Akibat Diteriaki Virus Corona, Mayat Diindramayu Tidak Ada Yang Berani Evakuasi

INIKECE - Akibat dari penyebaran virus corona tersebut banyak sekali menjadi orang ketakutan dan lebih memilih untuk menjaga diri dan jauhi orang-orang terlebih dahulu. Banyak orang sekarang lebih memilih dirumah saja.

Keajaiban Bumi Yang Belum Terpecahkan Hingga Sampai Sekarang, Menjadi Misteri Bumi

INIKECE - Bumi selalu memiliki keajaiban, hingga fenomena alam yang luar biasa, sampai ada suatu tempat dimana tidak dapat diteliti keajaiban bumi tersebut dikarena masih menjadi misteri teka-teki bagi para ilmuan.

Cerita Power Girl! Pesona Sang Gadis Jagoan

INIKECE - Suara gaduh dan teriakan terdengar dari ruangan penuh matras dengan tulisan Ruang Latihan Judo itu. Terlihat seorang gadis dengan rambut kuncir kuda sedang bergulat dengan lelaki yang memiliki ukuran tubuh sedikit lebih besar darinya.

Ramalan April Hari Ini Berdasarkan Zodiak, Simak Yuk!

INIKECE - Diakhir pekan ini, ramalan zodiak hari ini meminta Scorpio dan Aquarius untuk lebih peka terhadap pasangan jika tidak ingin hubungan menjadi buruk. Sementara itu, Virgo diharapkan lebih waspada karena berisiko terkan alergi. .

Romance Remaja! So I Love My Ex - Dia Bukan Lagi Si Cungkring, Part 2

INIKECE - Aluna menarik dan membuang napasnya. Ia memalingkan wajah saat melihat keberadaan Zello. Oke, Aluna memang tahu Zello kuliah di tempat yang sama dengannya, tetapi dia tidak pernah tahu bahwa Zelo ada di Fakultas Ekonomi.

Ingin Mencoba Destinasi Di Atas Awan? Wisata Lebak Yang Lagi Hits

Ingin Mencoba Destinasi Di Atas Awan? Wisata Lebak Yang Lagi Hits

INIKECE - Bagi pecinta traveller, pasti selalu mencari kesenangan dalam mengunjungi suatu tempat yang sangat takjub, seru, dan menantang. Melihat berbagai keindahan alam yang sangat luar biasa indahnya.

Kalian bisa saja melakukan traveller, di destinasi Lebak yang sedang ngehits di banyak kalangan. Terdapat di Provinsi Banten. Destinasi wisata yang menawarkan panorama indah dengan panorama di atas awan ini terletak di Gunung Luhur, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.

Tempat yang disebuat Negeri di Atas Awan Gunung Luhur ini masih termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Tempat wisata ini memang terbilang baru, Negeri di Atas Awan Gunung Luhur ini baru 'ditemukan' pada September 2018.

"Sekitar bulan September 2018, diikuti oleh warga sini yang juga penasaran."

"Kemudian difoto lalu diunggah ke medsos, akhirnya viral," kata Sukmadi, salah satu pengeolal Gunung Luhur.

Jika bicara tentang Negeri di Atas Awan, Indonesia memiliki banyak tempat yang pantas disebut seperti itu.

Sebab kondisi geografis Indonesia memiliki banyak dataran tinggi dan gunung. Istilah 'negeri di atas awan' sendiri sangat populer, apalagi di kalangan pendaki gunung saat melihat awan sejajar atau lebih rendah dari area yang didaki.

Dari sekian banyak tempat yang tinggi, inilah lima destinasi wisata 'negeri di atas awan' yang ada di Indonesia.

1. Puncak B29 Lumajang

Jika bicara negeri di atas awan, tempat yang satu ini tak bisa dilupakan. Puncak B29 terletak di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Disebut juga sebagai Puncak Songolikur (dalam Bahasa Jawa songolikur artinya 29), tempat ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

2. Dataran Tinggi Lolai

Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan juga punya negeri di atas awan. Destinasi wisata ini dikenal dengan Dataran Tinggi Lolai.

Selain awan yang sejajar, panorama sunrise juga menjadi daya tarik dari Kampung Lolai ini.

3. Dataran Tinggi Dieng

Jawa Tengah memiliki negeri di atas awan yang sangat terkenal yaitu Dieng. Dataran Tinggi Dieng berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo.

Dataran tinggi ini terletak di komplek Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Jika wisatawan datang pada bulan Agustus, ada kesempatan untuk menyaksikan Dieng Culture Festival.

4. Gunung Andong
Gunung Andong terletak di Magelang, Jawa Tengah.
Gnung ini bisa didaki oleh pemula karena ketinggiannya tak terlalu ekstrem, yaitu 1.463 mdpl.
5. Kebun Buah Mangunan
Lokasi Kebun Buah Mangunan ada di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Daya tarik destinasi wisata ini adalah gardu pandang Mangunan dengan ketinggian sekitar 200 mdpl. Dari gardu pandang, pengunjung bisa menikmati keindahan gumpalan awan yang menyelimuti Pegunungan Sewu.

Hanya Dapat Gaji Rp 20 Ribu Dan Anak Balitanya Harus Minum Kopi, 5 Kali Dalam Sehari Menjadi Viral

Hanya Dapat Gaji Rp 20 Ribu Dan Anak Balitanya Harus Minum Kopi, 5 Kali Dalam Sehari Menjadi Viral

INIKECE - Dikarenakan hanya mendapat gaji sebenar Rp 20 ribu, Orangtua dari bayi 14 bulan ini tidak dapat meminum susu, karena tidak mencukupi kebutuhan hidup. Susu menjadi makanan utama untuk seorang bayi agar mendapat nutrisi yang lebih baik.

Tapi sayang, dikarenakan orangtua yang ditidak mambantu membeli susu sang anak, akhirnya susu tersebut digantikan sebagai kopi. 

Bayi tersebut meminum kopi 5 gelas kopi setiap harinya. Khadijah Haura, asal Polewali Mandar yang tengah viral, karena minum kopi sebagai pengganti susu.

Orangtua dari bayi 14 bulan ini, Sarifudin dan Anita hanya bekerja sebagai buruh pengupas kopra mengaku tak mampu membelikan susu kepada putrinya. Bahkan tak mampu membeli susu, salah satunya untuk menggantikan susu tersebut dengan kopi sebelum ia tidur.

