Akibat Diteriaki Virus Corona, Mayat Diindramayu Tidak Ada Yang Berani Evakuasi

INIKECE - Akibat dari penyebaran virus corona tersebut banyak sekali menjadi orang ketakutan dan lebih memilih untuk menjaga diri dan jauhi orang-orang terlebih dahulu. Banyak orang sekarang lebih memilih dirumah saja.

Keajaiban Bumi Yang Belum Terpecahkan Hingga Sampai Sekarang, Menjadi Misteri Bumi

INIKECE - Bumi selalu memiliki keajaiban, hingga fenomena alam yang luar biasa, sampai ada suatu tempat dimana tidak dapat diteliti keajaiban bumi tersebut dikarena masih menjadi misteri teka-teki bagi para ilmuan.

Cerita Power Girl! Pesona Sang Gadis Jagoan

INIKECE - Suara gaduh dan teriakan terdengar dari ruangan penuh matras dengan tulisan Ruang Latihan Judo itu. Terlihat seorang gadis dengan rambut kuncir kuda sedang bergulat dengan lelaki yang memiliki ukuran tubuh sedikit lebih besar darinya.

Ramalan April Hari Ini Berdasarkan Zodiak, Simak Yuk!

INIKECE - Diakhir pekan ini, ramalan zodiak hari ini meminta Scorpio dan Aquarius untuk lebih peka terhadap pasangan jika tidak ingin hubungan menjadi buruk. Sementara itu, Virgo diharapkan lebih waspada karena berisiko terkan alergi. .

Romance Remaja! So I Love My Ex - Dia Bukan Lagi Si Cungkring, Part 2

INIKECE - Aluna menarik dan membuang napasnya. Ia memalingkan wajah saat melihat keberadaan Zello. Oke, Aluna memang tahu Zello kuliah di tempat yang sama dengannya, tetapi dia tidak pernah tahu bahwa Zelo ada di Fakultas Ekonomi.

Sedang Heboh Di Medan! Disekap Pria Yang Dikenal Melalui Facebook, Hingga Kecerdikan Sang Ayah Dalam Menjebaknya

Sedang Heboh Di Medan! Disekap Pria Yang Dikenal Melalui Facebook, Hingga Kecerdikan Sang Ayah Dalam Menjebaknya

INIKECE - Mengenal seseorang dalam sosial media sudah menjadi hal biasa di zaman sekarang. Banyak sekali orang telah memiliki smartphone android yang dapat digunakan untuk mencari perkembangan, informasi, hingga teman dalam sosial media.

Tak luput berkembangnya zaman teknologi, banyak sekali sosial media yang menyediakan aplikasi mencari pasangan hingga teman chatan termasuk Facebook ini.

Tapi hal ini bisa terdapat dampak buruk dari orang tersebut yang kurang berhati-hati dalam mengenal seseorang melalui sosial media. Contohnya yang dialami oleh seorang wanita yang berumur 17 tahun (sebutkan saja Bunga), warga Kecamatan Medan Tembung.

'Bunga' diduga menjadi korban pelecehan seksual usai menghilang hampir sepekan. Orang tua korban, ES telah mencemaskan sang anaknya yang tak kujung pulang ke rumah pada saat ia ijin keluar rumah.

Kronologis kejadian  yang dialami putrinya.
"Saat itu, anak saya dijemput temannya yang cewek, mereka pamit mau jalan-jalan. Waktu itu mereka pergi, Minggu (17/11/2019) sehabis magrib. Habis itu tidak ada kabar, anak saya tidak pulang-pulang," katanya, Minggu (24/11/2019).

Lanjut orang tua korban, pihaknya kemudian mencari-cari anaknya namun tidak ketemu, begitu juga dengan nomor ponsel 'Bunga' juga tidak aktif lagi.


"Sampai tadi malam, Minggu (24/11/2019) baru ketemu. Awalnya tidak mau ngomong kenapa tidak pulang-pulang sudah beberapa hati ini," ujarnya.

Jadi karena penasaran, lanjut ES, ia pun menanya kepada sang putrinya tersebut.

"Rupanya anak saya cerita bahwa ia dijebak dan diancam, ada sesuatu yang saya pun tidak ngerti, akan disebar di Facebook, entah apalah itu. Padahal dia tidak pernah ke mana-mana. Ia dijebak sama lelaki berinisial W. Menurut pengakuan anak saya mereka kenal dari Facebook empat bulan lalu. Tapi hanya dari sosmed, tidak tahu bagaimana dan apa obrolan mereka," ungkapnya.

"Rupanya mereka (Bunga dan W) ketemuan. Lalu, dibawa lah anak saya ini ke daerah Jalan Setia Budi. Di situ ia 'Bunga' dikerjai W, dengan ancaman kalau gak ku sebar ini di Facebook. Jadi anak saya tidak berani pulang ke rumah," sambungnya.

Tak sampai di situ, menurut penjelasan ES, hari Rabu (20/11/2019) kemarin, Bunga diserahkan kepada teman W.

"Hari Rabu ditelepon si pelaku W ini kawannya. Lalu anak saya ini dikasih dengan kawannya ini. Di rumah kosnya. Anak saya terus diancam akan menyebarkan. Pelaku satu ini berinisial NP," jelasnya.

Seperti petir di siang bolong mendapat cerita dari anaknya itu, ES pun kemudian menyusun rencana untuk menangkap kedua pelaku tersebut.

