Akibat Diteriaki Virus Corona, Mayat Diindramayu Tidak Ada Yang Berani Evakuasi

INIKECE - Akibat dari penyebaran virus corona tersebut banyak sekali menjadi orang ketakutan dan lebih memilih untuk menjaga diri dan jauhi orang-orang terlebih dahulu. Banyak orang sekarang lebih memilih dirumah saja.

Keajaiban Bumi Yang Belum Terpecahkan Hingga Sampai Sekarang, Menjadi Misteri Bumi

INIKECE - Bumi selalu memiliki keajaiban, hingga fenomena alam yang luar biasa, sampai ada suatu tempat dimana tidak dapat diteliti keajaiban bumi tersebut dikarena masih menjadi misteri teka-teki bagi para ilmuan.

Cerita Power Girl! Pesona Sang Gadis Jagoan

INIKECE - Suara gaduh dan teriakan terdengar dari ruangan penuh matras dengan tulisan Ruang Latihan Judo itu. Terlihat seorang gadis dengan rambut kuncir kuda sedang bergulat dengan lelaki yang memiliki ukuran tubuh sedikit lebih besar darinya.

Ramalan April Hari Ini Berdasarkan Zodiak, Simak Yuk!

INIKECE - Diakhir pekan ini, ramalan zodiak hari ini meminta Scorpio dan Aquarius untuk lebih peka terhadap pasangan jika tidak ingin hubungan menjadi buruk. Sementara itu, Virgo diharapkan lebih waspada karena berisiko terkan alergi. .

Romance Remaja! So I Love My Ex - Dia Bukan Lagi Si Cungkring, Part 2

INIKECE - Aluna menarik dan membuang napasnya. Ia memalingkan wajah saat melihat keberadaan Zello. Oke, Aluna memang tahu Zello kuliah di tempat yang sama dengannya, tetapi dia tidak pernah tahu bahwa Zelo ada di Fakultas Ekonomi.

Pontongan Badan Pesawat Sepanjang 1,5 Meter, Sulit Untuk Diangkat Oleh Tim SAR

Pontongan Badan Pesawat Sepanjang 1,5 Meter, Sulit Untuk Diangkat Oleh Tim SAR

INIKECE - Sampai saat ini, Tim masih melakukan pencarian terhadap tubuh pesawat dan korban Lion Air JT-610 tepatnya di 127 derajat 07-572 bujur timur. 

Sebelumnya mereka melakukan pencarian di 5 derajat 48-154 laut timur. 

Kepala Basarnas M. Syaugi menuturkan, pihaknya telah menemukan bagian pesawat yang berukuran lebih besar dibanding temuan sebelumnya.
Dia menduga temuan itu adalah badan pesawat Lion Air JT-610.

"Kelihatannya bagian body, mungkin kulitnya, mungkin begitu. Itu panjang body 1,5 meter kemudian sebetulnya ada barang yang lebih besar lagi cuma kita belum bisa angkat karena cukup berat," ujar Syaugi di Kapal Baruna Jaya 1, Kamis (1/11).

BACA JUGA :


Pihaknya akan menggunakan kapal lebih besar milik Pertamina untuk mengangkat badan pesawat yang ditemukan. Dengan menggunakan kapal itu.

Empat jangkar bisa langsung diturunkan. Lalu tim menerunkan ROV atau robot pencari di bawah laut.

"Setelah itu kita turunkan ROV penyelam dan bisa diarahkan ke tempat tersebut karena sampai sekarang itu arus cukup deras. Dibawah penyelam kita agak kesulitan."


SUMBER : MERDEKA 

Tim SAR Juga Menemukan Banyak Jasad Dan Puing-Puing Pesawat, Selain Bagian Dari Kotak Hitam

Tim SAR Juga Menemukan Banyak Jasad Dan Puing-Puing Pesawat, Selain Bagian Dari Kotak Hitam

INIKECE - Satgas SAR dan tim penyelam TNI Angkatan Laut (AL) telah berhasil menemukan Black Box Pesawat Lion Air JT-610, Kamis (1/11/2018).

Selain satuan tugas SAR Koloneal Isswarto, mengungkapkan bahwa tim berhasil menemukan banyak jasad dengan kondisi yang bermacam-macam.