Diketahui juga, bahwa Khadijah akan sulit tidur jika tak diberi minum kopi sebelumnya. Berikut ada beberapa fakta tentang bayi 14 bulan ini,

1. Meminum Kopi Sejak Usia Enam Bulan


Ibunya Anita, mengatakan kebiasaan anaknya menyeruput kopi sejak ia berusia 6 bulan. Meski mengonsumsi kopi, pertumbuhan fisik bayi itu seperti anak normal lainnya.

Diakui Anita, anaknya tergolong super aktif. Meski usianya baru 14 bulan, Hadijah sudah mahir berjalan sendiri, hingga aktif bermain bersama teman-teman sebayanya.

Hadijah bahkan kerap membuat kedua orangtuanya tak bisa tidur lantaran bocah ini aktif bermain sendiri.

2. Tidak Mampu Membeli Susu

Anita sendiri mengaku bahwa ia terpaksa memberikan kopi kepada anaknya karena tidak mampu untuk membeli susu.

Gaji yang ia memiliki atau terima selama ini hanya Rp 20 ribu sebagai buruh kupas kopra bersama sumianya, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur kecil keluarganya.

"Ya mau diapalagi, pendapatan tidak cukup untuk membeli susu. Terpaksa setiap hari hanya diberi dot berisi kopi. Bahkan ia tak bisa tidur kalau tidak minum kopi. Biasa merengek minta kopi sebelum tidur," jelas Anita saat ditemui wartawan di rumahnya, Sabtu (14/9/2019).

3. Bekerja Sebagai Pengupas Kopra

Anita mengatakan, ia dan suaminya Sarifuddin hanya menggantungkan hidup dari upah bekerja sebagai pengupas kopra.

Saat musim panen, lanjutnya, suaminya kerap beralih profesi menjadi buruh angkut padi di sawah karena upahnya lebih besar. Setelah tidak musim panen, suaminya kembali menekuni profesi sebagai buruh kupas kopra.

Selama sehari bekerja, maksimal ia mendapatkan penghasilan bersama suaminya hingga Rp 40 ribu. Itu pun jika ada kelapa yang bisa diolah jadi kopra. Saat bahan bakunya habis ia kerap beristirahat sampai ada bahan baku terkumpul untuk diolah.


4. Khawatir Akan Pertumbuhan Putrinya

Meski dikhawatirkan dengan perkembangan kesehatan buah hatinya yang terus menerus disuguhi kopi, Anita mengaku tidak punya banyak pilihan karena alasan pendapatan rumah tangga.

Kalau ada upah setiap hari itu biasanya hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari, itu pun kadang tidak cukup.

Selama ini Anita mengaku tak pernah mendapatkan bantuan susu atau asupan gizi dari dinas kesehatan untuk anaknya.

5. Dinkes Datangi Kediaman Hadijah

Kabid Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Polamn mengatakan, pihaknya telah mengunjungi anak tersebut dan memberi bantuan berupa biskuit dan susu.

Dinkes juga telah memberikan pemahaman kepada orangtua anak tersebut agar tidak lagi memberi kopi.

"Karena kalau lama kelamaan nanti ada efeknya karena mengandung kafein dan mengandung banyak gula." jelasnya. 

Kepala Dusun Bulung, Desa Tonro Lima, Kec. Matakali, Polewati Mandar, Sulawesi Barat, Sarifuddin membantah warganya miskin hingga tak kuat membeli susu bagi Khadijah Haura, bayinya yang masih berusia 14 bulan.

Sarifuddin, membatah warganya miskin sehingga tidak mampu membeli susu untuk bayinya yang berusia 14 bulan, dan menggantinya dengan kopi tubruk.

Menurut sang Kepala Dusun Buling yang namanya sama dengan nama ayah bayi 14 bulan ini. Memang pekerjaan Sarifuddin dan Anita, orangtua bayi Khadijah Haura, hanyalah buruh pengupas kopra.

Namun keduanya tinggal di rumah mertua yang dinalainya masih layak. Mertua pasutri ini juga bukan masuk golongan warga miskin.

"Tidak miskin ini. Kalau pekerjaan saya akui hanya buruh kupas kopra," katanya

Sebelumnya, Anita mengaku kerap memberikan kopi tubruk ke Khadijah karena ia tak mampu membeli susu. Meski khawatir dengan perkembangan kesehatan buah hatinya yang terus menerus disuguhi kopi, Anita mengaku tidak punya banyak pilihan karena alasan pendapatan rumah tangga.

* Tumbuh Normal

Diberikan sebelumnya, bayi 14 bulan bernama Khadijah terbiasa menyeruput kopi tubruk sejak ia berusia enam bulan.

Sarifuddin dan Anita beralasan mereka terpaksa menyuguhi kopi tubruk ke anak pertamanya itu lantaran tak mampu membeli susu. Meski mengonsumsi kopi tubruk, pertumbuhan fisik bayi Khadijah seperti anak normal lainnya.

Khadijah tergolong anak super aktif. Meski usianya baru 14 bulan, dia sudah mahir berjalan sendiri, hingga aktif bermain bersama teman-teman sebayanya.

Anak pertama pasangan Sarifuddin dan Anita dari Desa Tonro Lima ini bahkan kerap membuat kedua orangtuanya tak bisa tidur lantaran bocah ini aktif bermain sendiri.

Aroma Khas! Parfum Dengan Wangi Yang Musk

Aroma Khas! Parfum Dengan Wangi Yang Musk

INIKECE - Untuk memiliki kesegaran wangi sepanjang hari. Banyak orang akan memilih parfum yang memiliki bau wangi yang enak dicium hidung dan tahan sepanjang hari. Oleh karena itu banyak brand produk parfum yang mengeluarkan berbagai jenis parfum dengan berbagai wangi yang khas.

Yang menjadi atau salah satu aroma yang muncul dan khas bagi setiap orang adalah aroma Musk. Hal ini karena Musk bisa berikatan dengan bau tubuh asli dan menghasilkan wangi yang berbeda-beda setiap orang. Memberikan wangi yang khas,

1. Parfum - Kiehl's Original Musk


Produk satu ini sebenarnya ditujukan bagi pria maupun wanita. Parfum ini memiliki aroma citrus yang menyegarkan saat pertama kali disemprotkan. Setelahnya aroma Musk bisa kamu rasakan dan diakhiri oleh aroma yang mendebarkan dari tonka nut dan white patchouli. Parfum ini diproduksi sejak tahun 1963 dan merupakan varian terbaik dari brand Kiehl's.

