Akibat Diteriaki Virus Corona, Mayat Diindramayu Tidak Ada Yang Berani Evakuasi

INIKECE - Akibat dari penyebaran virus corona tersebut banyak sekali menjadi orang ketakutan dan lebih memilih untuk menjaga diri dan jauhi orang-orang terlebih dahulu. Banyak orang sekarang lebih memilih dirumah saja.

Keajaiban Bumi Yang Belum Terpecahkan Hingga Sampai Sekarang, Menjadi Misteri Bumi

INIKECE - Bumi selalu memiliki keajaiban, hingga fenomena alam yang luar biasa, sampai ada suatu tempat dimana tidak dapat diteliti keajaiban bumi tersebut dikarena masih menjadi misteri teka-teki bagi para ilmuan.

Cerita Power Girl! Pesona Sang Gadis Jagoan

INIKECE - Suara gaduh dan teriakan terdengar dari ruangan penuh matras dengan tulisan Ruang Latihan Judo itu. Terlihat seorang gadis dengan rambut kuncir kuda sedang bergulat dengan lelaki yang memiliki ukuran tubuh sedikit lebih besar darinya.

Ramalan April Hari Ini Berdasarkan Zodiak, Simak Yuk!

INIKECE - Diakhir pekan ini, ramalan zodiak hari ini meminta Scorpio dan Aquarius untuk lebih peka terhadap pasangan jika tidak ingin hubungan menjadi buruk. Sementara itu, Virgo diharapkan lebih waspada karena berisiko terkan alergi. .

Romance Remaja! So I Love My Ex - Dia Bukan Lagi Si Cungkring, Part 2

INIKECE - Aluna menarik dan membuang napasnya. Ia memalingkan wajah saat melihat keberadaan Zello. Oke, Aluna memang tahu Zello kuliah di tempat yang sama dengannya, tetapi dia tidak pernah tahu bahwa Zelo ada di Fakultas Ekonomi.

Terus Bertambah! Kemungkinan Besar Penularan Covid-19 Banyak Melalui Anak Muda

Terus Bertambah! Kemungkinan Besar Penularan Covid-19 Banyak Melalui Anak Muda

INIKECE - Jumlah orang yang terkena positif Covid-19 (Corona) terus bertambah banyak dan bertambah juga jumlah orang meninggal akibat virus tersebut. Berdasarkan analisis Data Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, terhitung mulai tanggal 23 Maret 2020 pukul 12.00 WIB.

Telah tercatat ada 579 kasus dan 49 orang telah meninggal dunia karena Covid-19 ini di Indonesia. Angka tersebut mungkin saja akan bertambah jika banyak sekali orang yang menganggap imun mereka terlalu kuat.

Achamd Yurianto, juru bicara penanganan Covid-19 menyatakan bahwa tak hanya kelompok usia lanjut maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta saja yang berpotensi terjangkit Covid-19, kelompok usia muda dengan imunitas yang bagus pun juga rawan tertular, bahkan gejalanya sangat minim.

"Data yang kita miliki dan data secara global, memang pada kelompok usia muda memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik, namun harus dipastikan bahwa bukan berarti kelompok muda ini bisa terkena, bisa terkena tanpa gejalan." kata Yuri dalam konferensi pers di Jakarta pada Minggu, 22 Maret 2020.

Yuri juga menambahkan, tanpa gejala inilah yang menjadi salah satu faktor penyebaran yang semakin cepat. Pasalnya yang bersangkutan tidak menyadari telah terjangkit Covid-19 dan tidak melakukan isolasi mandiri dirumah.

"Inilah menjadi hal yang mendasar sehingga persebarannya semakin cepat. Apabila ini menular ke saudara-sudara kita yang usianya lebih tua dan rawan maka ini akan menjadi masalah yang serius untuk keluarga kita," tuturnya.


Pihaknya meminta agar kelompok muda memahami benar risiko ini sehingga upaya pencegahan terhadap penularan dan penyebaran bisa terus dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan.

"Meskipun masih merasa muda masih merasa kuat, perhatikan betul bahwa kita menjadi salah satu sumber penularan bagi keluarga kita," katanya.

Yuri mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama, berkomitmen penuh melaksanakan imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal ini penting untuk pencegahan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi penyebaran virus Corona (Covid-19) ini. Ia juga meminta agar masyarakat semua dapat melakukan aktivitas di dalam rumah saja.

"Kepada seluruh rakyat Indonesia saya harap tenang, tetap produktif agar penyebaran Covid-19 ini bisa kita hambat dan kita stop. Dengan kondisi ini, saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," kata Jokowi dalam konferensi pers, pada Minggu, 15 Maret 2020 lalu.

Terlalu Anggap Sepele Dengan Virus Baru Covid-19 Yang Mematikan, Begini Rasanya Akibat Positif Corona

Terlalu Anggap Sepele Dengan Virus Baru Covid-19 Yang Mematikan, Begini Rasanya Akibat Positif Corona

INIKECE - Banyak sekali orang menganggap sepel dengan virus tipe baru Covid-19 yang telah menyebar hingga ke beberapa negara dan telah membuat banyak orang meninggal akibat terpapar posif Corona.

Orang yang menganggap sepele akan virus ini akan terbuka matanya dengan melihat kejadian ini. Dimana seorang wanita yang berumur 39 tahun ini telah dirawat di salah satu rumah sakit karena positif Covid-19.

