Akibat Diteriaki Virus Corona, Mayat Diindramayu Tidak Ada Yang Berani Evakuasi

INIKECE - Akibat dari penyebaran virus corona tersebut banyak sekali menjadi orang ketakutan dan lebih memilih untuk menjaga diri dan jauhi orang-orang terlebih dahulu. Banyak orang sekarang lebih memilih dirumah saja.

Keajaiban Bumi Yang Belum Terpecahkan Hingga Sampai Sekarang, Menjadi Misteri Bumi

INIKECE - Bumi selalu memiliki keajaiban, hingga fenomena alam yang luar biasa, sampai ada suatu tempat dimana tidak dapat diteliti keajaiban bumi tersebut dikarena masih menjadi misteri teka-teki bagi para ilmuan.

Cerita Power Girl! Pesona Sang Gadis Jagoan

INIKECE - Suara gaduh dan teriakan terdengar dari ruangan penuh matras dengan tulisan Ruang Latihan Judo itu. Terlihat seorang gadis dengan rambut kuncir kuda sedang bergulat dengan lelaki yang memiliki ukuran tubuh sedikit lebih besar darinya.

Ramalan April Hari Ini Berdasarkan Zodiak, Simak Yuk!

INIKECE - Diakhir pekan ini, ramalan zodiak hari ini meminta Scorpio dan Aquarius untuk lebih peka terhadap pasangan jika tidak ingin hubungan menjadi buruk. Sementara itu, Virgo diharapkan lebih waspada karena berisiko terkan alergi. .

Romance Remaja! So I Love My Ex - Dia Bukan Lagi Si Cungkring, Part 2

INIKECE - Aluna menarik dan membuang napasnya. Ia memalingkan wajah saat melihat keberadaan Zello. Oke, Aluna memang tahu Zello kuliah di tempat yang sama dengannya, tetapi dia tidak pernah tahu bahwa Zelo ada di Fakultas Ekonomi.

Part 3! Tahun Baru Di Hutam Terlarang, Jadi Detektif

Part 3! Tahun Baru Di Hutam Terlarang, Jadi Detektif

INIKECE - Wisny melemparkan smartphone ke atas kasur. Ia kecewa menerima pesan kalau interview kerjanya ditolak. Ia kemudian duduk di tepi tempat tidurnya sambil mengembuskan napas berat.

Sudah satu bulan semenjak dia lulus dari kampusnya dan belum dapat kerjaan. Semua lamarannya ditolak oleh perusahaan. Targetnya sebelum tahun baru, ia harus segera dapat pekerjaan.

Ia meraih kembali smartphone-nya. Membuka aplikasi pencari kerja, scroll terus ke bawah. Di sana tertera sebuah lowongan kerja menjadi tim investigator atau dalam bahasa sederhananya menjadi seorang detektif. Wajahnya sumringah, menjadi seorang detektif adalah cita-citanya sejak kecil.

Ia yakin bisa menjalankan profesi itu dengan baik karena dia sering menonton kartun detektif conan. Selain itu, dia juga suka menonton film-film detektif seperti Shutter Island, Searching, Memento, dan Sherlock Holmes. Waktu SMA pun ia pernah memecahkan sebuah kasus hilangnya spidol guru. Jadi, dia yakin bisa diterima untuk menjadi detektif.

Segera dia keluarkan laptop dari dalam lemarinya. Menyiapkan CV dan surat lamaran, lalu mengirimkannya ke email tersebut. Wisnu tersenyum sambil berdoa dalam hati semoga ia bisa diterima. Bukan kenapa-kenapa, ia malu pada kedua orang tuanya kalau terus-terusan menganggur. Walau sebenarnya, mereka tidak pernah menuntut agar Wisnu cepat dapat kerja.

"Wisnu, makan malamnya udah siap nih. Sini turun." terdengar suara ibuny memanggil.

"Iya, Mah."

Diruang makan, Wisnu lumayan terkejut melihat seorang wanita yang asing baginya duduk di meja makan bersebelahan dengan ayahnya Wisny.

"Oh, kenalin. Ini anak temannya mamah, Namanya Ika."

"Iya, Wisnu," ia menjabat tangan ika sambil tersenyum.

"Mamah bawa Ika ke sini biar kalian saling mengenal siapa tahu cocok. Kamu kan udah jomblo lama banget," ibunya Wisnu menyodorkan nasi pada Ika dan menyendokkan sepotong rendang sapi untuknya.


