bertanya mengapa ia ke sana. Yi Seo menjawab, "Aku ingin bersamamu." Ia lalu menjelaskan ingin bekerja bersamanya dan mewujudkan impiannya. Dalam hatinya ia berkata ingin membuat Park Sae Ro-Yi menjadi pria yang hebat.

Episode 3! Sinopsis Film Itaewon Class, Idealisme VS Realita

Episode 3! Sinopsis Film Itaewon Class, Idealisme VS Realita

INIKECE - Park Sae Ro-Yi membuka sebuah kedai makanan bernama Danbam. Ia baru memiliki dua orang pekerja, Choi Seung Kwon dna Ma Hyun Yi. Saat kedai tersebut akan dibuka, mereka bertiga melakukan ritual senam terlebih dahulu.

Di SMA Yongguk, seorang siswi melakukan perundungan pada siswi lainnya. Ia mendorong siswi tersebut sampai terjatuh lalu ingin menulis hal buruk di dahinya. Sorang siswi lain bernama Jo Yi Seo kemudian merekamnya. Ia lalu mengunggahnya di media sosial dan akhirnya menjadi viral.


Jo Yi Seo bukan siswi biasa, ia adalah bintang media sosial yang memiliki 760.000 pengikut. Ia siswi pindahan dari New York. Selain terkenal, ia juga jago olahraga dan pintar dalam hal pelajaran.

Ibu dari siswi yang melakukan perundungan kemudian datang menghampiri Jo Yi Seo. Ia marah-marah dan menamparnya karena video anaknya menjadi viral. Rupanya aksi tersebut direkam oleh rekannya, Jang Geun Soo.


Jo Yi Seo tak mau kalah ia merasa sama sekali tak bersalah. Ibu yang merupakan istri dari kepala distrik itu menyebutnya kurang ajar. Jo Yi Seo lalu mengatakan ia akan menyebarkan video itu saat anaknya kuliah, bekerja, menikah, bahkan sampai punya anak.

Ibu itu kembali ingin menampar Jo Yi Seo, namun tiba-tiba datang Park Sar Ro-Yi yang memegangi tangannya. Ia mengatakan tak tahu masalahnya, namun memintanya agar tenang. Namun tiba-tiba Jo Yi Seo memanfaatkan keadaan itu, ia lalu memukul pipi ibu tersenut.


Park Sae Ro-Yi mengejar Jo Yi Seo, tak percaya mengapa ia memukul orang tua. Jo Yi Seo mengatakan Sae Ro-Yi tak tahu masalahnya, lalu menjawab bahwa ibu tadi menyebabkan ayahnya meninggal.

Park Sae Ro-Yi mendengarnya dan melepaskan tangannya. Di dalam taksi, Jo Yi Seo membuka jendela, ia lalu mengatakan, "Itu bohong!" sambil tersenyum mengejek. Sampai di kedai, Park Sae Ro-Yi masih kesal karena bertemu dengan gadis yang membohonginya. Ia masih tak percaya ada gadis seperti itu.


Di perusahaan Jangga, Jang Geun Won mempresentasikan konsep baru untuk Kedai Jangga yang ada di Itaewon yaitu membuatnya menjadi tempat mencari pasangan. Saat diminta pendapat oleh Presdir Jang Dae Hee, Soo Ah mengatakan tak setuju karena bisa merusak nama baik kedai yang terkenal karena rasanya.

Soo Ah menyebut konsep itu tak coock dengan Itaewon. Direktur Kang Min Jung juga sependapat dengan Soo Ah. Jang Dae Hee juga setuju, ia tak menyukai konsep tersebut bahkan merobek-robek kertas presentasi. Ia lalu meminta agar Soo Ah yang mengelola cabang Itaewon.


Jang Geun Won mencoba berbicara dengan ayahnya, namun ia malah ditampar dengan keras. Jang Dae Hee menyebut bahwa anaknya merugi selama tiga bulan di cabang unggulan, dan ia tak berguna. Para pejabat perusahaan lainnya terlihat tak nyaman melihat hal tersebut.

Di luar ruangan, Jang Geun Won mendekati Soo Ah. Ia menyebut agar Soo Ah harusnya mendekat padanya sebagai seorang penerus Jangga. Namun Soo Ah bertanya apakah Geun Won yakin bahwa ia yang akan jadi penerus perusahaan itu.