Jadi, kata ES, singkat cerita, keponakan mencoba menyawar jadi 'Bunga' dan kembali melakukan komunikasi dengan pelaku.

"Keduanya akhirnya terpancing dan mau mengajak ketemuan. Jadi 'Bunga' ketemuan di Jalan Pelajar ada swalayan di situ. Tapi saya mengikuti dari belakang. Setelah ketemuan, kami pun menangkap kedua pelaku dan membawanya ke rumah dulu," katanya.

Setelah diamankan keduanya, ES mengatakan bahwa pihaknya kini membawa kedua pelaku dan menyerahkan kepada pihak Polrestabes Medan.

"Kami buat laporan di Polrestabes Medan, dan mengantarkan kedua pelaku ke kantor polisi biar diproses," pungkasnya.

Special Wedding! Kesukaan Terhadap Penerbangan, 2 Pasangan Menikah Di Dalam Pesawat

Special Wedding! Kesukaan Terhadap Penerbangan, 2 Pasangan Menikah Di Dalam Pesawat

INIKECE - Jika biasanya pasangan yang ingin menikah akan memilih sautu konsep yang berkesan dan tentunya tampak mewah. Karena pernikahan dianggap mereka sebagai pernikahan sekali dalam seumur hidup.

Banyak pasangan akan memilih pernikahan di dalam gedung ataupun outdoor dengan nuansa bunga serta desain yang mewah. Tapi tak jarang juga ditemukan konsep pernikahan yang unik serta menjadi perbincangan banyak orang.

Salah satunya pasangan asala Australia dan Selandia Baru ini. Mereka sukses membuat heboh dunia maya serta sukses dalam melangsungkan upacara pernikahan mereka di pesawat.

David dan Cathy Valliant adalah pasangan yang terobsesi dengan pesawat. Keduanya pertama berkenalan lewat game aviasi di komputer. Cathy berasal dari Selandia Baru, sementara David tinggal di Sydney, Australia.

Meski berada di negara yang berbeda, pasangan ini akhirnya bertemu di Bandara Sydney pada tahun 2013 silam.

Setelah itu, mereka menjalin hubungan. Tiga tahun kemudian, David melamar Cathy di pesawat Jetstar tujuan Brisbane ke Melbourne.


Meski begitu, rupanya tak cukup acara lamaran saja yang dilakukan di pesawat. Sambil merencanakan pernikahan, Cathy pun ingin agar upacara pernikahan mereka melambangkan kecintaan keduanya terhadap dunia aviasi, Australia, Selandia Baru, dan cinta pada satu sama lain.

Diam-diam, sang pengantin pun menghubungi Jetstar di Facbook. Cathy bertanya apakah mungkin jika mereka menikah di tengah penerbangan. Di luar dugaan, Jetstar menyetujui permintaan tersebut.


"Ketika kami pertama memberitahu teman dan keluarga bahwa kami akan menikah di pesawat, mereka merasa bersemangat dan berpikir ini adalah hal baru untuk dilakukan," ujar David.

"Kami sama-sama cinta dunia aviasi, ikatan kami ada di sini."


Pernikahan pun dilakukan di penerbangan Jetstar JQ201 dari Sydney ke Auckland, Selandia Baru. Dengan menggunakan pakaian pengantin dan ditemani keluarga serta teman, pasangan ini menikah di tengah penerbangan, tepatnya pada ketinggian 34.000 kaki.

Untiknya lagi, pilot pesawat saat itu juga mengumumkan pernikahan mereka di awal penerbangan. Sementara, maskapai Jetstar turut menyediakan konsumsi dan buku tamu untuk ditandatangi penumpang lain.

"Ini adalah hari terbaik dalam hidup kami," Komentar Cathy.

Kini, pasangan ini pun diketahui memutuskan untuk tinggal bersama di Melbourne pasca menikah di atas pesawat.

Cerita, Bittersweet Love

Cerita, Bittersweet Love

INIKECE - Setiap harinya aku melakukan rutinitas yang kian hari kian monoton. Kendati demikian, rutinitas yang aku lakukan ini justru menjadi salah satu definisi bahagia setiap orang yang turut ambil bagian dalam rutinitasku.

Kata 'pernikahan' tentunya sebuah kata yang mengandung sejuta makna kebahagiaan. Kata 'pernikahan' ini juga yang berada di balik kesibukanku selama ini.

Seperti pagi ini, meski mobilku baru melaju menuju jalanan padat ibu kota yang dipenuhi manusia-manusia yang juga punya akvitasnya masing-masing. Ponselku sudah berdering nyaring dan layarnya menunjukkan bahwa panggilan tersebut datang dari kantorku. Aku pun menjawab panggilan itu setelah mengurangi volume radio di dalam mobilku.

"Halo."

"Selamat pagi, Pak Leo."

"Iya, ada apa?"

"Saya mau mengingatkan bahwa pagi ini, pukul 9 tepat, bapak ada janji meeting dengan klien baru kita."

"Iya saya ingat. Tapi jalanan pagi ini macet sekali. Mungkin saya akan telat tiba di kantor. Tolong kamu urus dulu klien kita, nanti saya akan menyusul."

"Baik, pak."

Aku pun mempercepat laju kendaraanku karena kini waktu sudah menunjukkan pukul sembilan kurang lima belas menit, namun perjalanan yang harus aku tempuh kira-kira memakan waktu selama setengah jam.