Wisnu terlihat grogi. Sudah empat kali mamahnya membawa perempuan ke rumah. Tapi, tidak satu pun yang menarik di mata Wisnu. Dan sekarang wanita ini, ia terlihat sederhana. Penampilannya tidak neko-neko, rambutnya sebahu, mengenakan baju kotak-kotak biru lengan panjang. Sesekali wanita itu tersenyum pada Wisny.

"Oya Mah, Pah. Wisnu barusan ngelamar kerja lagi."

"Oya?" timpal ayahnya yang sedang menggigit opor sapi.

"Jadi apa, Nak?" tanya ibunya.

"Detektif, Mah."

Seketiak gelak tawa meledak di meja makan. Sampai-sampai bapaknya tersendak makanan. Untung saja ia langsung minum air.

"Wah keren itu," ujar Ika dengan sumringah. "Aku suka nonton film-film detektif dan ngabayangi kalau bisa jadi detektif suatu saat," tambahnya.

"Emang ada lowongan kerja kayak gitu?" tanya bapaknya, ia mengelap sisa makanan dengan tisu di sekitar bibirnya.

"Adalah, Pah. Aku nemu di internet."

"Yowis, semoga keterima ya, Nak," ibunya menyodorkan segelas air putih pada Wisny.

"Amin. Oya Ika, kamu suka detektif juga, ya?"

Mereka menikmati makan malam. Suara sendok beradu dengan piring memenuhi ruangan makan. Wisny merasa nyambung mengobrol dengan wanita yang baru ia kenal.

Part 2! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Bersepeda

Part 2! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Bersepeda

INIKECE - Tiga Tahun Kemudian, Safirah mengayuh sepeda gunungnya. Ia berusaha mengejar Daus yang sudah melaju lebih jauh darinya. Berkali-kali dan depan sepeda Safrah menghantam akar pohon sebesar lengan orang dewasa. Itu membuat sepeda yang ia kendarai terpental-pental.

Untungnya, ia masih bisa mengendalikannya. Ia mencoba untuk mengatur napas, membetulkan poisis helm dengan tangan kiri. Sepedanya terseok-seok melewati jalan berlumpur. Ia terus mengikuti jalan setapak yang memang sering digunakan untuk bersepeda.

"Daus, tungguin gua dong!"

"Hahahaha...," Daus malah mempercepat laju sepedanya.

"Ih, nyebelin! Jangan jauh-jauh dari perkemahan! Woy!" teriak Safirah.

Ia kembali mempercepat laju sepedanya. Kedua matanya sesekali melirik ke arah kanan. Banyak pepohonan besar dengan daun-daunnya yang basah dari sisa guyuran hujan semalam. Tiga ekor monyet bergelantungan di dahan pohon. Monyet-monyet itu memerhatikan Safirah yang sedang mengayuh sepeda.

Beberapa saat kemudian, ia menghentikan lajut sepedanya. Safira melihat sepeda Daus tergeletak begitu saja di tanah. Tapi, tak ada Daus di sana.

"Daus?" Ia turun dari sepedanya. Safira lalu berjalan perlahan mencari Daus.

Ada jejak kaki di atas rumput yang juga masih basah. Jejak-jejak itu menuju ke arah semak-semak yang lenbat.

""Lu ngerjain gua ya?" wajah Safirah terlihat siaga. Ia terus menyibakkan semak-semak yang lebat, berharap menemukan Daus dibaliknya.

"Daus? Jangan bercanda lah! Males gua."

Sesaat kemudian, Safirah menemukan Daus. Ia sedang duduk di atas rerumputan sambil membungkuk.

"Daus?"

Perlahan kepala Daus terangkat. Namun, seperti ada yang berbeda dari perangainya. Kedua matanya itu memandangi Safirah dengan penuh makna.

"Lari, Sayang!" kata Daus, lirih. Tubuhnya lalu terguling ke tanah.

Sebilah linggis menancap di punggung Daus. Pemandangan itu membuat Safirah berteriak begitu keras. Ia lari terbirit-birit. Segera ia meraih sepedanya, menunggangi dan mengayuh pedalnya sekuat tenaga.

Safirah menangis terisak-isak. Sedangkan di belakang, Jumadi terlihat gesit berlari. Ia mengejar Safirah sambil tertawa. Sebilah linggis ditangan krinya, sementara tangan kanannya menggenggam batu.