"Banyak juga jenazah yang ditemukan. Ada yang masih melekat di puing-puing pesawat, ada juga yang menempel di kursi penumpang. Kami terus lakukan evakuasi," kata Isswarto

Ia mengaku saat ini timnya sedang berusaha mengangkat puing pesawat tersebut. Usaha itu segera dilakukan agar puing pesawat tidak semakin dalam dan tertimbun lumpur di dasar permukaan.

"Sekarang masih dilakukan penyelaman dan dasarnya itu lumpur. Jadi kami sedikit mengalami kesulitan. Kalau tidak segera diangkat, semakin lama akan tertimbun," Kata Isswarto.


Selain itu kotak hitam dari Pesawat Lion Air PK-LQP yang sudah ditemukan akan segera diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

BACA JUGA :


"Bentuknya agak bundar ini akan kami serahkan kepada KNKT," ujar Kabasarnas, Marsekal Madya Muhammad Syaugi.

Meski begitu, ia menambahkan bahwa kotak hitam tersebut ditemukan dalam keadaan tidak utuh, ia menyakini bagian lainnya masih berada sekitar lokasi penemuan.

"Belum lengkap. Karena Black Box itu putus," jelas Marsekal Madya Muhammad Syaugi.

"Apakah itu cockpit voice recorder, atau flight data recorder, KNKT yang akan menerangkannya," tambahnya.

Pencarian kotak hitam pada hari ini dilakukan oleh 850 orang dari tim gabungan dan dimulai sejak pukul 05.00 WIB.

Sebanyak 44 kapal juga diterjunkan guna mempermudah pencarian kotak hitam tersebut.

Setelah sekitar lima jam dilakukan pencarian akhirnya salah satu anggota Batalyon Intai Amfibi, Sertu Marinir Hendra Saputra yang melakukan penyelaman berhasil menemukan bagian kotak hitam, tepatnya pada pukul 10.50 WIB.


SUMBER : TRIBUNNEWS

Telah Ditemukan Black Box Lion Air JT-610. (KNKT : Harus Ada 2 Kotak Hitam)

Telah Ditemukan Black Box Lion Air JT-610. (KNKT : Harus Ada 2 Kotak Hitam)

INIKECE - Tim SAR gabungan menemukan salah satu bagian dari Black Box Lion Air, Kamis 1 November 2018. Ketua Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi Soerjanto memastikan kalau kotak tersebut merupakan Black Box.

"Secara kasat mata itu Black Box dari Lion Air," kata Soerjanto di Posko JCTI, Tangjung Priok, Kamis, 1 November 2018.
Namun, dia mengatakan satu kotak hitam belum bisa memenuhi kebutuhan investigasi KNKT untuk membongkar penyebab jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610.

Untuk diketahui, kotak hitam terbagi menjadi dua yakni Cockpot Voice Recorders (CVR) dan Flight Data Recorders (FDR). Saat ini KNKT belum bisa memastikan kotak hitam yang ada di Kapal Baruna Jaya I adalah CVR atau FDR.

"Kami belum tahu itu yang mana. Tapi untuk investigasi harus ada dua," kata Soerjanto.

Benda yang merekam suara terkahir di pesawat sebelum jatuh itu ditemukan di kedalaman 30 meter lewat alat "Remotely Operated Vehicle" (ROV) yang dimiliki kapal Baruna Jaya I. 

Awalnya ROV menemukan serpihan badan pesawat dan sebuah syal yang diduga milik korban. Petugas kemudian membawa ping locater untuk menangkap sinyal 'beep' dari kotak hitam tersebut.

Alat yang ditemukan David Warren, ilmuwan penerbangan asal Australia, pada dekade 1950-an ini sebetulnya memiliki warna oranye ini memuat dua alat canggih, yakni flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR). FDR merekam suara-suara terkait dengan operasional penerbangan pesawat.

Aturan penerbangan international mengharuskan FDR merekam berbagai indikator teknis, seperti waktu, ketinggian, kecepatan, arah, kondisi pesawat, kecepatan udara, akselarasi vertikal, tajuk magnet, posisi roda, stabilisator horisontal, aliran bahan bakar, dan indikator lainnya yang dapat membantu investigasi.