Wanita ini membuat sebuah video, dimana ia ingin semua tahu bagaimana rasanya bila positif terkena Corona. Dalam video yang dibagikan terlihat sangat mengerikan dan video tersebut telah menyebar luas di media sosial.

Tara Jane Langston menunjukkan kepada pemirsa dua tabung di lengannya dan tabung pernapasan yang dia gunakan.

Dalam video tersebut telah juga ia sedang berbicara dengan terengah-engah seperti yang terlihat di video sebagaimana dilansir Business Insider, Jumat (20/3/2020).

Sejak membuat video, dia sebagaian telah pulih dan dipindahkan dari ICU. Langston mengatakan kepadal Mail Online bahwa ketika dia bernapas rasanya seperti tiada gelas di paru-parunya.

Dalam video yang direkam di Rumah Sakit Hillingdon, London, itu Langston berkata :

"Jika anda berpikir untuk mengambil risiko, lihat saja saya."

"Ini sangat buruk, Anda bisa berakhir di sini."


Meski begitu, dia mengatakan bahwa bahkan kondisinya "10 kali lebih baik" daripada yang dia rasakan sebelumnya.

Pada hari Jumat (20/3/2020), Inggris telah melaporkan lebih dari 3.000 kasus virus corona dan lebih dari 140 kematian.

Namun, otoritas Inggris secara rutin menguji hanya orang-orang yang sudah rumah sakit, sehingga angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi.


Langston mengatakan kepada Mail Online bahwa dia pernah menyepelekan dengan berpikir wabah corona itu berlebihan. Sekarang setelah merasakan sendiri, dia membuat video itu untuk memperingatkan teman-temannya tentang pertemuan di sebuah acara yang telah mereka rencakana.

Awalnya dia menganggap bahwa takut terhadap virus itu berlebihan dan omong kosong.

"Tetapi kemudian saya terjangkit virus corona."

"Saya tidak mau lagi mengalami ini."

"Itu adalah pengaman yang sangat tidak menyenangkan."

Mail Online menggamabarkan Langston sebagai wanita yang sehat dan seharunya tidak berisiko tinggi untuk terinfeksi Covid-19.

Bahkan Langston mengatakan bahwa pasien lain yang dilihatnya di rumah sakit berusia sekitar 50 atau 60 tahun.

Langston mengatakan kepada Mail Online :

"Orang-orang harus menyadari bahwa mereka perlu melakukan social distancing."

"Itu adalah satu-satunya cara. Percayalah padaku."

Dalam video itu, dia juga mengatakan kepada perokok untuk "meletakkan rokonya."

"Kamu membutuhkan paru-parumu," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa rumah sakit kehabisan masker wajah dan dia melihat seorang perawat menggunakan sesuatu yang terlihat seperti plastik di wajahnya.

Suaminya mengatakan kepada Mail Online bahwa Langston baik-baik saja sejak membuat video dan sudah tidak bergantung dengan tabung oksigen.

Akibat #dirumahaja, Wanita Ini Mainkan Game Hingga Nonton Dan Mengakibatkan Kebutaan

INIKECE - Akibat #dirumahaja, Wanita Ini Mainkan Game Hingga Nonton Dan Mengakibatkan Kebutaan

INIKECE - Saat ini banyak orang melakukan stay home atau berdiam diri di rumah. Dikarenakan maraknya penyebaran virus tipe baru Covid-19 yang sangat mematikan ini, dimana virus ini menyerang paru-paru seseorang yang terkena positif corona.

Virus ini telah menyebar ke beberapa negara dan telah membuat banyak orang meninggal dunia terutama Indonesia dimana telah banyak orang yang terkena positif corona dan banyak orang telah meninggal akibat virus corona tersebut.

Akibat dari itu, pemerintah mengeluarkan suaranya kepada rakyat untuk terus berdiam diri di rumah, bekerja di rumah, dan belajar di rumah.

Tapi berdiam diri di rumah membuat orang merasa bosan dan jenuh. Sehingga orang akan melakukan suatu kegiatan dimana untuk menghilang rasa bosan tersebut. Hal ini dilakukan wanita satu ini, ia memilih untuk bermain game selama isolasi rumah.

Tak tanggung-tanggung, wanita ini menghabiskan bermain game hingga nontop, yang membuat kedua matanya menjadi buta akibat bermain game dalam waktu yang cukup lama (nontop).


Wanita yang umur 21 tahun ini tak diketahui lokasi tempat tinggalnya tersebut awalnya melakukan karantina diri sendiri di rumahnya demi mencegah virus corona. Hal tersebut membuat wanita ini lebih memilih bermain game untuk menghabiskan waktunya.

Namun wanita keturunan Tionghoa ini bermain game hingga larut malam tanpa adanya istirahat. Maka dari itulah wanita tersebut kaget saat ia terbangun dan sudah tidak bisa melihat apa-apa lagi di depannya.

Awalnya wanita tersebut mengira bahwa matanya hanya mengalami kelelahan sehingga ia memilih untuk menetes obat tetes mata tanpa melakukan konsultasi ke dokter.

Namun setelah dua minggu, wanita tersebut pun khawatir dan pergi ke dokter karena matanya belum pulih. Dokter pun mengatakan bahwa wanita ini telah mengalami buta permanen akibat ablasi retina.