Jang Geun Soo menaiki motor dan menemui Jo Yi Seo di sebuah jembatan. Jo Yi Seo menyebut bahwa ia hidup itu melelahkan. Ditanya apakah ia mau mati namun Yi Seo menjawab tidak. jang Geun Soo mengatakan bahwa ia akan pergi untuk bertemu dengan temannya di sebuah kelab di Itaewon. Jo Yi Seo lalu meminta untuk ikut.


Di daerah Itaewon, motor Jang Geun Soo melaju di tengah jalan kecil. Tiba-tiba ada seorang anak kecil mengejar bolanya di tengah jalan. Jang Geun Soo mengerem mendadak, membuat Jo Yi Seo terpental dari motor.


Rupanya di dekatnya ada Park Sae Ro-Yi yang sedang mengenakan kostum untuk membagikan selebaran promosi. Ia lalu berusaha menolong Jo Yi Seo, dan mereka berdua pun terjatuh.


Jang Dae Hee meminum teh bersama dengan Soo Ah. Ia lalu menyinggung soal kejadian di masa lalu saat anaknya melakukan tabrak lari sampai Manajer Park tewas. Ia juga menyebut soal Park Sae Ro-Yi yang saat ini membuka kedai Danbam di Itaewon.

Soo Ah menyebut bahwa kedai kecil itu merugi sehingga tak pergu dihiraukan. Jang Dae Hee lalu bertanya jika mereka kembali ke masa lalu, siapakah yang akan dipilih Soo Ah. Soo Ah menjawab bahwa ia akan selalu setia pada Jangga.


Di sebuah rumah sakit. Park Sae Ro-Yi baru bangun dari pingsan. Jang Geun Soo mengatakan bahwa kostumnya rusak dan ia membuangnya. Ia meminta maaf dan berjanji akan memberikan ganti rugi.

Jo Yi Seo menyinggung bahwa saat ini tak ada lagi yang promosi dengan kostum seperti itu. Jang Geun Soo meminta maaf dan menyebut temannya itu memang sulit bersosialisasi. Jo Yi Seo kemudian memberi saran untuk berpromosi di media sosial saja. Park Sae Ro-Yi menyebut bahwa ia baru buka jadi kurang paham. Ia lalu memberikan selebaran pada Jang Geun Soo dan memintanya untuk bisa datang ke kedainya.


*Sepuluh tahun sebelumnya...*

Jo Yi Seo mengikuti lomba lari di sekolahnya. Ia sempat mendorong temannya saat berlari dan berhasil memenangkan perlombaan. Namun orang-orang menyebut bahwa ia berperilaku buruk karena mendorong temannya.

Sang ibu kemudian diberitahu bahwa anaknya sangat terobsesi menang dan menunjukkan gejala sosiopat. Ia disarankan untuk membawanya konseling ke psikolog. Sang ibu kemudian berbicara pada Jo Yi Seo, ia tak ingin memarahinya. Ia menyebut tak mau Jo Yi Seo hidup biasa seperti sang ibu.


Di sebuah club malam, Jo Yi Seo menari-nari mengikuti iringan musik. Ia memikirkan ibunya yang menyayanginya. Ia mengerti maksud perkataan ibunya bahwa ia orang biasa namun terlahir pintar dan cantik. Ia tahu ia bisa sukses dan berusaha keras mendapat yang ia mau. Namun ia juga berpikir mengapa bumi tidak meledak saja dan semuanya berakhir.

Teman Jang Geun So, Seong Hyeon rupanya tertarik padanya. Ia kemudian berusaha untuk mendekatinya, namun dihalangi. Jang Geun Soo menyebut bahwa ia juga menyukai Jo Yi Seo.

Seong Hyeon kemudian mengajak mereka ke sebuah kedai, itu ternyata Kedai Jangga. Mereka masuk dengan menggunakan identitas palsu, Soo Ah yang berada di sana menyadarinya lalu menyuruh mereka keluar dan kembali setelah lulus.


Jo Yi Seo kemudian mengajak mereka untuk pergi ke Danham saja. Di Kedai Danbam, mereka bertiga memesan makanan. Saat diminta tanda pengenal, Jo Yi Seo kembali menggunakan identitas palsu. Pekerja menyadarinya namun ia membiarkannya karena dari tadi belum ada tamu sama sekali di Danbam.