2. Parfum - Lovely by Sarah Jessica Parker


Sesuai namanya parfum ini memang dibuat oleh Sarah Jessica Parker dan bisa digunakan oleh remaja umur 17 sampai wanita dewasa. Aroma yang dihasilkan dari parfum ini cenderung sexy dan classy.
Kombinasi dari aroma citrus, woody dan lavender membuat parfum ini terasa lembut pada awal pemakaian. Setelah itu aroma anggrek dan Musk tercium pula sesaat setelahnya.


3. Parfum - Wardah Scentstion Eau De Toilette 'Bliss'


Parfum satu ini berasal dari brand lokal yang wanginya tahan lama serta lembut dan tidak kalah dari brang luar. Salah satu varian parfum Wardah memasukkan aroma Musk yang lembut yaitu Bliss.
Aromanya sendiri sebenarnya beragam yaitu terdiri dari aroma mawar, amber, musk, citrus bahkan raspberry.

Kombinasi wangi yang beragam tersebut membuat parfum ini memiliki aroma lembut dan elegan dan yang pasti rasa percaya dirimu pun akan timbul.

4. Parfum - BrunBrun Beau Garcon Eau De Toilette


Parfum satu ini lebih terjangkau dari segi harga dibandingkan dengan yang lain. Selain itu kemasannya pun travel friendly sehingga kamu tetap akan merasa ringan saat membawanya. Aroma awal dari parfum ini adalah wangi cardamon, ozone dan patchouli.

Setelah beberapa saat kamu akan mencium aromatonka musk yang wanginya khas bagi setiap orang. Parfum ini memang sangat mungil karena hanya sebanyak 9 ml saja per kemasannya. Meski begitu dari segi ketahanannya parfum ini tidak diragukan lagi.

5. Parfum - The Body Shop White Musk


Parfum ini diluncurkan pada tahun 1981 dan merupakan parfum beraroma musk pertama yang memiliki label cruelty-free. Parfum ini memiliki afdroma yang beragam mulai dari wangi lily, musk, mawar, melati bahkan ylang-ylang. Uniknya, setiap orang memiliki aroma tersendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Kamu bisa memakainya saat acara santai atau formal. Wanginya lembut dan tidak tajam saat digunakan sehingga setiap orang yang memakai parfum ini merasa nyaman dengan wanginya.

Penulis Cerita : Berhenti Untuk Bertarung Sendirian

Penulis Cerita : Berhenti Untuk Bertarung Sendirian

INIKECE - Hujan mulai turun. Ina menikmati suara rintik-rintik hujan yang mengenai permukaan. Ia duduk sambil memandang ke luar jendela dengan tatapan kosong. Tangannya memainkan cangkir teh panas yang masih mengepul. Ia termenung beberapa saat lalu terbangun dari lamunannya.

Ia menghela napas dalam lalu meminum teh yang sedari tadi ia pengang. Ia tersentak karena teh tersebut masih panas.

"Dasar aku," kata Ina pada dirinya sendiri.

Tapi rasa panas yang masih dirasakan lidahnya tidak membuatnya berhenti melamun.

Apakah aku membuat keputusan tepat?

Apakah benar it's okay to be not okay?

Kata-kata yang sahabatnya selalu ucapkan padanya ketika ia merasa tidak sanggup melanjutkan petualangan pada esok hari.

Ina merasa beruntung memiliki sahabat yang memahami betul kerumitan yang ia alami. Ina merasa sangat berbeda dari kebanyakan orang. Terlalu banyak yang menilainya sebelah mata. Terkadang ada dimana hari ketika semuanya terasa sangat berat. 

Dimana ia merasa semua orang membencinya. Ketika ia merasa tidak pernah diterima oleh orang di sekitarnya. Namun lagi-lagi sahabatnya pantang menyerah untuk membuatnya lebih baik.

"Ina, banyak orang yang menyayangimu. Kau tidak perlu khawatir aku ada disini untukmu". Tidak lupa ia berikan pelukan. Ia tahu betul apa yang dibutuhkan Ina agar merasa lebih baik. Ia menyiapkan teh buah leci favoritnya dan mencari film yang cukup menyenangkan untuk ditonton.

"Ina, aku sudah membuatkanmu teh leci. Aku tahu kau akan merasa lebih nyaman. Aku tahu teh tidak akan menghilangkan semua pikiranmu tapi aku ingin kau merasa sedikit lebih baik. Mau menonton bersamaku?" Katanya.

Ina hanya tersenyum sambil mengikutinya dari belakang.

Hujan belum berhenti nampaknya turun semakin deras dan Ina semkain dalam dengan pikirannya. "Aku merasakan banyak hal yang seharusnya tidak kurasakan. Apakah ada yang memahamiku? Apakah aku akan selalu seperti ini? Aku sangat ingin keluar dari sini," pikir Ina.

Tiba-tiba air mata Ina mengalir perlahan.

Aku sangat merindukannya. Jika ia di sini kami pasti sedang menonton film pilihannya.
Aku tahu selera filmnya begitu buruk bahkan aku sering tertidur tapi, akan kutonton semua film yang ia pilih jika itu membuatnya kembali.

"Apa maksudmu?" Tanya Ina.

"Ummmm yah... aku tidak selalu bisa membuat lebih baik, Ina bukannya aku tidak ingin mendengarkan semua keluh kesahmu tapi kau membutuhkan orang yang lebih berpengalaman, orang yang sangat memahami apa yang terjadi padamu" katanya. Ia sedikit takut Ina marah padanya. Namun Ina hanya terdiam beberapa saat.

"Entahlah aku merasa tidak membutuhkan bantuan lain. Aku merasa aku bisa mengendalikna semuanya." jawab Ina. Sahabatnya hanya mengangguk.

"Ina, aku yakin semuanya akan baik baik saja. Aku disini untukmu," katanya.

"Terimakasih, kau selalu bisa membuatku lebih baik."

Cangkir teh tersebut sudah setengah kosong diminum oleh Ina. Ia tersenyum mengingat semua hal bodoh yang sudah mereka lakukan. Ina bangkit dari tempat duduknya dan menyetel lagu kesukaan sahabatnya, ia tidak begitu menyukai lagu Somewhere Over the Rainbow versi Judy Garland.

Namun entah mengapa saat ini ia ingin menyetel lagu tersebut. Hujan yang belum mereda dengan lagu favorit sahabatnya membuat Ina tidak berhenti bernostalgia.