Aku berusaha mencari jalur alternatif agar dapat tiba di kantor tepat waktu dan tentunya demi menjaga nama baik yang sudah kucetak pada perusahaan yang telah aku bangun selama kurang lebih lima tahun ini. Aku juga tidak ingin mengecewakan klienku yang sebentar lagi akan menyambut momen bahagia mereka.

Setelah melalui jalur alternatif yang tidak semulus jalan pada normlanya. Aku pun dapat tiba dengan selamat di kantorku. Untungnya, pengorbanan melewati jalur dengan jalan yang sempit dan sedikit berbatu berbuah manis, yakni aku tiba di kantor tepat waktu. Aku pun bergegas memasuki area kantor dan menuju ke ruanganku untuk meletakkan barang-barangku lalu mengarah ke ruang meeting.

Seperti dugaanku, ruang meeting telah terisi oleh beberapa staf dan tentunya kedua klienku. Aku pun segera mengambil posisi agar meeting dapat segera dimulai.

"Selamat pagi, maaf sudah membuat kalian menunggu. Ada sedikit kendala tadi di perjalanan," ujarku membuka percakapan lalu berjabat tangan dengan kedua klienku ini.

Ketika aku berjabat tangan dengan perempuan yang berjarak dua kursi dariku, aku sungguh terkejut. Wajahnya tidak asing. Sangat amat tidak asing, bahkan sangat familiar. Tanpa kusadari, senyuman tipis terutas di bibirku.

"Becca?"

Ia membalas senyumanku dengan kembali tersenyum. Aku tak menyangka bisa bertemu dengannya disini. Ada rasa bahagia yang menyeruak karena sudah sekitar sembilan tahun kami berpisah dan tak pernah bertemu satu sama lain. Begitu banyak hal yang ingin aku utarakan padanya, namun aku bingung harus mulai dari mana, hal apa yang harus aku utarakan terlebih dahulu.

Aku tersihir parasnya yang menawan pagi ini. Sesungguhnya parasnya selalu menawan, tak pernah gagal untuk membuatku terpukau.

"Apa kabar?" akhirnya dua patah kata mampu keluar dari mulutku.

"Baik. Lama nggak ketemu, sekarang jadi bos besar?" ujarnya lalu tertawa renyah.

"Bisa aja lo. Bos Besar dari mana. Ngawur aja," jawabku sambil tersenyum padanya.

Aku pun mengarah pada laki-laki yang tepat berada di sebelahnya lalu menjabat tangannya.

"Leonardo Harrison."

"Keith Davis."

"Langsung dimulai aja ya, meeting-nya." ujarku untuk memulai meeting ini secara resmi.

"Rencananya, tanggal berapa pernikahan kalian akan dilaksanakan?"

"19 Oktober," jawab Keith.

"Kalian mau mengusung tema apa untuk acara pernikahan kalian ini?"

"Intinya kita mau venue outdoor dengan ada nuansa bunga-bunga. Kita juga mau ada sentuhan warna-warna pastel," jawab Becca.

Hal yang ia utarakan rasanya pernah aku dengar sebelumnya. Aku pun teringat memori di masa lalu, ketika aku masih duduk di bangku SMA. Kala itu aku baru saja selesai menyaksikan film bioskop yang berjudul "Twilight". Masa itu, film tersebut sangat populer bagi khalayak karena mungkin plot cerita yang menarik, yakni kisah romansa antara manusia, vampir dan manusia serigala.

"Tadi lucu deh." ujar seseorang perempuan yang berjalan di sebelahku.

"Apanya? Vampir lagi tarung lo bilang lucu?" jawabku dengan nada yang meledek.

"Ih..Garing banget. lo, asli" ujarnya lalu meninju pelan lenganku dan aku hanya meresponnya dengan tawa renyah.

"Eh, tapi gue serius.. Itu lucu tadi konsep pernikahannya. Gue suka, nanti gue mau konsep acara pernikahan gue kayak gitu. Pasti lucu bangettt. Outdoor, terus banyak bunga-bunganya." Ia berkata sambil menerawang, membayangkan apa yang ia ucapkan lalu sambil tersenyum kegirangan.

"Heh, SMA aja belom lulus, udah mikirn nikah. Kayak udah ada calonnya aja," ledekku.

"Emang ya, lo itu temen gue yang paling ngeselin. Satu-satunya temen gue yang paling pedes hujatannya, tapi gue sayang," ujarnya yang sukses membuatku mematung setelah mendegar tiga kata terakhir darinya.

"Sayang sebagai sahabat maksudnya. Muka lo santai aja dong." Klarifikasinya itu membuatku tersadar dan sukses menarikku kembali ke dunia nyata.

"Kalo sayang sebagai doi, ya lo tau lah siapa," tambahnya lalu ia tersenyum tersipu malu.

Kenangan itu buyar seketika karena ponselku berdering. Aku pun keluar dari ruangan meeting untuk menerima panggilan tersebut. Pikiranku masih terpaku pada kenangan tersebut. Aku sungguh tak menyangka, orang yang sama mengatakan hal yang sama, namun hanya dipermainkan oleh waktu yang berbeda.

Seusai aku menerima panggilan tersebut, aku pun kembali bergegas ke ruang meeting agar meeting dapat kembali dilanjutkan. Meeting hari ini pun berjalan dengan lancar karena kami sebagai pihak organizer hanya mendengar keinginan dari klien kami.