Kematian Terbesar Akibat Virus Baru Covid-19, Italia Mencapai 627 Orang Dalam Sehari

Kematian Terbesar Akibat Virus Baru Covid-19, Italia Mencapai 627 Orang Dalam Sehari

INIKECE - Dari Italia melaporkan bahwa telah tercatat 627 orang meninggal akibat Virus Corona ( virus tipe baru) dalam satu hari. Angka yang cukup besar untuk sehari virus Corona dapat mematikan sistem tubuh seseorang.

Dua hari lalu, tercatat 475 orang saja yang meninggal dalam sehari. Dilansir Business Insider, Sabtu ( 21/3/2020 ), total kematian di Italia kini sudah menembus 4.000 orang. Pasien meninggal di negara itu juga sudah melewati China.

Berdasarkan data resmi, angka kematian di China adalah sekitar 3.200 orang. China pun sudah mengirimkan bantuan media ke Italia untuk menjinakan Virus Covid-19 ini.

Angka kematian yang tinggi dalam sehari di Italia juga mengalahkan China. Jumlah kematian terbanyak di China dalam sehari adalah 150 orang pada bulan lalu.

Sejauh ini ada 47.021 orang terinfeksi Covid-19 di Italia. Pasien di Italia adalah yang tertinggi kedua di dunia setelah China. Penyebaran Covid-19 di Italia awalnya terjadi di Lombardia dan Veneto. Lombardia disebut terlambat memeriksa pasien yang tak mengalami gejala.

Pada 10 Maret lalu, Perdana Menteri Giuseppe Conte akhirnya menerapkan lockdown nasional yang berlangsung hingga awal April nanti dan berpotensi diperpanjang. Sementara itu, petugas kesehatan di China mengaku kaget melihat lockdown yang kendor.


Kasus baru virus Corona (Covid-19) di China mulai menurun. Kabar terbaru, kasus di kota Wuhan tercatat nol pada Rabu 18 Maret dan Kamis 19 Maret. Hal seperti itu baru pertama kali terjadi sejak 21 Januari lalu.


Presiden China Xi Jinping menyebut negaranya sudah berhasil menjinakkan Virus Corona, tetapi virus itu terlanjut menyebar ke berbagai negara. China pun mulai mengirim alat dan bantuan medis ke berbagai negara.

Salah satu negara yang menjadi tujuan China adalah Italia yang terdampak paling parah di Eropa. Namun, otoritas kesehatan China mengaku kaget melihat berapa santainya warga Italia dalam menghadapi Virus Corona tersebut.

Dilaporkan South China Morning Post, pihak China mengambil contoh di Kota Milan yang ternyata transportasi publik masih beroperasi. Itu berbeda dengan kota Wuhan yang menutup jalur transportasi.

"Di Milan, area yang terkan paling parah oleh Covid-19, tindakan lockdownnya sangat kendor. Saya bisa melihat transportasi umum masih beroperasi, orang-orang masih berpergian, masih berkumpul di hotel-hotel dan mereka tidak memakai masker," ujar Sun Shuopeng, wakil Presiden Palam Merah China.

Italia sebetulnya sudah melakukan lockdown sejak awal bulan ini, namun Sun Shuopeng lantas membandingkan tindakan disiplin yang diambil oleh China. Lockdown di China sangatlah ketat sementara kehidupan di Milan berjalan relatif normal.

"Saya tidak tahu apa yang masyarakat di sini pikirkan. Kita benar-benar harus menghentikan aktivitas-aktivitas ekonomi seperti biasa dan interaksi manusia seperti biasa. Kita harus tetap berada di rumah dan membuat setiap usaha untuk menyelamatkan nyawa. Langkah ini patut dibayar dengan berbagai cara demi menyelamatkan nyawa," tegas Sun.

Kasus Virus Corona di Italia telah merenggut 3.405 nyawa dan total kasusnya sudah 44 ribu. Berdasarkan statistik resmi, jumlah orang meninggal akibat Corona di Italia sudah melebihi China.

Virus ini mudah menular kerumunan ramai lewat batuk atau bersin. Nyawa lansia terutama sangat terancam akibat Virus Corona, alhasil negara maju seperti Amerika Serikat meminta agar masyarakat tetap di rumah agar lansia tak tertular.

Negara Ini Memiliki Banyak Korban Yang Positif Terinfeksi Virus Corona Dan Terlihat Tenang Menghadapi Virus Tersebut

Negara Ini Memiliki Banyak Korban Yang Positif Terinfeksi Virus Corona Dan Terlihat Tenang Menghadapi Virus Tersebut

INIKECE - Sebelumnya virus baru yaitu Covid-19 terdapat di Wuhan, China yang pada akhirnya menyebar hingga beberapa negara termasuk Indonesia dan Italia. Dimana telah tercatat memakan banyak korban jiwa atas virus baru tersebut.

Maraknya virus baru tersebut buat banyak orang menjadi sangat khawatir hingga pemerintah membuat sistem lockdown pada negaranya. 

Pada saat ini China sudah dinyatakan atau tercatat nol pada Rabu 18 Maret dan Kamis 19 Maret. Hal seperti itu baru pertama kali terjadi sejak 21 Januari lalu.

China yang telah berhasil menjinakkan virus corona tersebut, mulai mengirim bantuan ke beberapa negara dalam bentuk bantuan medis.

Salah satunya adalah negara Italia yang terdampak virus Corona paling parah di Eropa. Namun otoritas kesehatan China mengaku kaget melihat betapa santainya warga-warga Italia dalam menghadapi virus Corona tersebut.