"Ina kumohon, aku tidak ingin melihatmu seperti ini. Aku tidak bisa melihatmu berjuang sendiri seperti ini," kata sahabatnya khawatir. Ia mencoba membersihkan luka Ina.

"Aku sudah tidak sanggup. Aku ingin berhenti, aku sangat lelah, aku sangat marah, aku bingung apa yang salah denganku. Mengapa aku seperti ini?" Isak Ina.

"Ina, aku tahu sangat berat untukmu, tapi aku tahu kau sangat pemberani. Kau sangat kuat dibanding orang orang lain, Ina. Kau sudah berjuang begitu keras untuk hidupmu. Dan kau masih berjuang hingga saat ini," kata sahabatnya yang masih mencoba memasang perban luka tersebut.

"Berapa kali kau bilang padaku untuk menyerah. Tapi kau memutuskan untuk membuka matamu di keesokan harinya. Aku sangat kagum padamu. Ina, dan sekarang kau tidak harus sendirian lagi. Kau hanya membutuhkan sedikit bantuan untuk menjadi lebih baik. Dan aku mempercayaimu kalau kau pasti bisa menghadapinya," kata sahabatnya dengan nada lembutnya seperti biasa.

"Aku tidak ingin dianggap gila, aku sangat takut untuk menceritakan apa yang aku rasakan," kata Ina.

Ia hanya tersenyum pada Ina. "Mereka akan memahamimu lebih baik daripada aku memahamimu."


Ian memutar lagu tersebut berulang kali. Teh leci yang ditinggalkan Ina sudah berubah menjadi dingin. Hujan mulai redah. Ina memandang keluar jendela memandang langit yang mulai terang. Ina menghela napasnya, cahaya matahari mulai menghapus kelamnya awan. Ina memandang rumput basah yang bersinar terkena cahaya matahari.

Ina memutuskan untuk melakukannya. Ia melirik jam dinding yang menunjukan pukul 2 siang. Ian. "Aku akan menemuimu," katanya dalam hati sambil tersenyum. Ia mematikan musik tersebut dan berganti baju. 

Ina turun dari taxi dan membeli seikat bunga dan sekantung berbagai macam kelopak bunga. Ia tahu semuanya sudah sangat berbeda tapi Ina yakin sahabatnya akan mendengarkan.

"Selamat siang... maaf aku baru menemuimu setelah sekain lama. Kau tahu, aku sangat merindukanmu. Sangat sangat merindukanmu. Aku minta maaf karena aku pada awalnya tidak ingin menerima kepergianmu. Tapi akhirnya aku menyerah pada kenyataan. Rinduku mengalahkan sedihku.

Aku sangat menyesal atas apa yang terjadi padamu. Kau pasti sudah muak ketika aku selalu memperingatkanmu untuk mengunci helm-mu tapi bagaimana bisa kau begitu ceroboh untuk tidak melakukannya.

Seperti biasa kau akan tersenyum padaku lalu pergi mengabaikan peringatanaku. Tapi pada saat itu, kau tidak pernah kembali lagi. Aku benar-benar merindukanmu saat ini jadi aku tidak akan marah padamu."

Ina terdiam. Air matanya mengalir melalui pipinya. "Aku tahu bagimu aku terlihat bodoh berbicara pada batu dan gundukan tanah seperti ini. Tapi aku tidak akan segan berbicara pada batu yang bertuliskan namamu dengan kau terbaring di dalam gundukan tanah ini.

Terimakasih sudah menepati janjimu untuk selalu ada untukku hingga akhir hayatmu. Aku kita aku benar-benar sendiri tanpamu. Tapi lagu kesukaanmu membuatku yakin bahwa kau akan bahagia disana. Dan aku tahu kau tidak akan suka jika aku menyerah dengan keadaan."

"Kau satunya orang yang masih bertahan dari banyaknya emosi, air mata, pikiran yang selalu menyerangku tiba-tiba. Aku tahu aku ini sedang sakit. Tapi kau memandangku seperti kau yakin bahwa aku baik-baik saja. Kau memercayaiku ketika aku meragukan dirik sendiri. Kau membuatku jauh lebih berharga.

Kau benar, seperti biasa bahwa aku tidak perlu melawan ini sendiri. Dan setelah kau pergi, kau membuatku berpikir.

Kau pasti akan senang mendengar bahwa aku akhirnya membuat perjanjian pertama dengan therapisku. Aku yakin keputusanku sudah tepat.

"Aku begitu gugup dan aku selalu bisa membuatku tenang," kata Ina sambil menggenggam lengan sebelah kiri yang lukanya sudah hampir sembuh. "Terimakasih sudah meyakinkanku sahabat. Sekarang beristirahatlah. Aku tidak akan mengecewakanmu," Ina berucap lirih sambil menebarkan bunga yang iaa beli yadi.

Ia kembali ke rumah. Ia merasa lebih baik dan ia yakin bahwa ini adalah hal yang ia butuhkan. Ia merasa dunianya begitu gelap namun ia tidak ingin menyia-nyiakan usaha dan semangat sahabatnya.

Ina duduk di salah satu bangku yang masih kosong. Ia sangat gugup menunggu namanya dipanggil. Sampai pada akhirnya ia dipanggil dan dipersilahkan untuk memasuki ruangan. Ia dipersilahkan duduk.

"Selamat siang, jadi ada yang bisa saya bantu?" Tanya orang berjubah putih yang duduk di depan Ina. Ina menarik napas dengan panjang berpikir dari mana ia haru mulai.
"Nama saya Marlina dan semuanya dimulai dari..."

Tentang Penulis :

Carlot menyukai dunia menulis sejak SMA. Cerpen, sajak, dan puisinya sampai saat ini masih disimpan untuk koleksi pribadi. Saat ini ia kuliah akuntasi di salah satu PTS Jakarta di semester 7, ia berharap cerita yang ditulisnya bisa menginspirasi banyak orang.

Cerita Pendek! Melarikan Diri Dari Mati

Cerita Pendek! Melarikan Diri Dari Mati

INIKECE - Beberapa waktu yang dibutuhkan untuk mati dengan cara menenggak racun serangga? Itu yang Hera pikirkan ketika melihat produk untuk membunuh keco dan kawan-kawannya di sebuah minimarket.

Begitu pula ketika melihat pembersih lantai, atau benda berbentuk lingkaran yang asapnya mampu membuat nyamuk pingsan, atau kapur barus yang wanginya membuat rayap tak mau mendekat.