Setelah meeting tersebut berakhir, Keith dan Becca meninggalkan ruangan meeting tersebut, begitu juga denganku. Sebelum masuk ke dalam ruanganku, aku pergi ke kamar kecil.

Tak kusangka, aku bertemu dengan Becca setelah menylesaikan urusanku di kamar kecil. Ia juga baru saja keluar dari kamar kecil tersebut. Kami berdua pun tersenyum satu sama lain, lalu aku pun bergegas ke arah ruanganku. Namun, pergelangan tanganku tertahan oleh sebuah genggaman tangan mungil di sampingku.

"Makasih, ya. Lo udah mau bantuin gue dalam merancang acara pernikahan impian gue ini. Gue tau, lo pasti inget kan apa yang gue bilang pas kita SMA waktu itu/ Gue bener-bener bersyukur banget bisa punya sahabat kayak lo. Makasih, ya udah jadi penyalur kebahagiaan gue." ujar Becca lalu menggenggam lenganku erat dan meletakkan pipinya di lenganku, persis seperti kebiasaannya ketika masih SMA dulu.

"Iya, sama-sama. Nggak usah lebay gitu ah. Gue seneng kok bisa bantu sahabat terbaik gue," jawabku lalu kami pun kembali menyuggingkan senyum satu sama lain. Becca pun bergegas ke arah pintu keluar sementara aku terus memperhatikan geraknya yang selalu sukses menghipnotisku.

Bulan berganti bulan, persiapan demi persiapa terus dilakukan demi menyukseskan acara pernikahan antara Becca dan Keith. Aku selalu mengusahakan yang terbaik dalam acara pernikahan mereka ini. Bukan karena ucapan Becca waktu itu, namun aku sungguh sangat ingin melihat senyumnya yang indah itu terus terutas di bibirnya.

Tak terasa, besok adalah hari yang sangat besar. Hari yang telah ditunggu-tunggu oleh kedua klienku, hari pernikahan mereka. Saat ini persiapan final sedang aku dan timku rampungkan agar acara besok dapat berjalan dengan lancar dan tentunya terhindar dari segala kendala.

Kini aku tersadar setelah selama ini aku melakukan pekerjaanku yang hasilnya akan terasa besok. Aku tersadar bahwa pada hakikatnya cinta tak harus memiliki karena cinta itu tidak egois. Disini, yang terpenting bukanlah 'aku' tapi 'kamu'. Maka dari itu, selalulah siap untuk merelakan jika bahagianya bukan padamu. Percayalah, menjadi penyalur kebahagiaan tidak seburuk itu rasanya.

Tentang Penulis

Saat ini Cindy tinggal di daerah Tangerang. Hobi saya adalah menulis cerita, membaca buku, mendengarkan lagu, dan menonton serial drama Korea. Saya juga suka menonton film horor.

Sepenggal Cerita Di Ujung Senja

Sepenggal Cerita Di Ujung Senja

INIKECE - Paulus merebahkan diri di atas hamparan pasir. Ia gunakan lengannya sebagai alas kepala. Menengadah, menatap sang surya yang lamat-lamat membiaskan semburat jingga sambil dinikmatinya hembusan angin laut yang menampar-nampar wajahnya.

Sengaja ia istirahatkan sejenak tubuhnya yang sudah seharian ini terpanggang terik matahari. Entah untuk keberapa kalinya ia seka peluh yang membanjiri wajah dengan punggung tangannya. Sudah seharian ini ia bolak-balik menawarkan dan mencoba merayu beberapa pengunjung agar berminat menyewa motor ATV-nya, tetapi hasilnya nihil.

Sudah dua hari ini ia hanya mampu mendapatkan uang seratus ribu rupiah dari usaha sewaan motor ATV-nya, yang nantinya harus rela jauh menyusut setelah dipotong uang makan dan bahan bakar ATV.

"Nyewa ini berapa, Mas?" Suara lembut seorang wanita membuat kelopak matanya yang sempat terkatup terkesiap. Hampir saja ia ketiduran.

Wanita bertubuh mungil dengan lesung pipi yang menghiasi senyumnya dilihatnya sudah duduk manis di atas jok motor ATV. Menghadap ke arahnya dengan mata mengerjap-ngerjap menggoda.

"Nai? Kau mengagetkanku saja." Paulus bangkit dengan malas. Duduk dengan kedua tangan bertolak ke belakang, menopang tubuh kurusnya dengan kepala tetap menengadah. Matanya kembali terarah ke matahari yang sebentar lagi bersembunyi di balik lautan.

"Dasar pemalas." sungut Nai sembari melompat turun dari motor ATV, menghampiri Paulus dan duduk di sampingnya. Lengannya bergelayut manja pada bahu Paulus.

Paulus sengaja berdiri untuk melepaskan gelayutan tangan Nai dari bahunya. Ia regangkan kedua lengannya sambil memenuhi rongga dadanya dengan udara. Tak lama Nai ikut bangkit, berdiri di sisinya.

Paulus menyeret langkah. Memahatkan jejak kakinya yang tanpa alas di atas pasir. Mendekati gulungan ombak yang masih bergelora. Meninggalkan Nai di belakangnya. Ia tahu Nai pasti kesal karena merasa tak diacuhkan olehnya. Namun, itulah tujuannya. Ia berharap dengan cara ini Nai bisa menjauhinya dan mulai melupakannya.