Dalam hal ini, China melihat dalam contoh di Kota Milan, Italia yang ternyata transportasi publik masih beroperasi. Itu berbeda dengan kota Wuhan yang menutup jalur transportasi.

"Di Milan, area yang terkena paling parah oleh covid-19, tindakan lockdown sangat kendor. Saya bisa melihat transportasi umum masih beroperasi, orang-orang masih berpergian, masih berkumpul di hotel-hotel dan mereka tidak memakai masker." ujar Sun Shuopeng, wakil Presiden Palam Merah China.

Italia sebetulnya sudah melakukan lockdown sejak awal bulan ini, namun Sun Shuopeng lantas membandingkan tindakan disiplin yang diambil oleh China. Lockdown di China sangatlah ketat sementara kehidupan di Milan berjalan relatif normal.

"Saya tidak tahu apa yang masyarakat di sini pikirkan. Kita benar-benar harus menghentikan aktivitas-aktivitas ekonomi seperti biasa dan interaksi manusia seperti biasa. Kita harus tetap berada di rumah dan membuat setiap usaha untuk menyelamatkan nyawa. Langkah ini patut dibayar dengan berbagai cara demi menyelamatkan nyawa," tegas Sun.

Kasus virus Corona di Italia telah merenggut 3.405 nyawa dan total kasusnya sudah 44 ribu. Berdasarkan statistik resmi, jumlah orang meninggal akibat Corona di Italia sudah melebihi China.


Virus ini mudah menular di kerumunan ramai lewat batuk atau bersin. Nyawa lansia terutama sangat terancam akibat Virus Corona, alhasil negara maju seperti Amerika Serikat meminta agar masyarakat tetap di rumah agar lansia tak tertular.


Pemerintah Italia akan melibatkan 10.000 mahasiswa kedokteran untuk ikut melayani pasien Virus Corona Covid-19. Mereka terpaksa membatalkan ujian akhir mereka, dalam upaya untuk membantu pelayanan kesehatan yang berjuang mengatasi virus yang telah merengut 345 nyawa lagi.

Menteri pendidikan yang menangani University and Research, Gaetano Manfredi, mengatakan pemerintah akan membiarkan lulusan kedokteran tahun ini mulai bekerja sekitar delapan atau sembilan bulan lebih cepat dari jadwal dan mengesampingkan ujian wajib yang biasanya mereka lakukan sebelum kualifikasi.

Lulusan kedokteran akan dikirim untuk bekerja di klinik dokter umum dan di rumah perawatan lansia. Dengan ini, dokter yang lebih berpengalaman yang akan dikirim ke rumah sakit yang memiliki lebih banyak pasien. Demikian seperti dikutip dari Channel News Asia.

"Ini berarti segera melepaskan ke dalam Sistem Kesehatan Nasional energi sekitar 10.000 dokter, yang merupakan dasar untuk megatasi kekurangan yang diderita negara kita," katanya dalam sebuah pernyataan.

Mantan perdana menteri Silvio Berlusconi mengatakan pada hari Selasa bahwa ia akan menyumbangkan 10 juta euro (US$ 11 juta) untuk membantu pendirian pusat kesehatan untuk Virus Corona.

Kepolisian Wuhan Akhirnya Meminta Maaf Pada, Orang Yang Pertama Kali Mengungkapkan Virus Covid-19 Tipe Baru

Kepolisian Wuhan Akhirnya Meminta Maaf Pada, Orang Yang Pertama Kali Mengungkapkan Virus Covid-19 Tipe Baru

INIKECE - dr Li Wenliang, adalah Dr spesialis mata yang pertama kali mengungkapkan kasus Covid-19 atau jenis virus baru yang merusak paru-paru, yang terjadi saat menjelang akhir 2019 di Ibu Kota Provinsi Hubei, China.

Pada saat dr Li Wenliang, mengungkapkan virus Covid-19 yang dinyatakan dapat menular antarmanusia ini tidak dipercayai oleh pihak kepolisian ataupun pihak lain. dr Li Wenliang malah mendapatkan teguran oleh pihak kepolisian karena telah membuat pernyataan tidak benar.

Awal mula dr Li Wenliang mengungkapkan virus Covid-19 ini setelah mendapatkan pasien yang dia rawat memiliki jenis penyakit yang mirip dengan SARS dan memberi tahu kepada staf lain.

Dr Li Wenliang yang langsung bersentuhan pada pasien tersebut, mengakibatkan dr Li Wenliang sendiri juga terkena penyakit virus Covid-19, dan ia ikut dirawat secara intensif. Pada akhir penyakit baru tersebut menyebar dengan luas dan membuat masyarkat china Wuhan menjadi ketakutan.

Setelah kejadian itu, dr Li Wenliang akhirnya tutup usia kami virus Covid-19, dan pihak kepolisian melakukan investigasi atas kematian dr Li Wenliang selama 40 hari. Dimana dr Li Wenliang yang mengungkapkan jenis penyakit baru tersebut dan memberikan informasi untuk waspada.

Lembaga pengawas tertinggi China mengeluarkan beberapa rekomendasi. Salah satunya adalah mendesak pihak kepolisian di Wuhan meminta maaf kepada keluarga almarhum dr Li, yang berhasil mengungkapkan potensi merebaknya wabah virus paru-paru ( Covid-19 ) tipe baru ini.