Batu itu ia lempar sekuat tenaga. 'Bug', batu itu tepat mengenai punggung Safirah. Seketika wanita itu terguling ke tanah. Sepeda yang ia tunggangi masuk ke semak-semak.


"Tolong!" teriak Safirah. Ia mencoba untuk bangkit.

JUmadi berlari mendekatinya. Ia masih tetap tertawa. Ia kemudian menghantam leher Safirah dengan badan linggis. Satu sabetan, tapi itu berhasil membuat Safirah tak sadarkan diri. Jumadi lalu menyeretnya.

Lelaki gila itu semakin buas. Air liur terlihat keluar dan menetes dari sudut mulutnya. Rambutnya panjang sebahu, tapi sudah botak di bagian tengah. Ia mengenakan singlet hitam yang dirangkap kemeja tanpa dikancingkan. Celana panjang hitamnya penuh lumpur.

Jumadi tidak menggunakan alas kaki. Telapak kakinya tebal karena sudah terbiasa tanpa alas kaki ke mana-mana. Baju bagian punggungnya basah oleh keringat. Bahkan, keringat yang keluar dari badannya berbau amis.

Ia terus melangkahkan kakinya. Sembari menyeret tubuh Safirah, ia sambil bernyanyi.

"Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali. Kiri-kanan kulihat saja banyak pohon cemara."

Suara Jumadi parau meski nadanya pas. Bahkan terkesan menakutkan. Sesaat, lirik lagu tersebut berganti dengan siul.

Perlahan mata Safirah mulai terbuka. Tapi, badanya lemas. Bahkan, ia tidak bisa menggerakkannya. Samar-samar ia mendengar siul nyanyian lelaki yang menyeretnya.

Jumadi berjalan ke tempat semula Daus ditusuk. Safirah lalu digeletakkan tepat di depan mayat Daus. Samar-samar, Safirah melihat lelaki itu menggigit leher kekasihnya. Ia tampak mengunyah sesuatu. Astaga, itu daging dari leher Daus.

Part 1! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Pengasingan

Part 1! Tahun Baru Di Hutan Terlarang, Pengasingan

INIKECE - Malam itu, Jumadi diarak oleh warga kampung Ciliman ke sebuah hutan yang jauh dari pemukiman warga. Lengannya dirantai ke bekalang punggung. Sesekali warga mencacinya dengan sebutan 'orang gila' lantaran memakan hidup-hidup hewan ternak warga.

Akhir-akhir ini, warga memang sempat dibingungkan oleh kematian hewan ternaknya, seperti kerbau yang mati dengan bekas luka gigitan di kelaminnya, ayam yang terburai ususnya, bebek yang hanya menyisakan kulit dan bulu, kambing dengan sisa gigitan di lehernya.

Awalnya, warga menduga kalau hal itu adalah ulah kucing hutan yang sering masuk perkampungan. Ternyata itu semua ulah Jumadi. Seorang warga kebetulan memergokinya sedang mencabik-cabik perut kambing dengan giginya seperti seekor macan.

Semenjak ditinggalkan istrinya karena masalah ekonomi, Jumadi memang menjadi pribadi yang sangat tertutup. Bengkel motor miliknya sudah tidak diurus lagi, ia jarang bergaul dengan warga dan lebih sering berdiam diri di rumah.

Warga menyangka kalau Jumadi sedang depresi. Pernah beberapa kali seorang ustad mendatang rumah Jumadi untuk memberi nasihat kerohanian. Ternyata nasihat-nasihat ustad tidak mempan, Jumadi tetap menjadi orang yang pendiam hingga menjadi gila.

Telapak kaki kiri Jumadi berdarah menginjak duri. Beberapa kali ia mendapat dorongan kasar dari salah seorang warga di belakangnya. Mereka berduyun-duyun mengarak Jumadi ke hutan. Cahaya senter yang mereka bawa berayun-ayun dari kejauhan.

"Dasar gila!"

"Mati saja kau di hutan!"

"Tidak usah balik lagi ke kampung!"

"Sampah masyarakat!"

Umpatan demi umpatan dilemparkan pada Jumadi. Tubuhnya yang kurus kerempeng tersungkur ke tanah. Kakinya tidak sanggup lagi berjalan, terasa sangat perih. Seorang lelaki berbadan kekar menarik ujung baju Jumadi yang lusuh dan bau, ia memaksa Jumadi berdiri dan terus berjalan. 