"Pau?" panggil Nai dari belakang.

"Hmm." Paulus menjawab tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun pada Nai.
Matanya masih saja menekuri mentari yang dengan anggun mulai menyentuh garis lautan.

"Akhir-akhir ini kau begitu dingin padaku," ungkap Nai tanpa basa-basi. Kakinya tak beranjak sedikit pun dari tempatnya berdiri. Matanya terpagut pada punggung Paulus yang tampak lebih kurus dengan tulang-tulang belikat yang semakin menonjol.

Paulus terkekeh, lalu menoleh. "Aku rasa itu hanya perasaanmu saja, Nai," timpal Paulus, datar. Ia berbalik dan melangkah menuju motor ATV-nya.

"Mau kemana, Pau? Kita belum selesai bicara." Belum sempat Paulus menstarter motornya, Nai sudah lebih dulu mencegatnya.

"Ini udah sore, Nai. Aku mau pulang. Kau tahu 'kan malamnya aku harus berjualan bajigur?' Tangannya sudah memutar kunci kontak dan menstarter motor ATV-nya.

"Tapi aku belum selesai bicara." Naila memberengut kecewa.

"Mau biacar apa sih, Nai? Besok lagi kan bisa."

"Ini hari terakhirku di sini, Pau." Wajah Naila berubah muram.

Paulus kembali mematikan mesin motor ATV-nya. Ia tatap lekat-lekat wajah wanita yang beberapa hari ini telah memenuhi ruang dalam mimpi-mimpinya itu. Ada rasa kehilangan yang menyergap dan menyesakkan dadanya ketika mendengar ucapan Naila barusam.

"Dan hari ini juga aku ingin meminta kejelasan soal hubungan kita," lanjut Nai.

Paulus mendesah resah. "Hubungan kita?"

Ia terpaksa bersikap seolah tak mengerti meski sebenarnya mengerti sekali dengan apa yang dimaksud Naila.

"Ya, Aku pikir ada something special di antara kita, Pau. Tapi, akhir-akhir ini aku merasa kau menjauhiku. Aku jadi ragu, aku hanya ingin memastikan, apa artinya kedekatan kita selama seminggu ini untukmu?" Naila jeda sejenak. "Paling nggak sebelum aku pergi."

Tangannya menyentuh lembut tangan Paulus yang masih tertahan di stang motor ATV-nya. Paulus tak mampu menjawab. Ia sengaja memalingkan kembali wajahnya ke arah laut agar Naila tak menyadari cairan hangat yang hampir meruyak dari balik kelopak matanya.

Pikirannya menerawang ke watku seminggu yang lalu. Saat pertama kalinya pertemuan dan kedekatan antara dirinya dan gadis yang kini ada dihadapannya tercipta.

Saat itu, seperti biasa Paulus menawarkan pada tiap pengunjung pantai untuk menyewa motor ATV-nya. Setelah beberapa berputar, akhirnya ia dapatkan juga pengunjung yang mau menyewa ATV-nya. Pengunjung itu adalah Naila, mahasiswi asal Jakarta yang sengaja berkunjung untuk mengisi waktu liburan kuliahnya bersama kedua orang tua dan beberapa sepupunya.

"Lima puluh ribu dua puluh menit, Neng." jawab Paulus saat Naila iseng bertanya tarif sewa motor ATV-nya.

Awalnya Naila ragu karena takut mengendarai motor ATV tersebut, tetapi setelah Paulus meyakinkan kalau dirinya akan memandu dan menjaganya, akhirnya Naila yakin dengan keputusannya menyewa motor ATV Paulus.

Perlahan-lahan Naila mulai mengendarinya setelah sebelumnya diberi pengarahan oleh Paulus. Sampai akhirnya ia mencoba memacunya lebih cepat. Dirasakannya angin laut semakin kencang menerjang wajahnya dan membuat rambut hitam panjangnya berkibar indah. Ia merasakan adrenalinnya mulai terpacu.

Apalagi tanah berpasir yang dilaluinya berstruktur miring hingga membuat tubuhnya seakan nyaris terjungkal dari atas ATV. Meski begitu, ia tampak menikmatinya. Naila bahkan memacu motor ATV-nya lebih cepat lagi dan lagi sambil bersorak kegirangan.

Di atas motor ATV itulah keakraban Naila dan Paulus akhirnya tercipta. Sesekali mereka saling melempar canda dan tertawa. Sampai akhirnya Naila menyadari kalau motor ATV yang ditungganginya tak bisa ia kendalikan. Remnya tiba-tiab saja blong. Lajutnya meliuk-liuk tak beraturan. Naila panik.

Dari jok boncengan, Paulus berusaha mengambil alih stang dan persneling motor yang dipegang Naila. Kakinya berusaha menjangkau rem, mencoba kembali menginjak rem dengan lebih kuat. Gagal ATV-nya lebih dulu menabrakkan diri ke bangkai perahu yang ada di sisi pagar salah satu vila.

Naila dan Paulus beserta motor ATV-nya terjungkal. Beruntung mereka tak mengalami luka parah. Hanya luka lecet dan bagian kaki, siku tangan, dan sedikit benjol di kening. Beberapa pengunjung lain yang menyaksikan peristiwa tersebut ikut menolong mereka dan membantu mengangkat motor ATV-nya.