Sae Ro-Yi lalu memilih untuk pergi mengecek keadaan kedai lain yang ada di sekitarnya. Ternyata kedai lain banyak pengunjungnya, hanya kedainya saja yang sepi. Ia lalu bertemu Soo Ah di tengah jalan. Sae Ro-Yi kemudian bercerita soal kedainya yang terus merugi. Ia menjelaskan bahwa pengeluarannya sudah tepat, hanya uang sewa yang porsinya lebih tinggi karena penjualan yang kurang.


Soo Ah lalu melihat Jo Yi Seo dan teman-temannya di Kedai Danbam, namun ia tak memberitahu Sae Ro-Yi mereka menggunakan identitas palsu. Sae Ro-Yi mengajaknya untuk bertemu lagi setelah selesai bekerja nanti.

Di dalam Kedai Danbam, Seong Hyeon yang masuk meminta untuk diambilkan soju. Ia memanggil Sung Kwon dengan sebutan yang kurang sopan. Sae Ro-Yi menegurnya, namun ia kembali berbicara kurang sopan. Sae Ro-Yi dan Seong Kwon kemudian bertengkar. Sae Ro-Yi mengajaknya dibawah CCTV jika ingin memukulnya. Sae Ro-Yi kemudian terdorong jatuh.


Seung Kwon yang marah kemudian memukulnya, ia bahkan menyiram kaki Seong Hyeon dengan kuah panas. Saat akan kembali memukulnya dengan sebuah botol, pekerja lainnya, Hyun Yi berteriak. Ia menyebut Seong Kwon seorang preman dan belum berubah. Seung Kwon tersadar lalu meminta maaf.

Polisi tiba-tiba masuk ke Kedai Danbam. Soo Ah dari kejauhan menyaksikan itu, mengatakan bahwa tak bisa kencan kali ini.

Para polisi kemudian menyebut ada laporan bahwa ada tamu di bawah umur di kedai tersebut. Sae Ro-Yi tidak mengerti karena baru ada satu meja yang terisi. Polisi lalu meminta untuk ditunjukkan tanda pengenal.

Sementara itu Jang Geun Won mendapatkan telepon bahwa sang adik berada di kepolisian. Ia diminta ayahnya untuk mengurusnya. Jang Geun Won lalu bertanya dengan bercanda apakah ia memang memiliki seorang adik.


Di kantor kepolisian, Sae Ro-Yi memarahi pekerjanya. Jang Geun Soo ingin membela kedai Sae Ro-Yi namun ia diminta untuk menunggu wali datang.

Jang Geun Won tiba-tiba datang, ia kaget bertemu dengan Park Sae Ro-Yi. Ia kemudian tertawa melihatnya. Ia mengatakan bahwa Jang Geun Soo adalah keluarganya. Ia juga menyebut bahwa Sae Ro-Yi dulu teman sekolahnya. Geun Woo ingin agar masalah ini diselesaikan saja karena tak enak Sae Ro-Yi adalah temannya.


Sae Ro-Yi tersinggung dan menutup layar laptop polisi. Ia mengatakan bahwa dulu cita-cita adalah menjadi polisi. Ia bercerita pernah menjadi narapidana karena tak bisa menahan emosi dan melupakan mimpinya. Menurutnya polisi harus bersih dan menaati hukum. Ia tak mengerti mengapa polisi harus menurut pada Jang Geun Won. Sae Ro-Yi lalu pergi dari kantor polisi.

Jo Yi Seo mengejar Sae Ro-Yi, ia mengatakan dia tak akan bisa berjualan jiak bersikap seperti itu. Jika dibantu maka ia bisa bebas dari hukuman. Ia menyebut bahwa pebisnis harus tahu menunduk pada orang lain. Ia meminta agar Sae Ro-Yi membiarkannya sekali ini saja.

Sae Ro-Yi tetap bersikeras bahwa ia tak bisa membiarkan hal tersebut. Jika kedai tutup maka ia bisa buka nanti.


Jang Geun Won bertepuk tangan mendengarnya menyebutnya tak berubah, amatir yang tak tahu dunia. Ia mengingatkan Sae Ro-Yi bahwa ia tidak lulus karena dirinya, masuk penjara karena dia, dan ayahnya meninggal karenanya. Geun Won tertawa mengejek.

Sementara Sae Ro-Yi berusaha sabar. Geun Won bertanya apakah ia akan memukulnya lagi seperti dulu. Sae Ro-Yi memegangi tangan Geun Won dengat kuat, mengatakan ia sudah punya rencana untuk 15 tahun, waktu kasus itu kedaluwarsa.