Semua bahan-bahan itu mungkin akan membuatnya mati dengan cepat tanpa perlu pergi kemana-mana dan membuat curiga. Ia hanya perlu diam-diam membawa kapur barus yang telah ditumbuk dan dicampur air ke dalam kamar. Ia bisa saja pura-pura ke kamar mandi, lantas meminum cairan pembersih kamar mandi yang diletakkan disana tanpa ada yang tahu. Ia juga bisa mencampurkan laturan pembersih piring ke dalam botol minum berbahan besi miliknya.

Dengan cara-cara itu, ia akan mati diam-diam, tanpa suara. Izrail akan mengambilnya perlahan, tanpa tanda atau alarm bahaya. Tiba-tiba, orang-orang akan melihat mulutnya berbusa, atau ia mendadak kejang-kejang, atau matanya membelalak menyeramkan.

Namun, Hera menjauhkan lagi tangannya dari produk-produk itu ketika ingat bahwa semua itu mungkin tidak membuatnya mati. Bagaimana jika imun tubuhnya terlalu kuat, karena nyatanya selama ini jarang sakit?

Bagaimana bila ternyata ada orang yang dengan segera menemukannya, lantai masih cukup waktu untuk membawanya ke rumah sakit dan ia diobati dan sembuh? Bagiamna kalau dosis yang ia minum kurang dan mengakibatkan sakit perut yang tak tertahan, atau kanker, atau tumor yang bisa jadi ia derita untuk waktu yang lama?

Ia ingin mati, tapi ia takut sakit. Itu masalahnya.

Ini kesekian kalinya Hera membatalkan rencananya dan keluar minimarket dengan tangan hampa. Orang rumah akan bertanya ke mana ia pergi, dan ia akan menjawab bahwa ia hanya cari angin. Begitu lagi, begitu lagi. Rencana yang tak berani ia jalani, kendati isi kepalanya terasa menyiksa.

Keluar dari minimarket, Hera membuka ponsel, menemukan belasan notifikasi baru muncul. Kepalanya sudah bilang, jangan dibuka. Namun, jarinya tetap bergerak sendiri, menggeser layar, lantas sejalan dengan itu, mata pun membaca rangkaian kata disana. Seluruh isi kebun binatang tumpah ruah di dalamnya.

Haruskah ia mencari cara lain untuk segera mati dengan pasti? Namun, bukankah kepastian di dunia ini adalah ketidakpastian itu sendiri?

***

Terlahir degan tak mengenal warna bukanlah hal yang Hera inginkan. Tak ada anak-anak yang ingin menjadi Hera, ditakdirkan hanya melihat warna monokrom dalam hidupnya. Ia tak pernah bisa menjawab pertanyaan gutu tentang mana merah, mana kuning, mana pula hijau.

Lagu "Balonku" tak berarti baginya, karena saat ia harus memilih balon mana yang meletus, seisi kelas akan menertawainya. Pikir mereka, bodoh sekali dirinya tak bisa mengetahui mana merah muda dan mana pula yang kelabu.

Tawa-tawa mengejek itu akrab sekali di telinga Hera. Saat ibunya sibuk dan ia terpaksa memakai seragam sendiri, ia harus menelan pahit ketika ternyata warna yang dipilihnya salah. Setiap masuk sekolah, semua orang akan tahu kekurangannya begitu jam pelajaran Seni.

Ia yang tak bisa membedakan warna cokelat ataukah merah, hanya mengetahui gelap terangnya. Dengan begitu, ia akrab dengan kesendirian akibat keanehannya. Ia karib dengan suara dalam kepalanya saja, karena suara teman bahkan gurunya terlalu sumbang.

"Nikmati saja, Hera. Kamu spesial, ingat itu," selalu begitu kata ibunya. Namun, tak pernah ia pahami, dari sisi mana ia bisa spesial?

Karena pertemanannya dengan sepi dan harapannya untuk bisa melihat warna, ia mulai senang menggambar. Anak-anak lain mengikuti lomba mewarnai, tapi ia tak bisa membedakan krayon hijau atau merah, jadi ia memilih berdiam di sudut dan menggambar.

Saat remaja, temannya mulai senang bermain-main dengan cat air, tapi Hera tak tahu apa-apa selain gelap terang, jadi ia memilih warna hitam dan putih sebagai teman setianya untuk berkaya.

"Gambarmu bagus, Hera. Lihat, kamu spesial, bukan?" Begitu komentar ibu Hera saat melihat gambarnya, membuat ia tersenyum bahagia. Saat itu, ia tahu apa makna "spesial" yang ibunya maksud.

Namun, kebahagiaan itu tidaklah berlangsung lama.

***

Suatu hari, kakaknya melihat progres gambaranyya, kemudian berkomentar, "Gimana kalau kamu posting aja?"

Awalnya, Hera sangsi dengan usul itu. Namun, kakaknya terus memotivasi bahwa Hera harus berani mengambil kesempatan. Saat itulah, akhirnya ia mempublikasikan karya tersebut di suatu platform dalam kolom 'Tantangan'. Meski belum resmi, tapi ini memantik semangatnya untuk berkaya.


Ia kira, semua fase pahit dalam hidupnya telah berakhir. Mungkin, skenario hidupnya sudah berubah haluan ke posisi yang lebih baik. Rasa sedih karena selalu dikucilkan semasa sekolah mungkin akan menguap seiring waktu kelak. Namun, ia harus belajar, bahwa harapan tak selalu berbanding lurus dengan kenyataan.

Komik-komik lain mendapatkan banyak pujian dan ditunggu-tunggu episode selanjutnya. Namun, beberapa komik tak seberuntung itu. Begitu pula milik Hera. Sejak memasuki episode ketiga, karyanya selalu dipenuhi komentar para pembaca, tapi hampir delepan puluh persen berisi cari maki.

***

Langkah tidak membawanya pulang ke rumah. Hera berhenti di stasiun kota yang tak terlalu ramai, sebab ini bukan hari libur nasional ataupun weekend. Orang-orang berlalu lalang dengan barang-barang yang mereka bawa, tanpa memedulikan keberadaan dirinya.

Seberapa cepat ia mati jika menabrakkan dirinya ke kereta api yang lewat? Mungkin hanya dalam sepersekian detik, jasadnya langsung terbelah dua tanpa ada yang menolong. Orang-orang akan mengerubunginya dengan jijik dan ngeri. Akankah keluarga mengenali dirinya? Mungkinkah mereka sampai hati mengemas jasad dan menguburkannya?