Seorang lelaki lainnya malah memukul kepala Jumadi dengan kepalan tangan, ada juga yang menendang bokongnya hingga kembali tersungkur. Jumadi semakin dibawa masuk ke dalam hutan yang gelap dengan pohon-pohon besar di sekelilingnya. Hutan yang jarang sekali dikunjungi warga karena terkenal dengan keangkerannya.

Kemudian mereka tiba di sebuah rumah tua yang besar di tengah hutan. Rumah yang sudah lama tidak berpenghuni, rumah itu dibangun oleh sebuah lembaga konservasi hutan. Pernah ditempati beberapa tahun saja oleh para peneliti dari kota, namun kemudian ditinggalkan begitu saja.

Dindingnya terlihat sudah sangat tua dan rapuh, ada tiga tiang penyangga di bagian depan. Terlihat dua jendela di bagian depan rumahnya dan dua buah kursi kayu yang sudah dijalari tanaman liar. Ruangannya gelap tidak ada liling apalagi listril. Hanya ada sisa-sisa kabel dan tiang listrik tua di belakang rumah. Dulu dibangun untuk menunjang kegiatan para peneliti di hutan.

Jumadi didorong paksa untuk masuk ke dalam rumah yang gelap gulita. Wajahnya ketakutan, ia meminta ampun pada warga namun tidak seorang pun mau mendengarkannya. Dari belakang kerumunan warga, seorang lelaki kurus yang mengenakan baju oblong warga hitam mendekat sambil membawa rantai berukuran dua meter. Ia menyeret Jumati ke dalam sebuah kamar, diikuti kerumunan warga lainnya. Ia lingkarkan ranti ke teralis jendela dan menggemboknya, kemudian ujung rantai satunya diikatkan ke pergelangan tangan Jumadi.


"Apa kita tidak terlalu sadis, Pak?" tanya salah seorang warga yang iba melihat Jumadi.

"Tidak. Ini cara yang baik agar dia tidak berkeliaran lagi di kampung dan memakan hewan ternak kita," timpal salah satu dari mereka.

"Kalian jangan khawatir. Jumadi akan tetap kita kasih makan, setiap hari kita antar makanan ke rumah ini," ujar lelaki yang sedang mengikat lengan Jumadi.

"Mampus kau Jumadi!" umpat warga lainnya.

Setelah selesai diikat, Jumadi ditinggalkan begitu saja oleh warga. Cahaya senter perlahan menjauh dan meredup, pintu kamar ditutup rapat. Jumadi duduk sendiri di dalam gelap. Ia mendengar suara pintu rumah ditutup rapat. Jumadi menangis sambil berteriak meminta tolong, ia ketakutan. Ia menarik-narik lengannya yang dirantai sampai pergelangan tangannya lecet. Semua sia-sia, Jumadi sudah dianggap gila oleh warga dan harus diasingkan.

Keesokan harinya, Sardi seorang pengembela kambing diperintah oleh warga Ciliman untuk mengantarkan makanan kepada Jumadi. Ia membuka pintu rumah yang seketika bersuara keras karena engselnya sudah tua. Dengan hati-hati, ia melengkah menuju kamar tempat Jumadi diikat. Ia menjinjing rantang yang berisi nasi dan tahu yang hanya direbus. Kedua matanya menyisiri ruangan rumah yang kotor yang dipenuhi tanaman liar.

Setelah membuka pintu kamar, ia melihat Jumadi sedang duduk sambil menundukkan kepala. Rambutnya yang sebahu menutupi wajah, ada bercak darah kering di kedua telapak kakinya. Jendela di atas kepalanya terbuka memancarkan cahaya matahari.

"Ju... ma... di. A... ku bawa makanan buat ka... kamu," kata pengembala kambing sambil terbata-bata. Ia menelan ludahnya sendiri saking takutnya.

Jumadi tidak menjawab. Ia terlihat seperti sedang tidur dalam keadaan membungkuk. Perlahan Sardi mendekat, ia jongkok di depan Jumadi. Ia kemudian membuka rantang nasi dengan terburu-buru, sesekali matanya melirik ke arah Juamdi. Nasi dan tahu rebus ia taburkan di atas plastik hitam, kemudian bergegas bangkit untuk pulang.

"Daging metah?" langkah Sardi terhenti saat mendengar suara Jumadi.

Ia menoleh ragu-ragu.

"Nggak ada daging mentah." jawab Sardi ketakutan sambil melanjutkan langkahnya.