Peristiwa naas yang justru berbuah manis karena semenjak hari itu Naila jadi sering ke pantai untuk menemui Paulus. Mereka selalu menghabsikan senja berdua sambil nankring di badan salah satu bangkai perahu yang berjejer di sisi pagar-pagar vila.

Saling bersandar hingga saing memautkan jemari. Memautkan mata hingga saling mematukan hati. Ya, tak perlu waktu lama rupanya cinta sudah menyusup dan mendiami bilik hati keduanya. Menanamkan benih kasih sayang yang semakin hari semakin bertunas.

Sayangnya, tunas itu terpaksa harus Paulus cabut dan membuangnya jauh-kauh sebelum benar-benar tumbuh dan berkembang. Ia tahu ini akan berat, tetapi takdir yang mempertemukannya dengan ayah Naila malam itu, memaksa dirinya untuk mau tak mau harus melakukan semua ini

***

"Jawab, Pau! Apa artinya kedekatan kita selama ini untukmu?" desa Naila. "Kumohon. Paling nggak agar aku bisa pulang dengan tenang."

"Apanya yang harus kujawab? Bukannya sudah jelas kalau selama ini kita..., kita, ya berteman," Paulus tersenyum dingin. Ia berusaha menyembunyikan penderitaannya di hadapan Naila.

"Teman?"

"Ya."

"Tapi, aku pikir aku...," mata Naila mulai berkaca-kaca. Ia menelan rasa kecewa.

Paulus tertegun. Hatinya bergolak. "Maaf, Nai."

Naila tersenyum getir.

Suara debur ombak mulai melemah. Matahari sudah seperempat bagiannya menghilang ditelan lautan.

Paulus turun kembali dari motornya. Menatap lekat wajah Naila dan menyungging senyum.

Kini Naila dan Paulus berdiri berhadapan.

"Boleh aku meminta sesuatu darimu?"

"Apa?"

"Boleh aku memelukmu?"

Paulus kembali tertegun. Belum sampai Paulus mengiyakan, Naila sudah meraih tubuh Paulus dan memeluknya erat seakan tak rela melepas kenangan manis yang sempat dicecapnya bersama pemilik tubuh jangkung kurus itu.

Kali ini Paulus benar-benar merutuk dirinya. Kalau saja malam itu ia tak terserang migrain, hingga harus lebih awal menutup warung bajigurnya dan membuatnya harus bertemu kembali sosok lelaki masa lalu yang pernah sangat dekat dengan kehidupannya, mungkin saat ini ia akan balas memeluk erat Naila.

Sosok lelaki yang telah membuat ibunya, dirinya, dan kedua adiknya harus berjuang menjalani kerasnya hidup tanpa sosoknya, tiba-tiba saja hadir kembali di rumahnya setelah belasan tahun meninggalkannya. Ia berusaha meminta maaf, memohon ampun atas sikap pengecutnya di masa lalu pada ibunya dan dirinya. Sosok lelaki yang baru diketahuinya juga memiliki peran sebagai ayah Naila, wanita yang baru mulai dicintainya.

Negeri Di Atas Awan Yang Indah Dan Sunrise Mempersona

Negeri Di Atas Awan Yang Indah Dan Sunrise Mempersona

INIKECE - Di kalangan pendaki gunung, Bukit Gancik bukanlah tempat asing. Bukit Gancik merupakan pos satu jalur pendakian menuju Gunung Merbabu bila pendakian ditempuh melalui jalur Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

Saat ini Puncak Gancik tak lagi hanya menjadi tempat persinggahan. Bukit Gancik telah menjadi objek wisata baru di Boyolali. Puncak itu dinamakan Gancik Hill Top. Destinasi wisata ini mirip Dieng yang dijuluki Negeri di Atas Awan.

Panorama dari Bukit Gancik tak kalah dari tuannya, Gunung Merbabu. Di sini pengunjung bisa menyaksikan indahnya matahari terbit dari balik Gunung Lawu dan matahari tenggelam di balik Gunung Merapi. Bukit Gancik yang tepatnya berada di Dusun Selo Nduwur ini menawarkan udara segar dari pegunungan dan hamparan hijau perkebunan sayur milik warga.

Salah seorang tim dari pemandu wisata Merapi Merbabu Jeep Tour, Reza mengatakan, untuk sampai ke Bukit Gancik, wisatawan bisa berangkat dari desa Selo. Kemudian menyewa mobil jeep dan melanjutkan perjanan dengan berjalan kaki hingga puncak. Tapi bagi yang tidak ingin mengeluarkan tenaga, bisa menumpang motor sewaan.


"Bisa berangkat dari desa Selo, artinya sela karena desa ini berada di sela-sela Gunung Merapi dan Gunung Lawu. Dari desa ini bisa telihat-lihat kabut-kabut dari gunung-gunung yang menggumpai seperti awan. Waktu paling bagus ke bukit biasanya dini hari. 


Targetnya ingin melihat sunrise. Berangkat sebelum subuh, jam 4 sudah harus naik jeep untuk melanjutkan pendakian," tutur Reza saat melakukan perjalanan menuju puncak.

Pendakian menuju Bukit Gancit memang tidak rumit. Sebab, insfrastruktur jalan setapak jalur ini sudah dicor kasar dengan beton. Sepanjang waktu 30 menit pendakian, wisatawan akan merasakan dinginnya udara 8-10 derajat celcius.