Rekomendasi yang dikeluarkan pada Kamis (19/3) itu berdasarkan penyelidikan terhadap aparat kepolisian Wuhan yang memberikan surat teguran kepada Dr Li terkait pernyataannya di grup pesan instannya akan bahaya virus yang belakangan diidentifikasi sebagai Covid-19.

Dalam investigasi yang dilakukan sejak kematian dr Li pada 7 Februari, tim telah meminta badan pengawas daerah untuk melakukan berbagai perbaikan sistem, meminta pertanggungjawaban personel terkait, dan mengeumumkan hasil pemeriksaan secepat mungkin.

Tim juga menyelidiki proses perawatan darurat kepada Li sebelum meninggal dunia karena beberapa masyarakat mempertanyakan penyebab kematian tersebut, apalagi adanya dugaan pihak berwernan setempat berupaya menunda mengumuman kematian dokter berusia 37 tahun itu.

Li, salah satu dari delapan dokter telah berusaha mengingatkan petugas medis lainnya mengenai bahaya penyakit yang ditanganinya itu.

Namun peringatan tersebut berbuah teguran dari pihak kepolisian. Namun surat teguran tersebut tidak membuat Li mundur dari garis terdepan medan pertempuran melawan wabah meskipun pada akhirnya dia harus kehilangan nyawa setelah kontak langsung dengan pasiennya yang terinfeksi Covid-19.

Tim investigasi juga berhasil membongkar kronologi kontak Li dengan wabah, perawatan sebelum kematian, dan perawatan kegawatdaruratan yang diterimanya.

Ridak ketinggalan Tim juga merekomendasikan pemberian kompensasi kepada keluarga dr Li. Diperoleh informasi bahwa Dr Li meninggalkan seorang istri yang sedang mengandung dengan usia kehamilan tujuh bulan.


Para dokter yang memberikan perawatan darurat kepada Li juga dimintai keterangan oleh tim investigasi. Kepada tim penyidik, mereka mengatakan bahwa dokter muda Li itu sebagai rekan kerja mereka dan mereka telah berupaya maksimal menyelamatkan nyawa rekannya itu.

Para pakar kesehatan yang memberikan masukan atas perawatan dr Li mengatakan bahwa penanganan Li sudah sesuai standar kesehatan dan para dokter sudah memberikan obat-obatan serta tindakan medis disesuaikan dengan kondisi pasien.

Pihak rumah sakit juga telah meminta persetujuan kepada Li dan keluarganya sebelum melakukan perawatan medis, deimikan hasil investigasi yang beredar di sejumlah media resmi China.

Dr Li sebagai dokter ahli mata di Rumah Sakit Pusat Wuhan yang sekaligus menjadi tempat dia dirawat hingga meninggal dunia, Li mendapati pasien yang dirawatnya dengan gejala-gejala seperti SARS pada 30 Desember 2019.

Kemudian dia membagikan temuannya itu kepada teman-temannya bahwa ada kasus sejenis SARS seperti disampaikan di akun Weibonya.

Pada 3 Januari 2020, polisi memanggil dr Li atas menyebaran rumor tersebut dan memintanya menandatangani surat teguran. Pada saat itu pula Biro Kesehatan Kota Wuhan menyatakan bahwa tidak ada bukti virus tersebut dapat ditularkan antarmanusia.

Ternyata informasi yang tersebar untuk mengingatkan masyarakat akan risiko penularan antarmanusia itu sangat akurat. Ditambah lagi jumlah kematian akibat Covid-19 lebih tinggi daipada wabah SARS di China pada 2003 yang sama-sama menyerang paru-paru.

Ungkapan kekecewaan dan kesedihan atas kematian Li membanjiri media sosial di China dan warganet menjadikannya sebagai pahlawan nasional. Warganet juga mendesak pihak berwenang mengusut kematian itu.

"Dia pahlawan abadi," komentar seorang warganet yang ditimpali warganet China lainnya dengan menuliskan, "Dia masih muda, tidak seharusnya tejadi padanya."

"Yang saya tahu dia telah mengungkapkan kebenaran yang tidak pernah berani dilakukan oleh orang lain," kata Wu Yan, dokter yang bekerja di poliklinik yang sama dengan dr Li, seperti dikutip South China Morning Post.

Tim investigasi tidak berhenti sampai di situ karena mereka akan terus melakukan penyelidikan lebih mendalam. Kematian Li telah menjadi bahan eksploitasi oleh pihak asing, terutama yang sentimen terhadap China, demikian Global Times.

Tentu saja hal itu bisa memincu kemarahan atas penanganan wabah Covid-19 yang berepesentrum di Wuhan.

Senat Amerika Serikat pada 3 Maret mendesak China untuk berterus terang atas kematian dr Li itu. Namun sejumlah pengamat di China justru mengingatkan pihak-pihak asing agar tidak mengeksploitasi kesedihan sepeninggal dr Li dengan menyebarkan retorika anti-China di media sosial.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa sebagai anggota Partai Komunis China (CPC), dr Li telah bertekad dan berkorban dalam memerangi wabah tersebut.

Pemerintah pusat China di Beijing mengirimkan empat tim pada 7 Februari - 12 Maret guna melakukan penyelidikan berbagai peristiwa sosial yang menarik perhatian publik seputar Covid-19.

Akan tetapi penyelidikan terhadap kasus Li memakan waktu paling lama karena mereka beralasan prosesnya sangat rumit. Penyelidikan tersebut sesuai amanah Pasal 15 Bab III Undang-undang pengawasan Republik Rakyat China mengenai pengawasan terhadap personel di bidang pendidikan publik, penelitian ilmiah, kebudayaan, petugas media, olahraga, dan unit-unit lainnya.