BACA JUGA :

Sedangkan CVR berada di cockpit, tepatnya berada di fligh -data acquisition unit (FDAU). Data yang terekam di dalam ini adalah suara mesin, peringkatan, pembicaraan pilot dan berbagai suara yang ada di cockpit lainnya.

Parameter kecepatan pesawat dan kegagalan sistem cockpit bisa terekam disini. Setidaknya ada empat mikrofon yang tersambung dengan CVR yang terletak di headset pilot dan co-pilot, anggota pilot ketiga, dan ditengah cockpit.

Baik CVR maupun FDR merekam menggunakan sistem loop. FDR bisa merekam 25 jam data penerbangan dan CVR bisa merekam dua jam percakapan di cockpit. Sebelumnya, suara percakapan di cockpit hanya mampu terekam selama 30 menit. Karena dirancang khusus untuk pemasalakan teknis, FDR tersambung dengan kabel sensor di seluruh badan pesawat. Karena itulah black box mampu merekam semua kondisi pesawat.

BACA JUGA :


Black Box adalah satu-satunya benda yang dapat bertahan dalam kecelakaan pesawat. Itu karena Black Box atau Crash-Survivable memory units (CSMUS) yang memuat FDR dan CVR itu menggunakan tiga lapis material titanium dan baja anti-karat yang mampu bertahan dari panas yang ekstrem dan tekanan.

Black Box juga dilengkapi dengan underwater locator beacon (ULC) yang mengirimkan sinyal otomatis selama 30 hari sejak pesawat mengalami kecelakaan. Sinyal ini berupa gelombang ultrasonik yang bisa dikenali sonar.


SUMBER : TEMPO

KNKT Amerika Serikat Ikut Bantu Investigasi Pesawat Lion Air JT-610

KNKT Amerika Serikat Ikut Bantu Investigasi Pesawat Lion Air JT-610

INIKECE - Tim Pabrik Boeing dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Amerika Serikat (AS) atau National Transportation Safety Board (NTSB) ikut membantu proses investigasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP JT-610 di perairan Karawang, Jawa Barat.

Ketua KNKT Indonesia Soejanto Tjahjono mengatakan, seluruh data investigasi dari pabrik Boeing 737 Max 8 di Amerika akan disampaikan melalui NTSB.

"Jadi pabrikan pesawat otoriti dari negara sama KNKTnya Amerika. Mereka wajib membantu investigasi. Jadi mereka dalam hal ini membantu untuk KNKT melakukan investigasi," katanya saat ditemui di Posko Tekhnis dan Data Basarnas di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).

Pantuan sinarharapan.co, tiga orang anggota NTSB dan seorang anggota Tim Pabrik Boeing Amerika Serikat, tiba di Jakarta International Counter Terminal (JICT) II Tanjung Priok sekitar pukul 12.00 WIB.
Mereka menyambangi Posko Tekhnis dan Data Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk melihat koordinat jatuhnya pesawat Boeing milik Lion Air tersebut.

Kemudian, mereka beralhir ke area depan posko yang terdapat tumpukan puing pesawat yang ditemukan tim pencari gabungan Basarnas, TNI dan Polro. Satu demi satu mereka memilah bagian-bagian bodi pesawat Lion Air JT-610 yang ada untuk dikelompokan.

Soerjanto menjelaskan, pernan tim pabrik boeing dan NTSB itu untuk membantu KNKT Indonrsia dalam proses investigasi. Data investigasi mengenai pesawat, akan diserahkan pabrik Boeing kepada NTSB.

BACA JUGA :

"Untuk semua data yang dari pabrikan (Boeing) nanti melewati NTSB. Nanti kita bisa minta data apapun yang kita minta berkaitan dengan penyelidikan pesawati itu," katanya.

Kendati demikian, teknis investigasi akan diserahkan wewenang sepenuhmya kepada Tim KNKT Indonesia.

Selain empat orang tersebut, Soejanto mengatakan ada total sebanyak 16 personel NTSC yang diturunkan untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat. 
"Ya itu semua, ada 16 orang dari Amerika semua," dia menambahkan.