Namun, lelahnya perjalanan, dinginnya udara yang menusuk lewat pori-pori kulit, dan lamanya waktu tempuh akan terbayar saat anda sampai dipuncak dengan ketinggian sekitar 1.850 mdpl. Dari arah timur warna jingga matang muncul pertanda fajar segera tiba.

Peristia matahari terbit yang dinanti-nanti ini tak boleh dilewatkan. Segera ambil kamera untuk mengabadikan foto berlatar belakang sunrise.

Anda bisa mengambil foto dari beberapa angle. Sebab di Bukit Gancik telah dibuat bangunan dari bambu untuk dijadikan spot-spot foto. Kalau sedang tidak berkabut, dari bukit ini tampak keindahan Boyolali.

Ingin Mencari Pengalaman Baru Dengan Travelling, Tapi Masih Ragu Dan Takut? Tips!

Ingin Mencari Pengalaman Baru Dengan Travelling, Tapi Masih Ragu Dan Takut? Tips!

INIKECE -Merencanakan untuk melakukan perjalanan jauh dan travelling ini adalah hal yang baru atau pertama kali. Pastinya memiliki rasa takut akan berpergiaan karena tidak mengetahui lokasi disana, dan ini adalah hal pertama melakukan traveling.

Rasa takut yang dihadapi harus disingkirkan. Justru di sinilah keseruan traveling yang sesungguhnya. Lebih dari 55 persen traveler di dunia percaya bahwa hal terbaik dari traveling adalah keluar dari zona nyaman, sedangkan 45 persen lainnya menganggap bahwa belajar untuk beradaptasi dengan hal-hal baru mungkin masih sulit untuk dilakukan.


Nah, bagi kamu yang termasuk ke dalam traveler yang takut atau sulit beradaptasi di tempat baru, berikut ini ada beberapa tips yang dapat membantu serta memudahkanmu menikmati liburan di tempat baru.

Pertama, pahami sistem transportasi di destinasi tujuanmu. Saat berkunjung ke suata destinasi baru untuk pertama kalinya, akan lebih baik jika kamu mengenali sistem transportasi di wilayah tersebut. Pengetahuan yang mumpuni soal sistem transportasi akan mendorong kamu untuk menjelajahi sebuah destinasi lebih mendalam.

Sekitar 31 persen traveler global mengatakan dengan bisa bernavigasi dan mengetahui sistem transportasi di suatu destinasi, liburan mereka pun makin mudah. Lebih dari itu, mereka juga lebih menikmati perjalanannya.


Sebaliknya, ketidaktahuan tentang sistem transportasi justru bisa berakibat buruk. Sekitar 23 persen traveler global mengaku bahwa mereka kurang menikmati perjalanan karena tidak paham sistem transportasi dan akhirnya tersesat.


Untuk memudahkan memahami sistem transportasi di destinasi tujuan, kamu bisa memanfaatkan layanan taksi online salah satunya yang telah diluncurkan Booking.com, Traveler yang liburan ke Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam kini bisa memesan taksi online melalui Aplikasi Booking.com yang telah terintegrasi dengan tiga juta driver Grab.

Kamu pun bisa dengan mudah pergi ke pasar tradisional, liburan ke pantai, ataupun menjelajahi desa terdekat. Selain taksi online kamu juga bisa menjajal moda transportasi setempat. Jika memungkinkan, belilah tiket moda transportasi tersebut secara online. Selain menghemat waktu, ini juga mempermudah kamu saat di perjalanan karena tidak perlu berkutat dengan jadwal asing dan bahasa baru.


Kamu juga bisa membawa peta kertas untuk jaga-jaga jika baterai smartphone habis atau tidak ada sinyal. Unduh aplikasi terjemahan bahasa supaya kamu bisa mempelajari kosa kata sederhana dalam bahasa stempat seperti cara mengucapkan nama halte bus atau stasiun.

Kamu juga bisa mencoba mempelajari kata sederhana misalnya cara mengucapkan 'halo'. 'terima kasih' dan 'sampai jumpa'. Ini adalah cara yang bagus untuk meninggalkan kesan baik ke warga lokal.

Nah, untuk menguransi kendala bahasa, kamu juga bisa mengunduh aplikasi terjemahan yang menawarkan terjemahan real-time dan bekerja dua arah. Aplikasi ini akan membantu kamu untuk bertanya pada warga lokal dan memahami jawaban mereka.

Jangan lupa untuk terus membawa alamat tempat kamu menginap untuk berjaga-jaga seandainya kamu tersesat dan tidak tahu cara menanyakan arah. Terakhir, kalau kamu masih merasa kesulitan atau kurang nyaman, kamu bisa menggunakan jasa pemandu tur lokal yang bisa mengantarkanmu ke destinasi wisata setempat dan tentu saja bisa berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia.

Ingin Terlihat Menjadi Sosok Karakter Popeye, Pria Ini Nyaris Tewas Karena Suntikkan Minyak Ke Otot

Ingin Terlihat Menjadi Sosok Karakter Popeye, Pria Ini Nyaris Tewas Karena Suntikkan Minyak Ke Otot

INIKECE - Seorang binaragawan muda berusia 23 tahun yang ingin menjadi seperti Popeye harus menjalani operasi untuk menghilangkan implan di lengannya karena kalau nggak, nyawanya lah yang bisa hilang.