Penyelidikan kematian Li sangat komprehensif karena tim tidak hanya mencari kesalahan dalam perawatan media Li, melainkan juga mengamati adanya dugaan kesengajaan di balik peristiwa itu, seperti penyalahgunaan kewenangan, kegagalan dalam menjalankan tanggung jawab para pejabat lokal dalam mencegah epidemi, demikian Ren Jianming, profesor dar Beihang University Beijing, seperti dikutip Global Times, harisn terkemuka yang dikelola partai berkuasa di China itu.

Pemain Biola, Cerpen!

Pemain Biola, Cerpen!

INIKECE - Aku memperhatikan kesibukan di depan. Kue pengantin bertingkat digeser dengan hati-hati dan perlahan tepat di tengah meja. Taplaknya yang berwarna putih berenda dnegan hiasan pita-pita merah muda. Rangkaian bunga merah muda dan putih dalam vas bening diletakkan di bagian tengah di tiap meja yang ada.

Di sudut lain, seorang kepala koki dengan topi putih menjulang tinggi ke atas sibuk memberi perintah.

"Apa wadah berisi udang segar sudah datang? Sudah kau pastikan kiriman asparagusnya berkualitas baik? Tentu saja. Ya, ya. Letakkan itu disini! Letakkan ini di sana! Kau jangan mondar-mandir begitu! Ayo, ayo, cepat bawa stroberi segar di meja di sebelah sana! Kau yang dibagian makanan pembuka dan utama, sup harus dituang dalam ukuran sama, udang harus matang sempurna. Kau tidak lupa membawa persediaan madu tambahan?"

"Cokelat?"

Aku menoleh. Secangkir cokelat panas disodorkan ke arahku. Uapnya mengepul hangat. Aku melihat si pemberi. Seorang laki-laki. Cambgn bekas dicukur meninggalkan jejak tipis di dagu. Rambut pendeknya dijagrik ke atas. Sepertinya ia termasuk salah satu anggota keluarga. Aku perhatikan dari jas hitam yang dikenakan. Juga kelancangan mengambil cokelat hangat, seorang tamu tentu tidak diperkenankan (lagi pula tamu pertama paling tidak akan datang sekitar sejam lagi).

"Kau datang terlalu awal," katanya, setelah cangkirnya aku terima.

Aroma cokelat hangat. Pagi sekali tadi hujan sempat turun deras. Sekarang pukul enam dan matahari telah bersinar cerah. Sisa dingin yang sedikit disapu cokelat hangat dengan taburan kayu manis di bagian permukaan dan... sapaan laki-laki macho di sebelah, kehangatan yang sempurna.

"Kau datang dari pihak pengantin perempuan atau pria, sahabat laki-lakiku? Maksudku, si pengantin pria di pernikahan ini adalah sahabatku. Maksudku, kamu teman dari pihak pengantin yang mana?"

Dia tertawa gugup.

Aku menggoyang cangkir supaya bagian cokelat yang sedikit mengendap kembali tercampur. Tidak terlalu keras menggoyang cangkir supaya cokelatnya tidak memercik ke gaun putih berpotongan sederhana yang kutumpuk dengan jaket kulit cokelat, ritsletingnya tidak kukancingkan, yang aku kenakan sekarang.

"Aku terlihat gugup, ya?" Ia memutar dari kupu-kupunya." Aku tidak tahu kenapa. Sahabat laki-lakiku yang akan menikah saja malah tenang."

Aku membetulkan letak sandaran pungguku di tembok.

"Kau... apakah kau...?"

Aku menoleh.

"Apa kau juga gugup?"

Aku menggeleng sambil mengangkat bahu.

"Maksudku... yah, meski ini bukan pernikahanmu atau pernikahan sabahat laki-lakimu, apakah kamu...," ia berhentik sejenak, mengembuk napas, " entahlah."

Aku menatapnya heran.

"Kau sendiri saja?"

Aku kembali mengangkat bahu.

"Aku datang terlalu awal." Ia terdiam. Lalu, mendengus malu. "Aku sudah mengatakan itu tadi, ya?"

Aku menyeruput cokelat pelan-pelan. Kehangatannya mengalir turun, Enaak...

"Kau...," laki-laki itu menahan diri dengan diam sejenak, "Apa sebaiknya aku menceritakan ini padamu?"

Aku memiringkan kepala.

"Ini sebenarnya yang membuatku gugup," katanya cepat. "Aku mencintai si pengantin perempuan. Kau tahu, aku, si pengantin laki-laki dan si pengantin perempuan berteman akrab sejak di kampus. Tapi, kemudian... kau tahu..."

Aku menunggu kelanjutan ceritanya.

"Ini sebenarnya klise. Aku menyukainya terlebih dulu, namun tidak aku utarakan. Tidak berani bicara. Tidak berani menyatakan. Hingga si pengantin laki-laki mengaku padaku, ia mencintai si pengantin perempuan. Aku diharapkan bisa membantunya."

Ya, klise, sih. Semua kisah cinta yang terjadi di muka bumi tidak ada yang tidak klise, semua telah terjadi sebelumnya. Tapi, bagaimanapun tetap akan menyakitkan bagi yang merasakannya. Kesedihan yang dirasakan laki-laki ini sama menyakitkannya seperti ketika pacarku memutuskanku begitu saja. Sabtu malam saat aku sedang kosong jadwal pekerjaan, aku pikir bisa menghabiskan waktu berdua setelah berbulan-bulan lamanya tidak ketemu. Tidak tahunya malah...