Kenapa pula ia harus memikirkan itu? Bukankah sejak awal ia hanya ingin mati dengan pasti? Inilah jawabannya. Kemungkinan mati dengan menabrakkan diri ke kereta yang lewat bisa lebih cepat lagi. Namun, ia harus mencari rel di tengah jalan. Kereta yang baru berangkat atau tiba di stasiun akan melambatkan laju jalanya, sedangkan yang masih dalam perjalanan tidak akan bisa mengerem jika ia mendadak muncul di hadapan.

Tubuhnya akan terpental dan otomatis mati. Kalau tidak, koma pun tak apa-apa. Asal ia bisa hengkang dari sesaknya dunia yang penuh dengan komentar buruk ini.

Ia berbalik badan dan berjalan buru-buru, hingga tubuhnya menabrak seorang kakek tua yang membawa serenteng plastik berisi kerupuk di bahu kenannya. Spontan ia memohon maaf, membantu sang kakek mengambil plastik besar itu.

Namun, saat Hera menyerahkan plastiknya, barulah ia sadar ada yang aneh. Kakek itu kebingungan meraba-raba tanah di sekitarnya, seolah mencari sesuatu. Hera memperluas area pandangnya, lantas nyaris melotot melihat tongkat tak jauh dari tempat si kakek berjongkok.

Usai mengambilnya, Hera menyentuh bahu di kakek. "Kakek cari ini?" Jantungnya entah mengapa berdebar, berharap firasat di dalam kepalanya salah. Jangan, jangan, jangan, bantinnya.

"O, ya maaf dek, saya ini buta. Tidak bisa lihat apa-apa."

Hati terasa dicubit saat mendengarnya. Hera melihat plastik berisi kerupuk yang dibawa si kakek, masih penuh. "Bagaimana kakek bisa jualan kerupuk?"

Kakek itu meraba-raba lantas meraih plastik saat tangannya menemukannya. "Saya biasanya duduk saja Dek, di selasar statsiun. Nanti yang beli tinggal naruh uang, ambil kembalian sendiri."

"Ka-kalau mereka nipu kakek, gimana?" Hera membantu kakek itu berdiri, lantas menuntunnya berjalan.

Dengan tersenyum, si kakek menjawab, "Ya, ndak papa. Biasanya saya, ya seperti ini. Daripada ndak kerja, ndak dapat uang, dari mana bisa makan? Kita berusaha, Allah yang menentukan."

Dada Hera tersentak mendengarnya. Sebuah kesadaran menghantamanya bertubi-tubi saat itu juga. Ia tidak menyahuti kata-kata si kakek karena sibuk menggigit bibir untuk menahan air mata. Kesedihan dan kegelisahan berbaur dalam hatinya, membuat ia merasa akan meledak. Setelah kakek itu duduk di selasar, ia hanya mengambil dua bungkus kerupuk dan meletakkan uang pecahan lima puluh ribu ditangannya, lantas berlari lekas-lekas dari sana, tanpa bicara apa-apa.

***

Hera membuang semua catatan-catatan tentang cara bunuh diri terbaik yang terserak di lemari belajarnya, begitu pula gunting dan silet yang ia siapkan di atas meja. Usai itu, ia terduduk di kasur dan memejamkan mata.

Saat membuka mata, ia memang tidak lantas bisa mengerti warna. Namun, ia tahu mana pintu dan mana jendela. Ia tahu mana rak buku dan mana rak sepatu. Ia bisa membedekan celana dan rok, tanpa harus menyentuh semuanya terlebih dahulu.

Menyadari itu, dadanya yang tadi terasa sempit, perlahan merasa beigtu lega. Seolah ada oksigen yang memenuhinya setelah seharian ia hanya menghirup karbon berisi benci dan sakit hati.

Tak lama, ia dengar ponselnya berdering. Notifikasi surel masuk ke ponselnya. Begitu membukanya, kesedihan yang menumpuk dalam hati selama beberapa lama, terasa melesap perlahan, seiring matanya membaca :

Selamat! Komik anda akan kami terbitkan secara offical, kami harapkan revisi di beberapa bagian yang akan didiskusikan dengan editor kami setelah anda mengonfirmasi email ini.

Profil Penulis :

Niswahikmah, seorang mahasiswa prodi Bahasa Arab yang juga aktif menulis dan mengirimkan karyanya ke berbagai media. Di usianya yang kesembilan belas, ia telah menerbitkan dua buku tunggal dan sepuluh antologi bersama. Kini, ia aktif berkiprah di Forum Lingkar Pena (FLP) Sidoarjo sebagai kadiv kaderisasi. 


CapGoh! Fakta Dari Kue Bulan Yang Belum Banyak Diketahui Banyak Orang

CapGoh! Fakta Dari Kue Bulan Yang Belum Banyak Diketahui Banyak Orang

INIKECE - Kue Bulan dalam tradisi orang Tionghoa, bahwa setiap bulan petengahan musim gugur yang jatuh pada bulan 8 tanggal 15 kalender China. Yang merupakan sebuah Fertival terbesar Musim Gugur di China.

Dalam Pertengahan Musim Gugur yang menjadi kekhasan orang Tionghoa adalah Kue Bulan atau Mooncake yang selalu jadi panganan wajib di perayaan tersebut.

Sesuai namanya, kue ini memiliki bentuk bulat dengan lekuk-lekuk di berbagai sisinya/ Sementara di bagian atasnya, terdapat pola ukiran dan kaligrafi khas China.

Bagi warga Tionghoa sendiri, keberadaan kue bulan di Festival Pertengahan Musim Gugur ini sarat akan makna dan filosofi yang kuat.

1. Legenda Dewi Bulan Di Mitologi Rakyat China


Ada banyak versi legenda mengenai kue bulan. Salah satu versi yang terkenal adalah legenda Hou Yi dan Cheng Er. Menurut cerita, Hou Yi adalah seorang pemanah yang berhasil memanah 9 dari 10 matahari.

Dia 'menghancurkan' dan menyisakan satu matahari agar tidak menyebabkan kekeringan. Atas upaya itu, Hou Yi dihadiahi sebotol ramuan untuk kehidupan abadi oleh Penguasa Langit. Konon, ramuan itu harus dibagi dengan istrinya. Chang Er, supaya mereka bisa hidup berdampingan selamanya sekaligus mencapai keabadian.