Cowok bernama Kirill Tereshin dari Rusia tersebut telah menyuntikkan 3 liter petroleum jelly atau petrolatum atau minyak vaseline ke kedua lengannya supaya terlihat lebih kekar seperti Popeye.

Namun selang beberapa lama, kondisinya memburuk. Ia pun kemudian diberi tahu untuk melakukan amputasi ganda demi menyingkirkan implannya tersebut yang membuat otonya menjadi busuk.

Menurut The Sun, ia telah menyuntikkan petrolatum tersebut dengan seksama sehingga menyebar dan membunuh jaringan ototnya.

Dia bahkan mulai mengalami demam tinggi, rasa sakit yang hebat dan kondisi yang makin lemah akibat ulahnya tersebut.

Selama operasi, ahli bedah harus menghilangkan gumpalan jelly tersebut dan beberapa pon daging dari lengan Kirill.

Dalam prosesnya, para ahli yang menangani berhasil menghilangkan gumpalan besar jaringan parut dan fragmen otot yang beratnya sekitar 1,3 kg.


"Kiril menyuntikan sekitar tiga liter ke masing-masing lengen. Ini memenuhi jaringan oto, menghambat aliran darah," kata dokter.


"Akibatnya, jaringan otot mati dan diganti dengan jaringan parut seperti pohon, kau bahkan bisa mengetuknya dan mendengar suaranya."

Setelah operasi awal, Tereshin harus menjalani setidaknya tiga operasi lagi dan mudah-mudahan bisa mengembalikan gerakan lengannya setelah itu, tetapi otot-otot palsu itu akan hilang.

"Petroleum jelly menjenuhkan otot-otot, dibawah jaringan kulit dan kulit itu sendiri," kata ahli bedah.

"Semua itu harus dilepas, tetapi kita perlu menjaga vena, saraf, dan fungsi anggota tubuh lainnya."

Dokter bedah kemudian mengatakan bahwa Kirill "beruntung" bahwa kerusakan itu hanya tersisa di bagian tubuhnya itu dan nggak menyebar ke seluruh tubuhnya.

Nordlingen Jerman, Kota Unik Yang Penuh Berlian

Nordlingen Jerman, Kota Unik Yang Penuh Berlian

INIKECE - Jika dilihat sekilas, sebuah kota yang terletak di Jerman ini sama seperti kota-kota lain yang ada di berbagai belahan dunia. Tapi, tahukah kamu, kota bernama Nordlingen ini memiliki keunikan tersendiri di mana seluruh bangunan kota ini terbuat dari bebatuan berlapis berlian.

Dilansir berbagai sumber, berlian yang melapisi seluruh kota yang terletak di distrik Donau-Rise Bavaria, Jerman ini memiliki sejarah yang cukup menarik. Seluruh bangunan kota ini ternyata terbuat dari bebatuan asteroid yang menghantam kota Nordlingen jutaan tahun yang lalu.

Diperkirakan sekitar 15juta tahun yang lalu, sebuah asteroid sepanjang satu kilometer jatuh dengan kecepatan 25 kilometer per detik. Lalu, benda luar angkasa itu menabrak tanah, menciptakan kawah seluas 26 kilometer.


Hantaman kuat dari asteroid tersebut menciptakan panas dan tekanan yang langsung mengubah gelembung karbon menjadi berlian-berlian kecil yang tidak terlihat atau yang disebut dengan bebatuan suevite.

Ketika orang yang pertama kali menetep di Nordlingen, Jerman, mengira mereka hidup di kawah gunung berapi.

Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan fakta lain dari kota yang dihuni sekitar 19ribu jiwa itu. Nordlingen nyatanya berdiri di atas kawah asteroid yang pernah menghantam daerah tersebut.


Belasan juta tahun berselang, Nordlingen dibangun disana. Salah satu warga Nordlingen yang bersama Roswitha Feil, mengungkapkan hampir seluruh kota dibangun dengan menggunakan suevite yang merupakan pecahan kecil asteroid.

"Segala sesuatu di dalam tembok kota tersebut dari bebatuan asteroid itu," kata Roswitha seperti dikutip dari BBC.

Sementara itu, menurut Ahli Geologi dan Direktur Museum RiesKrater, Dr Srefan Holzl, seluruh dinding dan gedung yang ada dikota Nordlingen mengandung 72 ribu ton berlian.


"Tentunya ada beberapa tempat di dunia di mana bebatuan asteroid semacam ini telah digunakan sebagai bangunan, tetapi tidak ada yang jauh lebih besar di sini," kata Holzl.


Holz pun menjelaskan, dibandingkan dengan tempat manapun di dunia, Nordlingen adalah kota yang paling banyak menggunakan batu mulia untuk membangun sebuah kota.

Kilauan berlian di kota ini dapat dilihat dari jalanan, tangga, atau bangunan yang memantulkan kilatan-kilatan saat terkena cahaya matahari.

Meski tinggal di atas bebatuan berlian, masyarakat Nordlingen tidak menganggapnya spesial ataupun yang memperebutkannya.

Tembok-tembok di Nordlingen tak pernah berhenti berkilauan, tetapi warga di sana tak menganggapnya hal luar biasa. "Kami melihatnya setiap hari, itu bukan hal yang istimewa." tutup Holzl.