"Kamu terlalu sibuk," kata pacarku... eh, mantan pacarku." Aku tidak bicara menjalani hubungan serius dengan seorang perempuan yang lebih sibuk dengan pekerjaan ketimbang kekasihnya."

Di bulan-bulan ketika begitu banyak acara pernikahan begini, bagaimana aku bisa menolah permintaan. Aku bisa diamuk teman-teman yang akan kerepotan bila aku tidak bisa hadir. Lagi pula aku lebih sering bekerja saat akhir pekan. Biasanya dimulai saat Jumat malam dan terus berlanjut sampai Minggu yang begitu larut.

"Justru karena akhir pekan itu! Aku pekerja kantoran, bekerja dari Senin sampai Jumat. Kadang lembur setengah hari saat Sabtu. Aku berharap bisa menghabiskan Sabtu malam atau Minggu pagi hingga penghasilan hari denganmu, tapi kau malah ngelayap pergi."

Ngelayap? Enaka saja! Aku bekerja! Itu hanya alasannya saja. Kekasih yang benar-benar setia tidak akan menuntut berlebihan seperti itu.

Laki-laki macho yang gelisah di sebelahku mengembus napas. Aku menyesap kembali cokelat dalam cangkir. Ada rasa sedikit pahit cokelatnya. Ini yang aku suka.

"Boleh kuralat?" tanya laki-laki itu.

Aku mengangguk.

"Ini pernikahan sahabat laki-laki dan sahabat perempuanku. Tidak enak sekali. Tidak enak sekaligus terharu. Sahabat macam apa yang tidak ikut bahagia bila sahabatnya menikah dan hidup bahagia, dengan perempuan yang dicintainya?" Ia beretorika dengan pahit.

Yaa, seperti kata pacarku, eh, mantan pacaku. "Aku mencintaimu. Aku ingin hubungan ini berjalan lancar hingga kita menikah."

Hingga seminggu kemarin. Aku dipanggil menggantikan salah satu pianis kami yang tiba-tiba sakit perut. Padahal waktu itu aku memiliki jatah libur dan akan memanfaatkan waktu longgar dengan menemani pacarku datang ke pesta ulang tahun neneknya. Jumat sore pukul lima dan telepon mendadak. Aku langsung melesat pergi tanpa meninggalkan pesan.

Sabtu pukul satu dini hari teleponku memuat lima belas pesan suara darinya dengan nadal kesal, jengkel, hingga marah. Sabtu malam aku ingin bertemu dan menjelaskan bahwa aku benar-benar lupa waktu itu. Tapi, di tengah perjalanan, aku yang berjalan cepat terpaksa berhenti. Mundur kembali. Berdiri di trotoar di depan jendela kaca sebuah restoran. Menonton ke bagian dalam seperti gadis miskin penjual korek api.

Pacar mantan pacar ku sedang makan malam berdua dengan seorang perempuan yang terakhir hadir di pesta perkawinan anak perempuan keluarga Jaki William. Aku membatalkan kunjungan, tidak berniat melabrak, dan memutuskan kembali pulang. Minggu dini hari pukul satu, teleponku menyala dan suaranya tertinggal di kotak pesan. Mantan pacarku bicara panjang lebar, ia sudah terlalu bersabar, aku tidak peka dan perhatian, dan masih banyak lagi. Intinya, kami putus.

Dini harinya, aku bangun dengan bantal basah dan mata sembap. Buru-buru aku mengompres mata dengan es sambil merapal mantra penguat dalam hati, 'Mantan pacarku seorang kerdil. Setelah ini aku akan mencari laki-laki berjiwa besar, yang tidak memutuskan hubugan dengan dalih kesibukan si pasangan'.

"Sebuah buku mengatakan, aku lupa kutipan dari siapa, tidak ada yang lebih tahu arti persahabatan kecuali laki-laki." Laki-laki di sebelahku kembali bersuara. "Biarkah sahabat laki-lakiku menikah dengan perempuan yang dicintainya, perempuan yang aku cintai juga," katanya dengan merendahkan suara. Kali ini ada nada legawa dalam cara bicaranya. Ia bahkan tersenyum sedikit. "Mari berharap hari ini cepat berlalu, aku akan pulang. Mabuk sedikit. Dan, keesokan hari semua kembali normal."

Ya, tentu saja.

Aku menoleh. Pundakku disentuh. Laki-laki itu segera menarik tangannya. "Maaf, tapi, kau.. aku hanya ingin tahu. Kenapa dari tadi kau diam saja?" Ia berdeham. "Maaf, kau.. tunawicara?"

Aku diam saja sambil memasang tampang serius. Lalu menyeragkan cangkir cokelat kosong padanya, mengangkat bahu.

Laki-laki itu terlihat bingung bagaimana hendap menanggapi.

"Kalian berdua sudah saling kenal?" Sebuah suara melengking memecah suasana canggung. Teman peanisku dalam gaun putih berpotongan sederhana yang sama datang sambil berkacak pinggang.

"Kau kenal dia?" tanya laki-laki di sebelahku.