Episode 2! Sinopsis Film Itaweon Class, Pertemuan Sae Ro-Yi dan Soo Ah

Episode 2! Sinopsis Film Itaweon Class, Pertemuan Sae Ro-Yi dan Soo Ah

INIKECE - Soo Ah menaiki sebuah mobil, bersama dengan polisi. Ia menelpon mencari tahu keberadaan Sae Ro-Yi yang ternyata berada di RS Gwangjin. Ia meminta agar mobil berjalan lebih cepat agar tak terlambat.

Sementara itu Park Sae Ro-Yi sedang memukuli Geun Won berkali-kali. Geun Won meminta maaf dan minta diselamatkan, namun Sae Ro-Yi sudah tak mempedulikan ucapannya.


Saat akan melemparkan batu ke arah Geun Won, tiba-tiba muncul seorang polisi yang menodongkan pistol. Di samping polisi itu ada Soo Ah. Ia meminta Sae Ro-Yi untuk lebih tenang.

Sae Ro-Yi mengatakan agar menembak dirinya saja, ia saat itu sudah tak peduli apapun. Polisi ingin menembaknya namun Soo Ah menghalanginya. Soo Ah berusaha untuk membujuk Sae Ro-Yi, dia mengingatkan pada sosok ayahnya yang tak mungkin membiarkan dia berperilaku seperti itu. Sae Ro-Yi akhirnya sadar lalu menjatuhkan batu yang ia pegang, polisi juga menurunkan pistolnya.

Sae Ro-Yi lalu dibawa polisi menggunakan mobil. Sementara Geun Won terbaraing di kasur rumah sakit.


Ayah Geun Won, CEO Jang Dae Hee tiba di Lapas Gyeonggi Utara. Ia menemui Sae Ro-Yi yang sedang ditahan di sana. Ia mengatakan bahwa telah mengenal ayahnya selama 20 tahun, melihatnya seperti ini membuatnya sedih. Ia ingin memberikan kesempatan pada Sae Ro-Yi jika mau berlutut meminta maaf pada anaknya.

Sae Ro-Yi geram mendengar harus meminta maaf, ia marah dan mengatakan yang harus meminta maaf adalah anaknya. Ayah Geun Won tertawa mendengarnya, ia ingin agar Sae Ro-Yi introspeksi diri di dalam.


Jang Dae Hee kemudian meminta pertemuan dengan Soo Ah yang merupakan saksi sekaligus teman Sae Ro-Yi dan anaknya. Ia menawarkan membiayai uang kuliah hingga masa depannya.

Soo Ah mengatakan ia sudah punya uang masuk. Tapi ia bertanya, apa konsekuensinya, apakah ia harus bersaksi memberatkan Sae Ro-Yi. Jang Dae Hee tertawa mendengarnya.

Jang Dae Hee menjawab tidak, ia hanya ingin berbuat baik pada Soo Ah. Ia juga mengatakan Soo Ah bisa bersaksi sesuai dengan yang ia lihat. Setelah itu ia menyuruh skretarisnya untuk memasukkan Soo Ah ke dalam daftar program bantuan finansial perusahaan mereka.


Geun Won tiba-tiba datang. Ia bertanya mengapa memanggil Soo Ah. Ayahnya meminta agar Geun Won kembali ke rumah sakit saja. Geun Won kemudian meminta agar Sae Ro-Yi dilepaskan, karena semua itu adalah salahnya yang telah menabrak.

Jang Dae Hee mengatakan bahwa sudah ada Pak Kim yang menggantikannya. Geun Won adalah penerus ayahnya. Tak boleh penerusnya adalah seorang pelaku tabrak lari. Geun Won kemudian meminta maaf pada sang ayah.


Sang ayah kemudian mengajak Geun Won ke sebuah peternakan. Ia mengatakan bingung dengan orang yang memakan babi tapi membenci orang yang memakan anjing.
Anjing sendiri merupakan hewan yang setia dan menggemaskan, tergantung dari pandangan orang. Ia ingin agar Geun Won menganggap para bawahnnya seperti anjing tersebut.


Tiba di kandang ayam, Jang Dae Hee mengambil seekor ayam. Ia meminta anaknya Geun Won untuk mematahkan leher ayam tersebut. Geun Won awalnya menolak namun akhirnya dipaksa, memintanya agar tak merasa bersalah. Geun Won akhirnya mematahkan leher ayam tersebut.