Sardi buru-buru ke luar dari kamar. Ia bergidik ngeri melihat keadaan Jumadi. Sesaat kemudian, Jumadi mendongakkan kepalanya. Ia meringsut dengan bokongnya mendekat ke arah makanan. Lalu terbaraing di lantai, ia makan langsung dengan mulutnya seperti seekor kuning karena lengannya masih terikat rantai dibelakang punggungnya.

Di atas lantai yang penuh debu, matanya tidak mengajga melihat sebuah kawat tergeletak tepat di depannya. Ia menyingkirkan plastik nasi itu dengan kepalanya, lalu berusaha meraih sebuah kawat dengan menggunakan kaki. Kawatnya ia jepit menggunakan jari-jari kaki, berjongkok sambil menyodorkan kawat ke bekalang punggung. Jemari tangannya berhasil meraih kawat, ia berusaha mengorek lubang gembok dengan kawat.

Satu jam berlalu, dia berhasil membuka gemboknya. Kemudian, ia coba membuka gembok satu lagi yang mengikat pergelangan lengannya, kawat yang ia gunakan sempat patah, tapi masih bisa digunakan. Beberapa saat kemudian, gembok itu berhasil dibuka juga. Jumadi tersenyum mengerikan, menampakkan giginya yang penuh dengan noda hitam.

***

Keesokan paginya lagi, Sardi mengantarkan makanan. Ia mengikat dua ekor kambingnya di halaman rumah. Betapa terkejutnya, saat ia tidak menemukan Jumadi di kamar. Sesaat sebelum ia hendak berlari, sebuah rantai mencekik lehernya dari belakang.

Jumadi lalu menusuk Sardi dengan sebilah bambu runcing. Bambu itu tepat mengenai perutnya. Ia lalu menggigit leher Sardi dengan sangat buas seperti seekor singa yang sudah berbulan-bulan tidak makan. Sardi kejang-kejang, tak berselang ia tak bergerak. Ia mati. Jumadi kemudian menyeret tubuh Sardi ke halaman rumah.

Cinta Hingga Kangen Sang Istri, Pria Ini Tetap Simpan Dan Tiduran Bareng Jenazah Sang Istri

Cinta Hingga Kangen Sang Istri, Pria Ini Tetap Simpan Dan Tiduran Bareng Jenazah Sang Istri

INIKECE - Ditinggal orang yang paling disanyangi untuk selama-lamanya adalah hal menyedihkan sekaligus memilukan, bagi kebanyakan orang. Sebagian orang bahkan merasa berat menghadapi kenyataan pahit tersebut.

Sama halnya seperti yang dirasakan oleh seorang pria bernama Le Van dari distrik Than Binh, provinsi Quang Nam, Vietnam.


Le merasa kepergian istrinya jadi momen menyedihkan di hidupnya, ia bahkan tak ikhlas dengan kematian sang istri tercinta. Saking sedih dan tak mau ditinggal istrinya, Le melakukan hal nekat dan tak terduga.

Melansir dari Eva.vn, Le mengaku bahwa ia sangat sedih dengan kematian sang istri. Ia juga tak sanggup melihat istrinya berada di liang lahat. Alhasil, Le mengambil jenazah istrinya dari liang lahat dan mengawetkannya.

Sejak saat itu, Le tinggal dan hidup dengan jenazah istrinya yang sudah diawetkan. Le bahkan sudah menjalani kehidupan seperti ini lebih dari 17 tahun.


Di rumah Le, ada sebuah ranjang kayu yang diatasnya terdapat sosok perempuan memakai pakaian. Le mengklaim bahwa sosok tersebut adalah istri tercintanya.

Le mengatakan bahwa ia masih ingin merawat istrinya. Ia juga mengakui kalau ia sering "bermain" dan tidur dengan jenazah sang istri lebih dari 17 tahun. Kelakuan Le yang menyimpan jenazah istrinya ini, sebenarnya sempat membuat masyarakat sekitar resah.

Le dan istrinya yang menikah pada tahun 1975, menjalani bahtera rumah tangga dengan sangat bahagia hingga dikarunia tujuh orang anak. Setelah menikah, kehidupan Le dan istrinya sempat diterpa kesulitan, namun cinta mereka membuat kehidupan tetap berjalan lancar dan bahagia.


Hingga pada tahun 2003, ketika Le bekerja sebagai karyawan serabutan di Gia Lai, ia mendapatkan kabar bahwa istrinya meninggal dunia karena sakit.