Singkat cerita, Chang Er lalu membuka ramuan tersebut dan menegaknya hingga habis. Karena overdosis, Chang Er lalu pingsan dan terjatuh ke lantai dan pada saat yang sama tubuhnya terasa ringan. Chang Er lalu melayang ke langit dan membawa satu benda yang dijadikan sebagai pegangan. Benda itu ialah kandang kelincinya.

Chang Er pun lalu terdampar di bulan (bersama kelincinya) dan berubah menjadi Dewi Bulan. Konon, sampai sekarang, kelinci itu bisa terlihat jika bulan sedang bulan purnama.

Untuk mengobati kerinduan akan istrinya, maka setiap tanggal 15 bulan 8, Hou Yi menyisihkan waktu untuk menanti Chang Er. Ia duduk minum teh dan menyantap kue bulan sembari menunggu Chang Er dalam balutan bulan purnama.

2. Kue Bulan Digunakan Sebagai Pembawa Pesan Rahasia


Pada masa Dinasti Yuan, kue bulan digunakan sebagai pembawa pesan rahasia untuk membantu orang Han menggulingkan rezim Mongol.

Penulisan pesan rahasia itu dilakukan dengan cara khusus dalam empat buah mooncake, dan dikemas dalam satu kotak. Masing-masing mooncake lalu dipotong menjadi empat bagian, sehingga menghasilkan 16 potong yang dirangkai sedemikian rupa sehingga pesan rahasia dapat terbaca.

Namun, ada juga versi yang menyebut bahwa pesan rahasia itu ditulis di dalam kertas lalu dimasukan di tengah-tengah mooncake.


3. Makna Isian Kuning Telur Pada Kue Bulan


Bisa dibilang, kue bulan menjadi salah satu sajian yang wajib hadir di Festival Pertengahan Musim Gugur. Biasanya, berbentuk bundar atau persegi dengan diameter berkisar 10 cm dan ketebalan 4-5 cm. Sedangkan isiannya berupa pasta padat atau telur yang dilapisi kulit tipis sekitar 2-3 mm.

Selain bentuknya yang bulat nan padat, salah satu ciri daru kue bulan adalah rasanya yang manis dan sedikit berminyak. Sedangkan isian kuning telur di dalamnya menyimbolkan bulan purnama.

Biasanya pada bagian kulit ada cetakan huruf-huruf Mandarin seperti 'longevity', 'harmony', nama toko atau keluarga pembuatan, gambar bulan purnama, hingga kelinci.

"Egg yolk menggambarkan bulan yang terang. Kue bulan menggamabarkan doa dan harapan baik untuk yang memakannya," kata Hanny Wahyuni, Director of Communications, Hotel Mulia Senayan Jakarta.

Kue bulan ini disantap bersama keluarga. Mereka yang merantau pun kembali ke kampung halaman untuk menikmati kue bulan bersama. Menyentap kue bulan juga memiliki makna melekatkan hubungan kekeluargaan.

4. Beragam Jenis Kulit Mooncake


Tak hanya isinya saja yang beragam (seperti lotus, red beab, jujube, hingga kuning telur), ternyata kue bulan juga memiliki beragam jenis kulit.

Tercatat ada tiga jenis kulit mooncake yang beredar di pasaran, yaitu chewy, flaky, hingga tender. Chewy sendiri merupakan jenis mooncake yang paling populer, ia terbuat dari bahan-bahan sirup gula kental, lyewater, tepung, dan minyak.

Sementara flaky dibuat dengan menggulung adonan yang terdiri dari minyak dan tepung, rasa dan teksturnya hampir sama dengan puff pastry. Sedangkan tender merupakan kulit mooncake yang paling dipakai di provinsi China dan Taiwan.

New, Final Fantasy VII Remake

New, Final Fantasy VII Remake

INIKECE - Menjadi seseorang yang hobby bermain game, pasti sudah kenal akrab dengan permainan Fantasy yang luar biasa seru dan mengaksikan. Kali ini Tokyo Game Show, gaming terbesar di dunia telah kembali di gelar.

Tanggal 12-15 September. Bertempat di Makuhari Messe, prefektur Chiba, berbagai nama besar dalam industri gaming berlomba memamerkan proyek baru mereka. Contohnya Square Enix, yang membawa salah satu proyek unggulannya yakni Final Fantasy VII Remake, dan melalui trailer baru yang mereka pamerkan.




Selain fitur permainan, tampaknya Final Fantasy VII Remake juga bakal menghadirkan karakter-karakter baru. Contohnya sosok yang berusaha menghentikan Cloud, Jessie, Biggs dan Wedge, yang hanya diidentifikasi sebagai SOLDIER, pasukan elit Shinra.

Sekedar info, dalam versi orisinalnya, tidak ada anggota SOLDIER lain yang ditampilkan selain Cloud dan Sephiroth. Jadi, siapakah dia?





Salah satu bagian dalam trailer menampilkan Sector 5 Church, tempat Cloud berjumpa dengan Aerith. Tampak pula pertemuan dengan Reno dan Rude, dua anggota Turks yang ditugaskan membawa sang gadis.


Berbeda dengan versi orisinalnya, pertarungan melawan keduanya lebih menantang, karena mereka terlihat lebih sulit untuk ditundukkan!



Dalam game orisinalnya, Cloud harus menyamar menjadi wanita demi menolong Tifa, dari cengkraman Don Corneo. 

Tampaknya, misi itu tetap dipertahankan dalam versi remake ini. Hal tersebut bisa dilihat dari kemunculan mini-game Squats, yang harus gamer jalani untuk mendapatkan sebuah key item. Uniknya, di lokasi yang sama, Tifa ternyata bisa mengikuti mini-game yang serupa tapi tak sama!



Melalui trailer baru ini, gamer dapat menyaksikan fitur lain dalam battle system Final Fantasy VII Remake, yakni status effect.

Disini, salah satu musuh diperlihatkan menyerang Cloud dengan status effect Frog, merubah jagoan kita menjadi kodok!


 

Tidak hanya itu, untuk pertama kalinya permain bisa menyaksikan bentuk Summon dalam versi remake ini! Hanya dua summoned monster saja yang diperlihatkan, yakni Ifrit dan Shiva. 

Berbeda versi orisinalnya, kini gamer dapat bertarung bersama sang monster, yang dibekali dengan gauge tersendiri.


Menurut jadwalnya, Final Fantasy VII Remake akan diluncurkan untuk PlayStation 4 pada tanggal 3 Maret 2020. Game tersebut bakal hadir dalam beberapa part, dimana bagian pertamanya bakal difokuskan pada kota Midgrad.