Di pengadilan, Sae Ro-Yi berhadapan dengan hakim yang membacakan keputusan. Bersadarkan Pasal 254 Hukum Pidana, Sae Ro-Yi dijatuhi hukuman selama tiga tahun.

Sae Ro-Yi masuk ke dalam bilik tahanan, ada 4 orang tahanan lain yang berada di dalamnya. Seorang tahanan kemudian memukulnya dan memintanya berlutut pada orang tua. Sae Ro-Yi malah teringat dengan ayah Geun Won yang juga memintanya berlutut, ia lalu tertawa. Tak mau berlutut juga, dua orang tahanan lain menjatuhkannya dan menendanginya.


Soo Ah datang mengunjungi Sae Ro-Yi, ia melihat wajah temannya itu terluka. Soo Ah mengabarkan bahwa ia diterima di Universitas Gwangjin. Ia juga memberitahu bahwa Perusahaan Jangga menawarinya beasiswa. Ia meminta maaf mendapatkannya karena waktu itu menghentikannya dan melapor polisi. Sae Ro-Yi mengatakan tidak apa-apa, tindakannya benar dengan melaporkan ke polisi.

Soo Ah menanyakan tentang apa rencananya setelah bebas. Sae Ro-Yi menjawab bahwa di sana ada perpustakaan jadi ia bisa membaca buku dan belajar. Ia bahkan membaca biografi CEO Jang Dae Hee, bagaimana ia membangun perusaahan dari nol.

Saat akan kembali, Sae Ro-Yi mengatakan bahwa ia menyukainya. Soo Ah bertanya apakah ia masih menyukainya. Soo Ah mengatakan bahwa ia tak suka dengan pria miskin, bertanya apakah Sae Ro-Yi akan bisa menghasilkan uang banyak. Sae Ro-Yi menjawab, bahwa mulai sekarang impiannya adalah menjadi pria kaya.


Dua tahun kemudian.

Sae Ro-Yi keluar dari penjara setelah menjalani masa hukuman. Seorang rekannya di tahanan juga keluar, ia dijemput oleh mobil dan para bawahan yang menyebutnya sebagai boss. Sae Ro-Yi memilih menolak diantar dengan mobil oleh rekannya itu.

Di sebuah restoran, Sae Ro-Yi memesan soju dan makanan. Ia meminta dua gelas karena teringat dengan ayahnya. Di depannya ada sebuah buku biografi CEO Jang Dae Hee. Saat buku itu tertinggal, Sae Ro-Yi meminta pemilik restoran membuangnya saja karena ia sudah hafal dengan isinya. Selana di penjara, rupanya Sae Ro-Yi mengikuti perkembangan di luar, terutama tentang Geun Won yang menjadi penerus ayahnya.


Di terminal bus, sebuah televisi menampilan berita tentang Geun Won yang terlibat sebuah kasus di bar. Sae Ro-Yi menonton berita itu. Ia lalu membeli tiket untuk pergi naik bus ke Seoul. Di dalam bus, ia membaca surat dari Soo Ah. Soo Ah menulis bahwa ia tinggal di daerah Itaewon.

Sae Ro-Yi akhirnya sampai ke Itaewon, melewati kerumunan orang-orang berkostum yang sedang merayakan Halloween. Soo Ah menjelaskan tentang festival itu di suratnya. Ia juga menjelaskan tentang daerah Itaewon yang mirip dengan luar negeri.


Sae Ro-Yi berhenti di depan para musisi yang sedang menyanyi. Ia lalu berjalan lagi di tengah kerumunan orang-orang dengan kostum hantu. Tiba-tiba seseorang dengan kostum kelinci menakutkan memeluknya, Sae Ro-Yi kaget. Orang itu membuka topengnya, ia ternyata Soo Ah.


Soo Ah membawanya ke sebuah kafe. Ia mengenalkan dengan temannya, Hong Seok Cheon yang seorang selebriti. Di sana, mereka minum-minum dan mengobrol. Soo Ah mengatakan akan bekerja di Perusahaan Jangga tahun depan. Ia bertnaya tentang kedai yang ingin didirkan oleh Sae Ro-Yi. Saat ditanya dimana akan dibuat, Sae Ro-Yi menjawab akan membuatnya di Itaewon.