Setelah istrinya dimakamkan, Le merasa masih belum ikhlas menerima kenyataan harus berpisah dengan istrinya. Le bahkan sering tidur di makan sang istri setiap malamnya. Ia mengaku bahwa ia sangat merindukan momen yang dijalani bersama saat menjadi sepasang suami istri.

Tak hanya tidur di makam istrinya, Le bahkan nekat menggali terowongan ke makam sang istri agar lebih dekat. Melihat kelakuan sang ayah, ketujuh anak Le sebenarnya sudah mencegahnya. Namun, Le seolah tak peduli dan tetap melakukannya.

Tidak hanya ketujuh anak yang melarang Le melakukan hal nekat itu, para warga sekitar pun mengecam perbuatan Le. Namun Le masih mencoba berbagai cara agar keinginannya untuk tetap berdampingan dengan sang istri terwujud.


Kemudian, pada November 2004 silam, Le menggali makan istrinya secara diam-diam. Le lalu mengambil jasad sang istri dan membungkusnya dengan kain lalu menyembunyikannya.

Setelah berhasil menyembunyikan jasad istrinya, Le lalu membuat patung plester dengan semen. Patung ini dibuat Le mirip dengan wujud sang istri. Usai patung tersebut dibuat, Le langsung meletakkan jasad istrinya ke dalam patung.

Ia lalu membawa patung tersebut ke rumah dan meletakkannya di tempat tidur. Tindakan Le ini pun kembali membuat ketujuh anaknya maraha. Namun, Le malah tak menghiraukan anaknya sama sekali.

Hingga akhirnya, perbuatan Le ini membuat pihak berwenang turun tangan. Mereka meminta agar Le mau mengembalikan jasad istrinya ke liang lahat. Namun Le menolak, dan mengaku bahwa ia sangat mencintai istrinya. Ia bahkan mengatakan, perbuatan itu adalah hal lumrah yang dilakukan banyak orang saat kehilangan pasangannya.

"Di dalam patung itu ada jenazahnya. Saya masih tidur dengannya setiap malam," ujar Le.

Kecintaan Le terhadap sang istri tergambar dengan banyak barang-barang, dan kenangan yang menggambarkan potret bahagia rumah tangga mereka. Le menyimpan semua barang tersebut dengan sangat hati-hati.

Berhasil Sembuh Dari Virus Corona, 1.020 Orang Bahagia Dan China Berterima Kasih Kepada Indonesia

Berhasil Sembuh Dari Virus Corona, 1.020 Orang Bahagia Dan China Berterima Kasih Kepada Indonesia

INIKECE - Angka kesembuhan wabah penyakit pneumonia yang diakibatkan oleh paparan virus corona di China sudah mencapai angka 1.020 orang yang boleh meninggalkan rumah sakit, Beijing pun menyampaikan terima kasih kepada Indonesia.

Data otoritas kesehatan setempat (NHC) yang diterima ANTARA pada Kamis pagi angka kesembuhan itu jauh melampaui angka kematian yang mencapai 493 orang.

Meskipun demikian masih ada 3.219 orang lagi yang saat ini dalam kondisi kritis setelah terinfeksi jenis baru 2019-nCoV tersebut.

Jumlah orang yang positif mengidap 2019-nCoV juga telah mencapai 24.447, sedang yang berstatus terduga sebanyak 23.260 orang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunyinh menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada negara sahabat, termasuk Indonesia yang telah membantu menanggulangi virus mematikan itu.

"Sejauh ini ada 21 negara yang telah membantu kami, yakni Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Kazakhstan, Pakistan, Jerman, Inggris, Prancis, Hungaria, Belarusia, Turki, Iran, Uni Emirat Arab, Aljazair, Mesir, Australia, Selandia Baru, Trinidad and Tobago, dan UNICEF," sebut diplomat perempuan itu.


"Sumbangan itu bentuk kasih sayang mereka kepada kami yang sangat mendalam. Antarteman saling membutuhkan. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada smua," katanya.

Sebelumnya, Indonesia telah mengirimkan beberapa masker dan alat kesehatan lainnya kepada China.

Bantuan itu ada yang dikirmkan melalui pesawat Garuda Indonesia ke Beijing dan ada pula yang dibawa langsung pesawat Batik Air saat menjemput 238 warga negara Indonesia dari lokasi episentrum wabah 2019-nCoV Wuhan, Provinsi Hubei, pada Sabtu (1/2).