SUMBER : SINAR HARAPAN

Diyakini Tak Jauh Dari Bangkai Pesawat Keberadaan Kotak Hitam

Diyakini Tak Jauh Dari Bangkai Pesawat Keberadaan Kotak Hitam

INIKECE - Pengamat penerbangan Alvin Lie meyakini letak badan pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP tidak akan jauh dari titik penemuan kotak hitam. Penemuan kotak hitam mengindikasikan bahwa badan pesawat juga berada di sekitarnya.

"Kotak hitam itu ada dibagian ekor pesawat. Ketika ditemukan, itu indikasi keberadaan pesawat. Kalaupun pesawat patah beberapa bagian tidak akan jauh dari lokasi itu," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Breaking News Metro TV, Kamis 1 November 2018.

Kendati tenggelam di dasar laut Alvin optimistis kotak hitam masih dalam kondisi baik untuk diinvestigasi. Melalui dua komponen yang merupakan alat perekam pembicaraan di kokpit dan rekaman data selama penerbangan, penyebab jatuhnya pesawat yang bertolak dari Jakarta menuju Pangkal Pinang akan segera terungkap.

BACA JUGA :


Diperluas Pencarian Korban Dan Puing Liong Air JT-610, Sampai Ke Perairan Indramayu


Ia menambahkan secara umum kotak hitam didesain tahan dalam berbagai kondisi seperti benturan, api, dan air. Dengan demikian tidak akan ada kendala dalam proses investigasi terutama saat kotak hitam dibuka dan dianalisis.

"Pesawat Adam Air saja ketika jatuh dan tenggelam sampai ratusan meter kotak hitam masih dapat diangkat dan dibuka datanya. Untuk JT-610 ini saya yakin kotak hitam bisa dibaca datanya untuk membantu penyelidikan,"jelasnya.

SUMBER : MEDCOM

Pramugari Lion Air JT-610 (Alfiani), Mengunggah Foto Ke Instagramnya Sebelum Bertugas

Pramugari Lion Air JT-610 (Alfiani), Mengunggah Foto Ke Instagramnya Sebelum Bertugas

INIKECE - Duka mendalam dirasakan rakyat Indonesia karena peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 pada Senin (29/10/2018) pagi di perairan dekat Karawang, Jawa Barat.

Pesawat dengan tipe B737-8 Max itu lepas landas pukul 06.10 WIB dari Bandara Soekarno Hatta, Banten menuju Bandara Depati Amir di Pangkal Pinan yang dijadwalkan mendarat pukul 07.20 WIB.

Namun, pesawat tersebut hilang kontak pukul 06.33 WIB. Pesawat Lion Air JT-610 tersebut diketahui mengangkut 189 orang dengan 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dua bayi, dua pilot, dan selebihnya adalah kru pesawat.

Alfiani rupanya diketahui baru dua bulan bekerja di Lion Air. Terdapat cerita dari pramugari asal Dusun Gantrung, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur sebelum melakukan tugasnya saat itu.

Tepatnya tiga jam sebelum terbang, Alfiani Hidayati Solikah mengunggah insta story di akun instagramnya @alfianihidayatulsolikah.

BACA JUGA :

Putri semata wayang pasangan Slamet dan Sukarti itu mengunggah video situasi sebuah penginapan dilengkapi dengan tanda jam sekitar pukul 02.53 WIB.
Tak hanya itu, diakhir video, Alfiani juga menunjukkan sebuah jam tangan.

Empat hari sebelum peristiwa itu menimpa Alfi, perempuan cantik itu juga mengunggah foto memandang lampu warna-warni sekaligus menulis status di instagramnya.

"It's dark inside, i want save that light (dalam kegelapan, aku ingin gapai cahaya itu)" tulis Alfi.

SUMBER : GRID 

Salah Satu Korban Lion Air JT-610 Teridentifikasi, Atas Nama Jannatun Cintya Dewi

Salah Satu Korban Lion Air JT-610 Teridentifikasi, Atas Nama Jannatun Cintya Dewi

INIKECE - Tim Inafis yang melakukan indentifikasi korban Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang. Berhasil mengidentifikasi dan memastikan salah satu korban atas nama Jannatun Cintya Dewi. Identitas korban diketahui dari sidik jari tangan kanan.