Soo Ah menyebut agak sulit membangun usaha di tempat itu karena biaya sewa yang tinggi. Ia bertanya kapan kedainya akan dibangun. Sae Ro-Yi menjawab ia akan membuka usahanya dalam 7 tahun, Soo Ah kaget mendengarnya karena itu waktu yang lama. Begitu juga saat Sae Ro-Yi mengatakan akan memancing di laut sambil menunggu membuka kedai. Soo Ah menyemburnya sampai dua kali karena kaget dengan rencana Sae Ro-Yi.

Sae Ro-Yi mengatakan bahwa mantan narapidana sulit mendapat izin memancing namun ia berhasil mendapatkannya, jadi ia ingin memanfaatkannya. Soo Ah lalu menyinggung bahwa ia pernah membantu mencairkan uang asuransi ayahnya. Sae Ro-Yi juga memiliki uang tabungan yang dikumpulkan ayahnya.

Sae Ro-Yi mengatakan akan pergi memancing di laut pekan depan. Soo Ah lalu mengajaknya untuk menghabiskan malam itu dengan bersenang-senang. Ia mendadani Sae Ro-Yi menjadi seorang badut, lengkap dengan wig berwarna-warni dan hidung palsu.


Saat pulang, Sae Ro-Yi menggendong Soo Ah menuju rumahnya. Soo Ah menyinggung bahwa ia boleh membencinya karena Perusahaan Jangga, tempatnya akan bekerja. Sae Ro-Yi mengatakan tak masuk akal jika ia membencinya karena hanya ingin hidup layak. Ia hanya ingin berterima kasih padanya. Mendengar itu, Soo Ah mempererat pelukannya.

Sampai di depan rumah Soo Ah, Sae Ro-Yi menurunkan temannya itu. Soo Ah menawarinya untuk menginap meski itu rumah satu kamar. Sae Ro-Yi tampak berpikir, ia lalu mengatakan bahwa ia belum kaya. Mendengarnya, Soo Ah kemudian pergi masuk ke dalam rumah dan tersenyum. Ia mengatakan agar Sae Ro-Yi berhati-hati dan menjaga kesehatannya.

Pagi hari, Sae Ro-Yi sampai di pelabuhan. Bersama dengan banyak orang ia pergi untuk menaiki kapal.


Tujuh tahun kemudian

Di perusahaan Jangga, Soo Ah terlihat berbicara di depan para pejabat perusahaan itu. Ia sedang mempresentasikan konsep baru baru, Bar Vicious. Geun Won mengkirtiknya karena menggunakan pesan yang mengandung maksud jahat pada bar tersebut.

Soo Ah menjawab bahwa manusia pada awalnya terlahir dengan karakter jahat sesuai Teori Kejahatan Alamiah. Ia menyebut Bar Vicious dibuat untuk meredakan stress manusia yang berusaha mengikuti norma masyarakat.


Selesai rapat, Geun Won menghampiri Soo Ah. Ia meminta Soo Ah agar santai saja. Ia juga ingin mengantar Soo Ah karena searah ke Itaewon. Namun tiba-tiba ada Direktur Kang Min Jung yang datang. Soo Ah lalu malah ikut pergi bersamanya. Direktur Kang meminta maaf pada Geun Won.


Mereka lalu minum bersama, Direktur Kang menuji Soo Ah sebagai sosok yang cantik dan kompeten. Soo Ah menjawab bahwa ia masih harus banyak belajar. Direktur Kang kemudian menawarinya untuk kencan buta karena ia terlihat tak pernah pacaran sejak masuk perusahaan. Soo Ah menolak tawaran tersebut karena ia akan sibuk dengan proyek baru.

Soo Ah berjalan ke daerah Itaewon. Mengingat bahwa usianya sudah 29 tahun. Tujuh tahun ia tak bertemu dengan sosok Sae Ro-Yi. Kenangannya akan sosok Sae Ro-Yi saat itu mulai memudar.


Saat ia melewati sebuah toko, seseorang memanggilnya. Soo Ah menoleh, ternyata Sae Ro-Yi adalah orang yang memanggilnya. Sae Ro-Yi berjalan ke arahnya. Soo Ah tampak terkejut melihatnya. Ia ingat itu tepat tujuh tahun sejak terakhir bertemu dengan Sae Ro-Yi. Rupanya temannya itu benar-benar mewujudkan impiannya untuk membuka kedai makanan.