Virus Korona Terinfeksi Pada Seorang WNI Yang Bekerja Di Singapura

Virus Korona Terinfeksi Pada Seorang WNI Yang Bekerja Di Singapura

INIKECE - Pemerintah Indonesia sudah berupaya keras memperketat pengawasan untuk mencegah penularan virus korona jenis baru dari Wuhan, Tiongkok, di dalam negeri. Ternyata satu orang WNI justru tertular di negara lain yakni Singapura.

WNI yang merupakan Asisten rumah tangga di Singapura dilaporkan timbul gejala pada hari Minggu (2/2). Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (4/2), Singapura mengkonfirmasi kasus virus korona tersebut ditularkan secara lokal. Artinya sudah menular antar penduduk lokal.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes menjelaskan situasi terkini terkait kesehatan WNI di Singapura terus dipantau. Meski begitu, memang WNI tersebut menjalin kontak erat dengan majikannya.

"Kalau ART itu kan otomatis tinggal di sana (Singapura). Bukan dari Indonesia ke sana untuk jalan-jalan. Dan setahu jadwal ART di Singapura itu ketat sekali. Kalau majikannya memang tertular Coronavirus, artinya virus ini akan menyebar dari udara antar manusia dari cairan seperti batuk atau pilek, otomatis satu rumah kontak erat," jelas Wiendra keada wartawan di Jakarta, Rabu (5/2).


Menurutnya, kasus ART itu menjadi catatan bagi Indonesia untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pemantauan terhadap pekerja migran di negara terdampak. Sebab, meski tak melakukan perjalanan ke Tiongkok, virus ini terbukti menyebar dari manusia ke manusia seperti yang terjadi di SIngapura.

"Karena itu saya kan enggak mungkin juga pertanyakan bagaimana di Singapura, negara kecil apakah ketat juga. Itu kan otoritas negara Singapura. Lalu proses karantina yang datang dari negara Tiongkok bagaimana? Apakah diisolasi, apakah bagaimana di sana," ujar Wiendra.

Meski begitu saat ini baik majikan maupun WNI tersebut saat ini masih dirawat di rumah sakit secara intensif. Dan tidak ada skenario atau wacan WNI tersebut akan dirawat atau dipulangkan ke Indonesia.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi terinfeksinya 1 kasus WNI di Singapura. Dalam keterangan resmi Kemenlu kepada JawaPos.com, Selasa (4/2) oleh Pelaksana harian (Plh) Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI, Judha Nugraha, Ministry of Health Singapura mengumumkan kasus coronavirus ke-21 di Singapura, yaitu WNI berusia 44 tahun yang bekerja sebagai pekerja migran.

Berdasarkan informasi dari KBRI di Singapura, WNI tersebut tidak memiliki riwayat bepergian ke RRT. Tapi ia merupakan pekerja rumah tangga dari warga negara Singapura yang juga telah sebelumnya ditetapkan positif Coronavirus. WNI tersebut saat ini ditangani Tim Media Singapore General Hospital.

KBRI Singapura telah menerima konfimasi lisan dari Ministry of Health Singapura, namun dikarenakan Personal Data Protection Acr, identitas WNI tersebut belum dapat disampaikan. KBRI Singapura terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang terkait penanganan hal tersebut.

"Kami imbau untuk seluruh WNI yang berada di Singapura diharapkan dapat tetap waspada, menjaga kesehatan dan kebersihan, dan memperhatikan imbauan yang dikeluarkan Pemerintah Singapura melalui jalur resmi Ministry of Health.

Menjadi Korban Bully, Jari Tengah Bocah Ini Harus Diamputasi Akibat Sering Dijepit Gesper

Menjadi Korban Bully, Jari Tengah Bocah Ini Harus Diamputasi Akibat Sering Dijepit Gesper

INIKECE - Ada fakta baru tentang kasus pembullyan siswa SMPN 16, Kota Malang, yang berujung diamputasinya jari tengah korban yakni MS, pada Selasa (4/2). Fakta itu diungkapkan Wali Kota Malang Sutiaji usai rapat dengan para kepala SMPN di Balai Kota Malang, Rabu (5/2).

Sutiaji mengatakan jika inisiator dari tindak kekerasan ini adalah sahabat korban sendiri yaitu siswa berinisial IL, 12 tahun.

"IL itu teman dekatnya korban, dan orang tua korban ini juga dekat dengan IL," ucapnya kepada wartawan.

Bahkan, Sutiaji menuturkan jika IL sering berkunjung ke rumah Ariel untuk bermain. "Bahkan IL ini sering berkunjung ke rumah Ariel," jelasnya.