Kapus Inafis Bareskrim Polri Brigjen Hudi Suryanto, menjelaskan dari 24 kantong jenazah yang diterima di RS Polri Sukanto, salah satunya berisi bagian tubuh tangan kanan dengan lima yang masih lengkap.

"Menyambung dengan tubuh dada ke perut jadi bagian yang tidak terpisahkan. Sehingga kita yakini ini satu tubuh," ujarnya, Rabu (31/10).

Dari bagian tubuh itu, tim Inafis kemudian mencocokkan sidik jari korban dengan alat yang terhubung database e-KTP. 
"Kita ambil sidik jari, muncul identitasnya seperti ini," ungkapnya.

Untuk meyakinkan hasil itu, tim Inafis kemudian membandingkan seluruh lima sidik jari tangan kanan dengan menggunakan format AK23. "Karena jarinya hanya 5, sebalah kanan, ternyata dari 5 ini, ada satu jari telunjuk yang sangat baik bentuknya, kelinking sebelah kanan juga baik, kami bandingkan," jelas Hudi.

BACA JUGA :

Dia menambahkan, pada jari telunjuk ditemukan kesamaan 12 titik dan dipastikan identik. "ini sudah dipastikan identik, meskipun itu satu jari manusia. Kami memiliki data pembandingan dari pihak keluarga data antemortem, ijazah, foto, pakaian," paparnya.

Tim Inafis juga sudah bertemu pihak keluarga dan pihak keluarga juga sudah memastikan identitas korban. "Atas nama Jannatun Cintya Dewi, lahir di Sidoarjo 12 September 1994, perempuan, Islam, alamat Dusun Prumpon RT 1 RW 1 Sukodono, Jawa Timur, status belum menikah. 
Data ini juga akan didukung data kartu keluarga. Anak ketiga dari ibu Surtiyem dan Bapak Bambang Supriayadi," tutup Hudi.


SUMBER : MERDEKA 

Diperluas Pencarian Korban Dan Puing Liong Air JT-610, Sampai Ke Perairan Indramayu

Diperluas Pencarian Korban Dan Puing Liong Air JT-610, Sampai Ke Perairan Indramayu

INIKECE - Upaya pencarian korban dan puing pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat Telah memasuki hari ketiga.

Petugas gabungan, yang sedikitnya berjumlah 2.000 orang masih bersiaga di lokasi titik pencarian, atau sekitar bibir Pantai Pakis, Kecamatan Pakis Jaya.

Selain petugas gabungan, dalam upaya pencarian ini masyarakat dan nelayan disekitar pun turut membantu. Pasalnya, penyisiran yang dilaksanakan di perairan tak hanya dilakukan di sekitar garis pantai Karawang, tapi diperluas hingga perairan yang masuk ke Wilayah Indramayu.

Adapun jarak dari pantai Tanjung Pakis Karawang hingga perairan Indramayu sekitar 12 nautical miles.


Pencarian jasad korban Lion Air, Basarnas bersama Tim Gabungan TNI-Polri sisir perairan Karawang.

Humas Kantor SAR bandung, Joshua Banjarnahor menjelaskan, dihari ketiga pencarian, petugas gabungan memperluas jangkauan penyisiran. Yakni, dari mulai perairan Karawang, Subang hingga Indramayu.

"Kita perluas jangkauan pencarian," ujar Joshua, Rabu (31/10/2018).

Menurut dia, alasan diperluasnya penyisiran itu karena arus laut saat ini sedang mengarah ke wilayah Indramayu. Dengan begitu, dimungkinkan ada puing atau jasad korban yang terbawa arus.

Adapun proses pencarian di lepas pantai tersebut menggunakan 34 kapal, yakni kapal LCR, Rib dan perahu Sonar.
Puluhan kapal tersebut telah dikoordinasikan untuk melakukan di titik-titik pencarian yang telah ditentukan.

BACA JUGA :

"Jadi, puluhan kapal ini disebar hingga ke perairan Indramayu," tambah dia.


Dia menambahkan, petugas gabungan pun siap membantu dari berbagai lini. Meski tidak semuanya mencari puing atau korban ke tengah laut, sejumlah petugas juga bersiaga di daratan.

"Cuaca masih kondusif, sehingga tidak menjadi hambatan untuk pencarian," pungkasnya.


SUMBER : OKEZONE NEWS