Bingung, Antara Harapan Dan Perpisahan

Bingung, Antara Harapan Dan Perpisahan

INIKECE - Hari ini hari pertama ia dibawa ke rumah sakit. Namanya Jonquil, seorang gadis cilik penderita pneumonia. Usianya baru menginjak delapan tahun, tetapi dia sudah sering bolak-balik rumah sakit karena kondisi tubuhnya yang lemah. Dan hari ini adalah kali pertama ia dirawat inap di rumah sakit ini.

Keluarganya sangat sibuk. Tidak ada yang berjaga di rumah sakit ini selain para suster. Selebihnya, gadis itu sendirian, aku adalah satu-satunya teman di kamar inap ini.

"Aster." Gadis itu memanggilku, "Menurutmu aku bisa sembuh?"

Aku mengangguk mengiyakan. Tentu saja, tidak ada yang tak dapat disembuhkan di rumah sakit ini. Semua orang yang masuk ke rumah sakit ini pastilah sembuh, setidaknya jika mereka punya kemauan untuk sembuh.

"Tentu saja," Sukster Nina mendahuluiku menjawab, "Minum obatmu dulu ya?" Suster itu memberikan beberapa butir obat untuk diminum. Jonquil mengangguk patuh, menelan beberapa butir obat yang katanya antibiotik lalu meminum segelas air putih setelahnya.

Jonquil itu anak yang baik, dia lemah lembut serta penurut, tidak pernah sekali pun aku melihatnya merengek atau berteriak dan menangis seperti anak-anak lainnya. Ia juga sering membawakanku banyak cerita. Dia tahu aku begitu kesepian di ruangan kosong bernuansa putih ini. Gadis kecil itu sangat baik, itu yang membuatku senang berteman dengannya.

Pada pagi hari aku melihat Jonquil dari jendela rumah sakit. Ia akan berjalan-jalan bersama Suster Nina dan terkadang perawat lain jika fisiknya sedang baik. Rumah sakit ini punya taman khusus untuk para pasien, sehingga mereka bisa berjemur dan menghirup udara yang segar. Aku juga setiap pagi menikmati matahari pagi, bedanya aku hanya bisa merasakannya melalui jendela kamar.

Sedangkan pada siang hari Jonquil akan lebih sering diam di kamar dan menggambar, sesekali berbincang denganku. Aku hanya memberi respon seadanya. Bagiku, mendengar celotehan Jonquil lebih menyenangkan ketimbang berbicara. Setelah dia puas bercerita tentang harinya, ia akan tidur siang.

Dan di sore menjelang malam hari, adalah waktu dimana rumah sakit sedang dalam masa paling ramai. Banyak pasien dan pengunjung berlalu-lalang di lorong rumah sakit. Ada pula perawat yang berlarian sibuk. Saat itulah Jonquil akan duduk di depan kamarnya, menyapa beberapa pasien sepantaran dirinya yang sama-sama jarang dikunjungi keluarga, atau bercengkerama dengan orangtua yang penasaran kenapa anak sekecil dirinya bisa sendirian di rumah sakit.

Salah satu pasien kesukaan Jonquil adalah William, penghuni kamar sebelah. Anak laki-laki itu berusia sepuluh tahun, dua tahun lebih tua dibanding Jonquil. Mereka sama-sama menderita pneumonia. Anak itu senang bercerita bersama Jonquil, dan Jonquil akan menceritakannya padaku apa yang dibicarakannya dengan William.

Mereka sering berbicara tenang mimpi, dan apa yang akan mereka lakukan jika keluar dari rumah sakit. Dapat dilihat dari caranya berbicara, bahwa Jonquil sangat menaruh afeksi pada anak-anak laki-laki itu. Ia pernah berkata bahwa ia ingin sembuh bersama dengan William, meski mungkin itu berarti mereka tidak akan bisa bertemu lagi. Setiap malam, pembicaraan kami tak pernah luput dari sosok William.

Tapi, belakangan ini berbeda, Jonquil hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur, dengan alat bantu pernapasan terpasang di hidungnya. Wajahnya sangat pucar, dan tatapan yang biasanya sehangat mentari berubah kelabu. Aku sangat khawatir, terlebih Jonquil yang menolak makan apapun dari para perawat.

"Orangtua William datang ke kamarnya hampir setiap hari," cerita Jonquil padaku suatu hari. "Aku terkadang sampai iri. Ibu dna ayahnya terlihat sangat baik, sangat berbeda dengan mama dan papaku," Dia berbatuk-batuk, sangat keras hingga aku terkejut.

"Tapi kata William, aku nggak boleh iri padanya, karena katanya orangtuanku juga pasti menyayangiku. Kalau mereka tidak sayang padaku, tidak mungkin ada kamu."

Aku hanya terdiam, berusaha mencerna ucapan Jonquil. Tapi sedetik kemudian gadis itu sudah mulai berceloteh lagi. "Dia juga bilang, aku beruntung karena aku punya kamu di sini Aster." Dan malam itu, seperti biasa Jonquil membicarakan tentang William dan mimpi-mimpinya.

Sejujurnya, aku sudah mengantuk. Hari sudah berangsur tengah malam, tapi Jonquil masih senang bercerita. Aku tidak ingat sejak kapan aku membiarkan diriku terlena oleh rasa kantuk, meninggalkan Jonquil sendirian di tengah cerita-ceritanya. Kuharap dia mau memaafkanku ketika aku bangun besok.

Nyatanya, aku salah. Keesokan paginya, rumah sakit mendadak gempar. Jonquil sesak napas, jantungnya terhenti. Aku bisa mendengar suara bersahut-sahutan di kamar tempat kami berada, dan dokter-dokter yang berusaha menyelamatkan Jonquil dengan menggunakan alat pacu jantung. Aku bisa melihat tempat tidur Jonquil ditarik menjauh dariku, dan menghilang dari padangan.

Tidak lama, Suster Nina datang mendekatiku sambil menangis. "Jonquil sudah tidak ada," katanya. Aku menunduk, sangat dalam sekali hingga kepalaku dapat menyentuh ujung vas bunga tempatku diletakkan.

Suster Nina mengangatku, mengelus kepolak-kelopak putihku dengan jemarinya. Aku mengangguk mengiyakan, mungkin Sukster Nina tidak dapat melihatnya. "Terima kasih, karena sudah menjaga dan memberi harapan untuk Jonquil."

Namaku Aster, dan aku adalah bunga pemberi harapan, juga salam perpisahan.