Sutiaji juga menceritakan kronologi kejadian memilukan itu. Menurutnya kejadian berawal saat IL bercanda atau 'guyon' saat berada di lingkungan masjid SMPN 16 Malang.

"Yang memulai itu yang IL, mungkin inisiatornya tadi IL yang niatnya guyonan," jelasnya.


Tiba-tiba beberapa anak datang mencoba mengangkat korban yang mengeluh kakinya sakit.

Namun, bukannya dibawa ke UKS, korban justru dijatuhkan hingga terguling beberapa kali di tangga depan masjid.


"Karen ini orang banyak, yang lain ini mencoba meneruskan tindakannya itu," jelasnya.


Setelah itu mengenai jari tengahnya yang harus diamputasi, dijelaskan jika korban memang sudah mengeluh sakit karena sering terjepit gesper.

Namun berkembang kabar jika ada anak yang tidak dikenal menginjak jarinya hingga harus diamputasi.

Mengetahui hal itu Wali Kota Malang mengaku kecewa dengan pihak sekolah yang tidak mau terbuka padanya.

"Sekolah ini kan keliru, masa kejadian dengan bukti yang disampaikan kemarin beda dengan kenyataan di lapangan," pungkasnya.

PSK Muda Di Padang Berhasil Diamankan, Dituduh Terkena Jebakan Begini Penjelasan Polisi

PSK Muda Di Padang Berhasil Diamankan, Dituduh Terkena Jebakan Begini Penjelasan Polisi

INIKECE - Dituduh dijebak, PSK asal Padang ini tidak terima hingga pihak kepolisian, Polda Sumatera Barat memberi penjelasan bahwa ini terjadi bukan sebuah penjebakan kepada Pekerja Seks Komersil (PSK).

Diterima laporan oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade. Polisi memastikan proses pengungkapan kasus ini dilakukan berdasarkan penyelidikan Direktorat Siber Polda Sumatera Barat.

"Penjebakan enggaklah. Karena itu proses, tidak penjebakan," kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (5/2).

Stefanus menuturkan, kasus ini terungkap berdasarkan laporan dari Andre kepada Direktorat Siber Polda Sumatera Barat. Saat itu, Andre melaporkan telah terjadi praktik prostitusi online di salah satu hotel di Padang.

Setelah dilakukan penyelidikan, jajaran Polda Sumatera Barat melakukan penggerebetan di hotel yang dimaksud pada Minggu (26/1) lalu. Laporan tersebut pun dipastikan kebenarannya saat aparat menemukan PSK muda bersama muncikarinya di hotel tersebut.


"Pak Andre ini dapat informasi dari masyarakat tentang adanya prostitusi online, kemudian dia menyampaikan kepada kepolisian terutama di Siber kemudian ditindaklanjuti anggota Polda," jelas Stefanus.

Sementara itu, terkait siapa penyewa kamar hotel yang digunakan sebagai tempat pertemuan antara PSK dengan pelanggannya, Stefanus mengaku belum bisa memastikan. Saat ini jajarannya masih fokus kepada perkara pidana yang terjadi.

"Jadi kalau yang nyewa kamar ini nanti mungkin dari perkembangan penyidikan," jelasnya.

Kendati demikian, pria berpangkat melati tiga itu membenarkan jika Andre ikut dalam penggerebekan. Saat itu, Andre memang tengah berada di lokasi, untuk membuktikan laporannya tersebut.

Dalam kasus ini polisi akhirnya menetapkan dua orang tersangka. "Jadi 1 muncikari atas nama AS satu lagi pelaku prostitusinya yang perempuan," ucap Stefanus. Sedangkan untuk pemesan jasa PSK tersebut masih berstatus lidik.

Kedua tersangka dijerat pasal 27 Undang-undang ITE Nomor 19 Tahun 2016. Dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Khusus untuk muncikari ditambah dengan Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun.

Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade membantah dirinya menjebak seorang PSK di Padang, Sumatera Barat. Andre menegaskan bahwa ada pihak ataupun oknum-oknum yang sengaja melakukan penggiringan opini.

"Ini mengiring opini seakan-akan saya melakukan penjebakan," tegas Andre kepada wartawan, Rabu (5/2).

Meski mendapat hujatan dari publik, Andre menganggap hujatan yang dialamatkan padanya ihwal penggerebekan ini sangat wajar. Menurut Andre itu sudah menjadi risiko dari seorang wakil rakyat.