"Tentu saja!" serunya heran. "Ia si pemain biola! Yang aku ceritakan padamu! Yang akan aku jodohkan denganmu, kenalkan denganmu maksudku," ralatnya cepat-cepat. "Kau lajang. Ia lajang. Apa salahnya?"

Aku mengerutkan kening ke arah temanku.

"Ia beruasa bagus. Kau pasti suka saat mendengarnya bernyanyi. Seperti paduan antara Sharon dan Andrea The Corrs," cerocosnya tanpa memedulikan keberatanku.

"Pemain biola sekaligus penyanyi?" laki-laki itu bingung, "Jadi, kau...? Tapi, tadi kau... tuna....?"

"Aku hanya mengangkat bahu dan tidak mengatakan ya," akhirnya aku bersuara dan mengidpkan sebelah mata sambil membetulkan letak tali tas biola dari kulit cokelat yang dihias deretan kancing besar seperti kancing celana jin, dan emblem logo band rock yang dijahir. Aku pergi menyusul teman perempuanku menuju deretan kursi putih dengan sebuah standing microphone tepat di bagian tengah.

"Kenapa?" tanya temanku saat melihatku berhenti.

"Lupa sesuatu. Kau duluan saja."

Aku berlari kembali ke arash si laki-laki macho dengan cangkir cokelat di tangan. Ia sebenarnya sudah hendak pergi. Karena melihatku, jadinya urung.

"Aku lupa bilang terima kasih," kataku dengan napas setegah terengah," untk cokelat panasnya."

Laki laki itu balas tidak berusara dna mengangkat bahu. Lalu tertawa.

"Oh, ya" aku mengulurkan selembar selebaan. "Ini tentang persewaan jasa musik pengiring pernikahan. Ya, aku dengan biola di foto itu. Di bagian bawah ada dua nomor kontak yang bisa dihubungi."

Laki-laki itu menerima selebaran. Ia tidak melihat arah yang kutunjuk. Tapi, menatapku dalam-dalam. Matanya tersenyum. Menungguku mengatakan kalimat selanjutnya.

"Salah satunya nomorku. Kalau sudah selesia mabuk dan bisa kembali berpikir waras, kau bisa mencoba menelepon. Kita harus menghargai usaha teman pianis kita, bukan?" Aku berpaling pura-pura cemas. "Oh, aku harus pergi sekarang. Sekali lagi terima kasih untuk cokelatnya."

Aku berjalan mundur sambil tersenyum. Tatapan kami terus bertaut. Lekat tidak mau lepas. Setelah hampir tergelincir jatuh karena meleng, baru aku melambaikan tangan dan berbalik. Berlari dengan arah hadap yang benar.

Membantu Sesama! Para Pengusaha Dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Menggalang Donasi Dan Memberikan 1 Juta Rapid Test Kit Corona

Membantu Sesama! Para Pengusaha Dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Menggalang Donasi Dan Memberikan 1 Juta Rapid Test Kit Corona

INIKECE - Melakukan galang dana hingga mencapai Rp 500 miliar. Bersama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Pengusaha di bawah Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Untuk menyalurkan bantuan berupa peralatan kesehatan bagi tenaga medis dalam membantu menyembuhkan virus corona.

Donasi yang diwujudkan dalam bentuk 1 juta unit peralatan uji cepat (rapid test kit), 20.000 baju isolasi (coverall safety), 4 unit alat bantu pernapasan (ventilator), dan 1 juta masker.

Hasil dari bantuan para sahabat ini akan berlangsung di bawah koordinasi kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Nama perusahaan yang sudah konfirmasi akan berdonasi di antaranya, Sinar Mas, PT Adaro Energy Tbk, Artha Graha Peduli Foundation, PT Djarum, Agung Sedayu Group," kata Managing Director Sinar Mas G Sulisyanyo dalam keterangan tertulis.

Ia melanjutkan, masih ada perusahaan lain, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Puradelta Lestari Tbk, beserta Triputra Group. Pihaknya juga masih menunggu pengusaha lain untuk berpartisipasi.

Serahkan bantuan Ke Sejumlah RS di Jakarta

Sementara itu, Kamis (19/3/2020) Kadin bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memberikan bantuan untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, RSPAD Gatot Subroto, dan RSUP Persahabatan.

"Penyaluran donasi berikut perusahaan yang berpartisipasi akan dilaporkan kepada Presiden secara berkala," kata Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani.

Pihaknya pun terus berupaya mengimbau anggotanya agar ikut berperan aktif dalam kegiatan tersebut.

Sebelumnya, Rabu (18/3/2020), bantuan berupa alat perlindungan diri (APD), seperti baju isolasi, masker, kacamata, sarung tangan, dan ventilator diserahkan kepada Kementerian Kesehatan.

Bantuan itu juga ditujukan untuk beberapa rumah sakit seperti RSPAD Gatot Soebroto, RSPI Sulianti Saroso dan RSUP Persahabatan.

"Kami mendapat informasi bahwa kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi kunci memerangi pandemi Covid-19," kata relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Hong Tjhin.

Pria yang sekaligus menjadi CEO DAAI TV Indonesia itu melanjutkan, sinergi pun dilakukan melalui penggalangan dana guna memberi bantuan alat kesehatan.

Pernyataan itu ia sampaikan usai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Ketua Persatuan Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Pembina Tim Covid-19 PBNU Syahrial Syarif di kantor BNPB.

Hong Tjhin melajutkan, dukungan lain adalah dengan melakukan semua arahan pemerintah seperti social distancing dan mengedepankan pola hidup sehat.